<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Astaga! Bukan Hanya Banjir, Semut Api Juga Jadi Ancaman Warga Houston Saat Badai Harvey</title><description>Bukan hanya banjir akibat Badai Harvey, warga Houston, AS harus menghadapi ancaman dari koloni semut api yang hanyut saat banjir.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/08/31/18/1766657/astaga-bukan-hanya-banjir-semut-api-juga-jadi-ancaman-warga-houston-saat-badai-harvey</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/08/31/18/1766657/astaga-bukan-hanya-banjir-semut-api-juga-jadi-ancaman-warga-houston-saat-badai-harvey"/><item><title>Astaga! Bukan Hanya Banjir, Semut Api Juga Jadi Ancaman Warga Houston Saat Badai Harvey</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/08/31/18/1766657/astaga-bukan-hanya-banjir-semut-api-juga-jadi-ancaman-warga-houston-saat-badai-harvey</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/08/31/18/1766657/astaga-bukan-hanya-banjir-semut-api-juga-jadi-ancaman-warga-houston-saat-badai-harvey</guid><pubDate>Kamis 31 Agustus 2017 07:46 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/31/18/1766657/astaga-bukan-hanya-banjir-semut-api-juga-jadi-ancaman-warga-houston-saat-badai-harvey-jAH3xTUSV1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Koloni semut api mengambang di tengah banjir akibat Badai Harvey mencari tempat kering. (Foto: Andrew Burton/New York Times)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/31/18/1766657/astaga-bukan-hanya-banjir-semut-api-juga-jadi-ancaman-warga-houston-saat-badai-harvey-jAH3xTUSV1.jpg</image><title>Koloni semut api mengambang di tengah banjir akibat Badai Harvey mencari tempat kering. (Foto: Andrew Burton/New York Times)</title></images><description>HOUSTON - Banjir akibat Badai Harvey belum lagi surut di Kota Houston, Texas, Amerika Serikat (AS). Kini mereka harus menghadapi ancaman dari koloni semut api yang hanyut saat banjir.
Semut beracun itu memiliki tubuh berlapis lilin yang tahan air, dan mereka berkelompok sehingga membentuk kumpulan yang bisa berisi 100 ribu semut. Koloni ini mencari tempat kering untuk menyelamatkan diri dari banjir dan membangun kembali tempat tinggal mereka.
BACA JUGA: Bantu Korban Badai Harvey, CEO United Airlines Janjikan USD1 Juta dari Kantong Pribadi
BACA JUGA: Wah! Tinjau Dampak Terjangan Badai Harvey, Presiden Trump dan Istri Kunjungi Texas
Para ahli serangga mengatakan, perilaku semut api semacam itu benar-benar normal. Meski begitu, kontak yang tak diinginkan dengan hewan kecil tersebut mungkin menimbulkan reaksi alergi yang bisa mengancam nyawa tergantung atas kuatnya gigitan mereka.
Kebanyakan orang cuma merasa sangat panas seperti terbakar dan mendapat tanda merah di kulit. Namun bagi sebagian orang, reaksi alergi dapat memicu reaksi anafilaktik, yang bisa meliputi bekas dan gangguan nafas, demikian peringatan para ahli serangga.
Banyak ahli sangat menyarankan orang agar tidak mengganggu atau berbuat ulah dengan semut api itu, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara.
BACA JUGA: Kasihan! Seekor Sapi Ditemukan Berjalan Sendirian dengan Putus Asa di Tengah Terjangan Badai Harvey
BACA JUGA: Astaga! Ingin Selamatkan Anak dari Badai Harvey, Seorang Ibu Tewas Terseret Banjir
Segera setelah beberapa semut api menggigit, mereka akan mengeluarkan sejenis bahan yang disebut &quot;pheromone&quot; untuk memberitahu semut lain mengikuti perbuatan mereka. Para ahli menyatakan, cara terbaik yang bisa dilakukan ialah membuang semut tersebut sesegera mungkin.
&quot;Mereka bukan datang untuk menyerang kalian. Mereka cuma secara pasif mengambang di air. Ini cuma masalah bersikap cerdas dan menghindar,&quot; kata Larry Gilbert, seorang profesor bidang biologi terpadu di University of Texas di Austin, kepada jejaring berita teknologi The Verge.
Jika tidak mungkin untuk menghindari jalur semut api, ahli serangga Molly Keck menyarankan orang membuat gelombang untuk menjauhkan hewan tersebut.
Banyak ahli menyatakan warna semua api yang menyerupai karat memudahkan orang untuk melihat dan melakukan pencegahan.
Tak ada laporan mengenai korban banjir yang menderita serangan semut api hingga Selasa tengah hari, kata NBC News.</description><content:encoded>HOUSTON - Banjir akibat Badai Harvey belum lagi surut di Kota Houston, Texas, Amerika Serikat (AS). Kini mereka harus menghadapi ancaman dari koloni semut api yang hanyut saat banjir.
Semut beracun itu memiliki tubuh berlapis lilin yang tahan air, dan mereka berkelompok sehingga membentuk kumpulan yang bisa berisi 100 ribu semut. Koloni ini mencari tempat kering untuk menyelamatkan diri dari banjir dan membangun kembali tempat tinggal mereka.
BACA JUGA: Bantu Korban Badai Harvey, CEO United Airlines Janjikan USD1 Juta dari Kantong Pribadi
BACA JUGA: Wah! Tinjau Dampak Terjangan Badai Harvey, Presiden Trump dan Istri Kunjungi Texas
Para ahli serangga mengatakan, perilaku semut api semacam itu benar-benar normal. Meski begitu, kontak yang tak diinginkan dengan hewan kecil tersebut mungkin menimbulkan reaksi alergi yang bisa mengancam nyawa tergantung atas kuatnya gigitan mereka.
Kebanyakan orang cuma merasa sangat panas seperti terbakar dan mendapat tanda merah di kulit. Namun bagi sebagian orang, reaksi alergi dapat memicu reaksi anafilaktik, yang bisa meliputi bekas dan gangguan nafas, demikian peringatan para ahli serangga.
Banyak ahli sangat menyarankan orang agar tidak mengganggu atau berbuat ulah dengan semut api itu, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara.
BACA JUGA: Kasihan! Seekor Sapi Ditemukan Berjalan Sendirian dengan Putus Asa di Tengah Terjangan Badai Harvey
BACA JUGA: Astaga! Ingin Selamatkan Anak dari Badai Harvey, Seorang Ibu Tewas Terseret Banjir
Segera setelah beberapa semut api menggigit, mereka akan mengeluarkan sejenis bahan yang disebut &quot;pheromone&quot; untuk memberitahu semut lain mengikuti perbuatan mereka. Para ahli menyatakan, cara terbaik yang bisa dilakukan ialah membuang semut tersebut sesegera mungkin.
&quot;Mereka bukan datang untuk menyerang kalian. Mereka cuma secara pasif mengambang di air. Ini cuma masalah bersikap cerdas dan menghindar,&quot; kata Larry Gilbert, seorang profesor bidang biologi terpadu di University of Texas di Austin, kepada jejaring berita teknologi The Verge.
Jika tidak mungkin untuk menghindari jalur semut api, ahli serangga Molly Keck menyarankan orang membuat gelombang untuk menjauhkan hewan tersebut.
Banyak ahli menyatakan warna semua api yang menyerupai karat memudahkan orang untuk melihat dan melakukan pencegahan.
Tak ada laporan mengenai korban banjir yang menderita serangan semut api hingga Selasa tengah hari, kata NBC News.</content:encoded></item></channel></rss>
