<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PM Australia: Jika AS Diserang Korut, Kami Datang Membantu!</title><description>Malcolm  Turnbull mengatakan, Australia akan berperang melawan Korea Utara  (Korut) jika Amerika Serikat meminta untuk bergabung.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/08/31/18/1766723/pm-australia-jika-as-diserang-korut-kami-datang-membantu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/08/31/18/1766723/pm-australia-jika-as-diserang-korut-kami-datang-membantu"/><item><title>PM Australia: Jika AS Diserang Korut, Kami Datang Membantu!</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/08/31/18/1766723/pm-australia-jika-as-diserang-korut-kami-datang-membantu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/08/31/18/1766723/pm-australia-jika-as-diserang-korut-kami-datang-membantu</guid><pubDate>Kamis 31 Agustus 2017 10:20 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/31/18/1766723/pm-australia-jika-as-diserang-korut-kami-datang-membantu-mbSEq0Tpxm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PM Australia Malcolm Turnbull. (Foto: AFP/The Guardian)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/31/18/1766723/pm-australia-jika-as-diserang-korut-kami-datang-membantu-mbSEq0Tpxm.jpg</image><title>PM Australia Malcolm Turnbull. (Foto: AFP/The Guardian)</title></images><description>SYDNEY - Perdana Menteri (PM) Australia Malcolm  Turnbull mengatakan, Australia akan berperang melawan Korea Utara  (Korut) jika Amerika Serikat meminta untuk bergabung dengan sekutu.  Turnbull menyamakan negara komunis di Korea itu dengan mafia.
Komentar  pemimpin Canberra ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump  memperingatkan bahwa berbicara bukan lagi jawaban untuk ulah Korut.  Turnbull setuju opsi militer militer sebagai pilihan untuk menangani  Pyongyang, meski itu bukan opsi satu-satunya.&amp;rdquo;Mereka adalah  pedagang yang berdiri sendiri. Apa yang ingin mereka lakukan adalah  mengintimidasi negara lain agar tidak menjatuhkan sanksi dan itulah  sebabnya sanksi tersebut harus diberlakukan,&amp;rdquo; kata Turnbull dalam  program Sunrise stasiun televisi Australia pada hari Kamis (31/8/2017).&amp;rdquo;Cara  terbaik bagi Korea Utara yang masuk akal adalah (sanksi) ekonomi PBB  ditegakkan, dan khususnya oleh China, yang mengatakan bahwa mereka akan  melakukannya. Ingat bahwa China memiliki hubungan ekonomi yang luar  biasa dengan Korut. Mereka memiliki pengaruh terbesar dan karenanya  merupakan tanggung jawab terbesar,&amp;rdquo; ujar Turnbull.Ketika  ditanya apakah Australia akan bergabung dengan AS dalam perang jika  Trump memintanya, Turnbull mengatakan bahwa Australia siap membantu  mereka dalam perang.
(Baca juga: Tegas! Trump: Berbicara dengan Korea Utara 'Bukanlah Jawabannya')&amp;rdquo;Jelas, jika Amerika Serikat diserang, kami  akan datang untuk membantu AS, dan&amp;nbsp; sebaliknya, jika kami diserang, AS  akan membantu kami,&amp;rdquo; ujarnya.Turnbull mengatakan bahwa  masyarakat global benar-benar bersatu dalam menghadapi rezim Kim Jong-un  yang berkuasa di Korut. Sanksi yang lebih ketat, kata dia, mulai  berlaku minggu depan.&amp;rdquo;Jika Korea Utara menyerang Amerika  Serikat, seperti yang sering mereka lakukan, akan ada konflik yang  menjadi catatan bunuh diri dari sudut pandang Korea Utara,&amp;rdquo; katanya.  &amp;rdquo;Kim Jong-un sedang memainkan permainan yang sangat berbahaya.&amp;rdquo;Sebelumnya, saat berbicara di Channel Nine, semalam,  Turnbull mengatakan bahwa perilaku negara nakal tersebut semakin  meningkat setelah mereka melepaskan sebuah rudal ke Jepang pada hari  Selasa.</description><content:encoded>SYDNEY - Perdana Menteri (PM) Australia Malcolm  Turnbull mengatakan, Australia akan berperang melawan Korea Utara  (Korut) jika Amerika Serikat meminta untuk bergabung dengan sekutu.  Turnbull menyamakan negara komunis di Korea itu dengan mafia.
Komentar  pemimpin Canberra ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump  memperingatkan bahwa berbicara bukan lagi jawaban untuk ulah Korut.  Turnbull setuju opsi militer militer sebagai pilihan untuk menangani  Pyongyang, meski itu bukan opsi satu-satunya.&amp;rdquo;Mereka adalah  pedagang yang berdiri sendiri. Apa yang ingin mereka lakukan adalah  mengintimidasi negara lain agar tidak menjatuhkan sanksi dan itulah  sebabnya sanksi tersebut harus diberlakukan,&amp;rdquo; kata Turnbull dalam  program Sunrise stasiun televisi Australia pada hari Kamis (31/8/2017).&amp;rdquo;Cara  terbaik bagi Korea Utara yang masuk akal adalah (sanksi) ekonomi PBB  ditegakkan, dan khususnya oleh China, yang mengatakan bahwa mereka akan  melakukannya. Ingat bahwa China memiliki hubungan ekonomi yang luar  biasa dengan Korut. Mereka memiliki pengaruh terbesar dan karenanya  merupakan tanggung jawab terbesar,&amp;rdquo; ujar Turnbull.Ketika  ditanya apakah Australia akan bergabung dengan AS dalam perang jika  Trump memintanya, Turnbull mengatakan bahwa Australia siap membantu  mereka dalam perang.
(Baca juga: Tegas! Trump: Berbicara dengan Korea Utara 'Bukanlah Jawabannya')&amp;rdquo;Jelas, jika Amerika Serikat diserang, kami  akan datang untuk membantu AS, dan&amp;nbsp; sebaliknya, jika kami diserang, AS  akan membantu kami,&amp;rdquo; ujarnya.Turnbull mengatakan bahwa  masyarakat global benar-benar bersatu dalam menghadapi rezim Kim Jong-un  yang berkuasa di Korut. Sanksi yang lebih ketat, kata dia, mulai  berlaku minggu depan.&amp;rdquo;Jika Korea Utara menyerang Amerika  Serikat, seperti yang sering mereka lakukan, akan ada konflik yang  menjadi catatan bunuh diri dari sudut pandang Korea Utara,&amp;rdquo; katanya.  &amp;rdquo;Kim Jong-un sedang memainkan permainan yang sangat berbahaya.&amp;rdquo;Sebelumnya, saat berbicara di Channel Nine, semalam,  Turnbull mengatakan bahwa perilaku negara nakal tersebut semakin  meningkat setelah mereka melepaskan sebuah rudal ke Jepang pada hari  Selasa.</content:encoded></item></channel></rss>
