<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Membanggakan! Dunia Internasional Apresiasi Langkah Indonesia Terkait Krisis Rohingya</title><description>Dunia internasional mengapresiasi langkah yang  diambil Indonesia di Rakhine, Myanmar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/08/31/18/1766923/membanggakan-dunia-internasional-apresiasi-langkah-indonesia-terkait-krisis-rohingya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/08/31/18/1766923/membanggakan-dunia-internasional-apresiasi-langkah-indonesia-terkait-krisis-rohingya"/><item><title>Membanggakan! Dunia Internasional Apresiasi Langkah Indonesia Terkait Krisis Rohingya</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/08/31/18/1766923/membanggakan-dunia-internasional-apresiasi-langkah-indonesia-terkait-krisis-rohingya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/08/31/18/1766923/membanggakan-dunia-internasional-apresiasi-langkah-indonesia-terkait-krisis-rohingya</guid><pubDate>Kamis 31 Agustus 2017 14:52 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/31/18/1766923/membanggakan-dunia-internasional-apresiasi-langkah-indonesia-terkait-konflik-di-myanmar-JW7FwPBmhB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto seorang pengungsi Muslim Rohingya. (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/31/18/1766923/membanggakan-dunia-internasional-apresiasi-langkah-indonesia-terkait-konflik-di-myanmar-JW7FwPBmhB.jpg</image><title>Foto seorang pengungsi Muslim Rohingya. (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia Retno  Marsudi menuturkan, dunia internasional mengapresiasi langkah yang  diambil Indonesia di Rakhine, Myanmar. Rakhine merupakan wilayah yang  dihuni etnis Rohingya, di mana kekerasan terbaru pecah.
Menlu  Retno mengatakan, salah satu negara yang mengapresiasi Indonesia adalah  Turki. Apresiasi itu disampaikan saat dirinya melakukan pembicaraan  dengan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu.&quot;Kemarin pagi  saya dapat telefon dari Menlu Turki. Kita bicara mengenai situasi di  Rakhine. Dia menyampaikan bahwa dunia melihat dan mengapresiasi  Indonesia atas perhatiannya pada Myanmar dan membantu kondisi di sana,&quot;  ucap Retno.
(Baca juga:&amp;nbsp; Wah! Warga Indonesia Salurkan Donasi Rp26,2 Miliar untuk Rakhine)&amp;nbsp;&quot;Kerja sama yang sudah kita lakukan dengan Myanmar  memang cukup banyak, namun bukan berarti itu cukup. Kita harus lakukan  lagi dan lagi,&quot; ujarnya saat peresmian Aliansi Kemanusiaan Indonesia  untuk Myanmar (AKIM), pada hari Kamis (31/8/2017).Cavusoglu  sendiri, dalam sebuah konferensi pers di Ankara, telah menyampaikan  langsung apresiasi terhadap Indonesia. Menurutnya, Indonesia bersama  Malaysia telah memberikan dukungan yang luar biasa pada masyarakat  Rohingnya.
(Baca juga: Bantuan untuk Myanmar Datang dari Lintas Agama, Menlu Retno: 'This is Indonesia')&quot;Negara-negara regional memiliki peran penting dalam  menyelesaikan masalah. Indonesia dan Malaysia telah memberikan dukungan  kepada Muslim Rakhine,&quot; kata Cavusoglu.
Sebelumnya, Menlu Retno mengapresiasi langkah Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar (AKIM)  dalam menyalurkan bantuan bagi penyelesaian konflik di Rakhine. AKIM  menyalurkan bantuan senilai USD2 juta (Rp26,2 miliar) di bidang  kesehatan, ekonomi, pendidikan, dan pemulihan bagi warga Rakhine.
Menurut Menlu Retno, tidak banyak negara yang dapat melakukan sinergi  yang sangat kuat antara pemerintah dengan Lembaga Swadaya Masyarakat  (LSM) di bidang kemanusiaan plus masyarakat sendiri untuk satu tujuan  membantu kemanusiaan di Myanmar. Tidak hanya itu, Menlu Retno turut  berbahagia karena sinergi antara pemerintah dan masyarakat tidak  terbatas pada atau hanya menggunakan basis agama tertentu.
&quot;Selain LSM kemanusiaan dari agama Islam, banyak bantuan kita peroleh dari umat agama lain,&quot; ujarnya.
&quot;Dengan besar hati kita katakan 'This is Indonesia' yang majemuk, yang  peduli pada situasi kemanusiaan di kawasan, yang melakukan kerjasama  secara konstruktif,&quot; sambung diplomat kelahiran Semarang itu.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia Retno  Marsudi menuturkan, dunia internasional mengapresiasi langkah yang  diambil Indonesia di Rakhine, Myanmar. Rakhine merupakan wilayah yang  dihuni etnis Rohingya, di mana kekerasan terbaru pecah.
Menlu  Retno mengatakan, salah satu negara yang mengapresiasi Indonesia adalah  Turki. Apresiasi itu disampaikan saat dirinya melakukan pembicaraan  dengan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu.&quot;Kemarin pagi  saya dapat telefon dari Menlu Turki. Kita bicara mengenai situasi di  Rakhine. Dia menyampaikan bahwa dunia melihat dan mengapresiasi  Indonesia atas perhatiannya pada Myanmar dan membantu kondisi di sana,&quot;  ucap Retno.
(Baca juga:&amp;nbsp; Wah! Warga Indonesia Salurkan Donasi Rp26,2 Miliar untuk Rakhine)&amp;nbsp;&quot;Kerja sama yang sudah kita lakukan dengan Myanmar  memang cukup banyak, namun bukan berarti itu cukup. Kita harus lakukan  lagi dan lagi,&quot; ujarnya saat peresmian Aliansi Kemanusiaan Indonesia  untuk Myanmar (AKIM), pada hari Kamis (31/8/2017).Cavusoglu  sendiri, dalam sebuah konferensi pers di Ankara, telah menyampaikan  langsung apresiasi terhadap Indonesia. Menurutnya, Indonesia bersama  Malaysia telah memberikan dukungan yang luar biasa pada masyarakat  Rohingnya.
(Baca juga: Bantuan untuk Myanmar Datang dari Lintas Agama, Menlu Retno: 'This is Indonesia')&quot;Negara-negara regional memiliki peran penting dalam  menyelesaikan masalah. Indonesia dan Malaysia telah memberikan dukungan  kepada Muslim Rakhine,&quot; kata Cavusoglu.
Sebelumnya, Menlu Retno mengapresiasi langkah Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar (AKIM)  dalam menyalurkan bantuan bagi penyelesaian konflik di Rakhine. AKIM  menyalurkan bantuan senilai USD2 juta (Rp26,2 miliar) di bidang  kesehatan, ekonomi, pendidikan, dan pemulihan bagi warga Rakhine.
Menurut Menlu Retno, tidak banyak negara yang dapat melakukan sinergi  yang sangat kuat antara pemerintah dengan Lembaga Swadaya Masyarakat  (LSM) di bidang kemanusiaan plus masyarakat sendiri untuk satu tujuan  membantu kemanusiaan di Myanmar. Tidak hanya itu, Menlu Retno turut  berbahagia karena sinergi antara pemerintah dan masyarakat tidak  terbatas pada atau hanya menggunakan basis agama tertentu.
&quot;Selain LSM kemanusiaan dari agama Islam, banyak bantuan kita peroleh dari umat agama lain,&quot; ujarnya.
&quot;Dengan besar hati kita katakan 'This is Indonesia' yang majemuk, yang  peduli pada situasi kemanusiaan di kawasan, yang melakukan kerjasama  secara konstruktif,&quot; sambung diplomat kelahiran Semarang itu.</content:encoded></item></channel></rss>
