<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ya Ampun! Dalam Sepekan, 130 Muslim Rohingya Diduga Dibunuh dan Dikubur Massal</title><description>Pasukan keamanan Myanmar dilaporkan melakukan pembantaian  etnis Muslim Rohingya secara besar-besaran dalam sepekan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/01/18/1767521/ya-ampun-dalam-sepekan-130-muslim-rohingya-diduga-dibunuh-dan-dikubur-massal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/01/18/1767521/ya-ampun-dalam-sepekan-130-muslim-rohingya-diduga-dibunuh-dan-dikubur-massal"/><item><title>Ya Ampun! Dalam Sepekan, 130 Muslim Rohingya Diduga Dibunuh dan Dikubur Massal</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/01/18/1767521/ya-ampun-dalam-sepekan-130-muslim-rohingya-diduga-dibunuh-dan-dikubur-massal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/01/18/1767521/ya-ampun-dalam-sepekan-130-muslim-rohingya-diduga-dibunuh-dan-dikubur-massal</guid><pubDate>Jum'at 01 September 2017 11:26 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/01/18/1767521/ya-ampun-dalam-sepekan-130-muslim-rohingya-dibunuh-dan-dikubur-massal-ctEn2dkPg4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sebuah desa di Rakhine dibakar. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/01/18/1767521/ya-ampun-dalam-sepekan-130-muslim-rohingya-dibunuh-dan-dikubur-massal-ctEn2dkPg4.jpg</image><title>Sebuah desa di Rakhine dibakar. (Foto: Reuters)</title></images><description>YANGON - Sebuah laporan dari para aktivis menyebut  pasukan keamanan Myanmar melakukan pembantaian  etnis Muslim Rohingya secara besar-besaran dalam sepekan. Dalam laporan  disebutkan, sekitar 130 orang, termasuk wanita dan anak-anak Rohingya  dibunuh.
Pembantaian massal seperti dilaporkan ABC Jumat (1/9/2017) dengan mengutip dua sumber terpisah, terjadi di Desa Chut Pyin, dekat Kota Rathedaung, Myanmar barat.&amp;rdquo;Sejauh  ini laporan&amp;mdash;menurut saya cukup kredibel&amp;mdash;menyebutkan sekitar 130 orang  termasuk wanita dan anak-anak terbunuh,&amp;rdquo; kata Chris Lewa, Direktur The  Arakan Project, lembaga kemanusiaan yang bekerja dengan komunitas  Rohingya.&quot;Itu terjadi pada hari Minggu ketika pasukan keamanan  tiba-tiba mengepung seluruh wilayah, bersama dengan penduduk desa  Rakhine, sepertinya ini adalah pembantaian besar-besaran di Rathedaung,&amp;rdquo;  kata Lewa.
(Baca juga: Tegas! Erdogan Desak Para Pemimpin Negara Islam Tolong Muslim Rohingya)Kekerasan terbaru pecah di Rakhine pada Kamis malam  atau Jumat dini hari pekan lalu ketika sebuah kelompok gerilyawan  menyerang pos-pos polisi yang menewaskan 12 petugas. Kelompok Arakan  Rohingya Salvation Army (ARSA) mengklaim bertanggung jawab atas serangan  itu dengan dalih sebagai sikap pembelaan terhadap warga Rohingya.Pasukan  keamanan Myanmar mengatakan bahwa mereka telah membunuh setidaknya 80  militan. Tapi, ada laporan tentang pembunuhan dan pembakaran desa-desa  secara meluas di Rakhine, Myanmar.Sebuah video yang diterima ABC dari pemantau hak asasi manusia menunjukkan Desa Chut Pyin dibakar da  nada kuburan yang baru digali berisi jasad orang-orang yang dibunuh.&amp;rdquo;Di  sinilah mayat-mayat dari Desa Chut Pyin dikuburkan, mereka mengubur  10-20 mayat, meletakkan dua sampai tiga mayat di setiap lubang,&amp;rdquo; kata  seorang pria tidak dikenal di video tersebut.
(Baca juga: Bantuan untuk Myanmar Datang dari Lintas Agama, Menlu Retno: 'This is Indonesia')Kuburan tersebut  diduga digali pada hari Minggu malam di Desa Ah Htet Nan Yar, sebelah  selatan Chut Pyin. Kuburan itu berisi banyak mayat yang diduga dibakar  pasukan keamanan Myanmar.&amp;rdquo;Sejauh ini mereka telah mencatat  sekitar 135 nama di daftar kematian (di desa),&amp;rdquo; lanjut pria yang  memberikan kesaksian dalam video tersebut.
Akses wartawan ke Rakhine ditutup pemerintah Myanmar, sehingga tidak  memungkinkan verifikasi independen atas video maupun tuduhan pembantaian  yang dilakukan pasukan negara itu.Lewa mengatakan bahwa serangan gerilyawan tersebut benar-benar ditangani langsung oleh tangan-tangan militer.&amp;rdquo;Ini  benar-benar memberi kesempatan kepada pihak berwenang bersama dengan  (kelompok main hakim sendiri) Rakhine untuk mengusir semua (warga)  Rohingya dari Rakhine utara dan jadi saya pikir itu pasti pembersihan  etnis,&amp;rdquo; ujar Lewa.PBB mengatakan 27.000 warga Rohingya telah  melarikan diri ke Bangladesh sejak Jumat pekan lalu, namun Lewa  mengatakan bahwa itu baru permulaan.&amp;rdquo;Saya pikir kita akan  melihat eksodus besar-besaran ke Bangladesh, puluhan ribu orang, mungkin  ratusan ribu orang yang akan berakhir di Bangladesh,&amp;rdquo; katanya.Fotografer  dan pemantau hak asasi manusia Saiful Huq Omi yang telah mengikuti isu  kekerasan di Rakhine selama lebih dari satu dekade mengatakan bahwa  putaran kekerasan terbaru ini belum pernah terjadi sebelumnya.&amp;rdquo;Terkadang  kita melihat pemerkosaan, penyiksaan, pemerasan, dan cara-cara lain  yang sistematis telah digunakan, namun kali ini merupakan inisiatif  penuh untuk benar-benar menghilangkan orang Rohingya dari tanah mereka,&amp;rdquo;  katanya.Pemerintah Myanmar mengatakan bahwa pihaknya melakukan  tindakan militer yang dapat dibenarkan terhadap ancaman teroris. Namun  bagi banyak pengamat, &quot;operasi pembersihan&quot; menjurus pada pembersihan  etnis.</description><content:encoded>YANGON - Sebuah laporan dari para aktivis menyebut  pasukan keamanan Myanmar melakukan pembantaian  etnis Muslim Rohingya secara besar-besaran dalam sepekan. Dalam laporan  disebutkan, sekitar 130 orang, termasuk wanita dan anak-anak Rohingya  dibunuh.
Pembantaian massal seperti dilaporkan ABC Jumat (1/9/2017) dengan mengutip dua sumber terpisah, terjadi di Desa Chut Pyin, dekat Kota Rathedaung, Myanmar barat.&amp;rdquo;Sejauh  ini laporan&amp;mdash;menurut saya cukup kredibel&amp;mdash;menyebutkan sekitar 130 orang  termasuk wanita dan anak-anak terbunuh,&amp;rdquo; kata Chris Lewa, Direktur The  Arakan Project, lembaga kemanusiaan yang bekerja dengan komunitas  Rohingya.&quot;Itu terjadi pada hari Minggu ketika pasukan keamanan  tiba-tiba mengepung seluruh wilayah, bersama dengan penduduk desa  Rakhine, sepertinya ini adalah pembantaian besar-besaran di Rathedaung,&amp;rdquo;  kata Lewa.
(Baca juga: Tegas! Erdogan Desak Para Pemimpin Negara Islam Tolong Muslim Rohingya)Kekerasan terbaru pecah di Rakhine pada Kamis malam  atau Jumat dini hari pekan lalu ketika sebuah kelompok gerilyawan  menyerang pos-pos polisi yang menewaskan 12 petugas. Kelompok Arakan  Rohingya Salvation Army (ARSA) mengklaim bertanggung jawab atas serangan  itu dengan dalih sebagai sikap pembelaan terhadap warga Rohingya.Pasukan  keamanan Myanmar mengatakan bahwa mereka telah membunuh setidaknya 80  militan. Tapi, ada laporan tentang pembunuhan dan pembakaran desa-desa  secara meluas di Rakhine, Myanmar.Sebuah video yang diterima ABC dari pemantau hak asasi manusia menunjukkan Desa Chut Pyin dibakar da  nada kuburan yang baru digali berisi jasad orang-orang yang dibunuh.&amp;rdquo;Di  sinilah mayat-mayat dari Desa Chut Pyin dikuburkan, mereka mengubur  10-20 mayat, meletakkan dua sampai tiga mayat di setiap lubang,&amp;rdquo; kata  seorang pria tidak dikenal di video tersebut.
(Baca juga: Bantuan untuk Myanmar Datang dari Lintas Agama, Menlu Retno: 'This is Indonesia')Kuburan tersebut  diduga digali pada hari Minggu malam di Desa Ah Htet Nan Yar, sebelah  selatan Chut Pyin. Kuburan itu berisi banyak mayat yang diduga dibakar  pasukan keamanan Myanmar.&amp;rdquo;Sejauh ini mereka telah mencatat  sekitar 135 nama di daftar kematian (di desa),&amp;rdquo; lanjut pria yang  memberikan kesaksian dalam video tersebut.
Akses wartawan ke Rakhine ditutup pemerintah Myanmar, sehingga tidak  memungkinkan verifikasi independen atas video maupun tuduhan pembantaian  yang dilakukan pasukan negara itu.Lewa mengatakan bahwa serangan gerilyawan tersebut benar-benar ditangani langsung oleh tangan-tangan militer.&amp;rdquo;Ini  benar-benar memberi kesempatan kepada pihak berwenang bersama dengan  (kelompok main hakim sendiri) Rakhine untuk mengusir semua (warga)  Rohingya dari Rakhine utara dan jadi saya pikir itu pasti pembersihan  etnis,&amp;rdquo; ujar Lewa.PBB mengatakan 27.000 warga Rohingya telah  melarikan diri ke Bangladesh sejak Jumat pekan lalu, namun Lewa  mengatakan bahwa itu baru permulaan.&amp;rdquo;Saya pikir kita akan  melihat eksodus besar-besaran ke Bangladesh, puluhan ribu orang, mungkin  ratusan ribu orang yang akan berakhir di Bangladesh,&amp;rdquo; katanya.Fotografer  dan pemantau hak asasi manusia Saiful Huq Omi yang telah mengikuti isu  kekerasan di Rakhine selama lebih dari satu dekade mengatakan bahwa  putaran kekerasan terbaru ini belum pernah terjadi sebelumnya.&amp;rdquo;Terkadang  kita melihat pemerkosaan, penyiksaan, pemerasan, dan cara-cara lain  yang sistematis telah digunakan, namun kali ini merupakan inisiatif  penuh untuk benar-benar menghilangkan orang Rohingya dari tanah mereka,&amp;rdquo;  katanya.Pemerintah Myanmar mengatakan bahwa pihaknya melakukan  tindakan militer yang dapat dibenarkan terhadap ancaman teroris. Namun  bagi banyak pengamat, &quot;operasi pembersihan&quot; menjurus pada pembersihan  etnis.</content:encoded></item></channel></rss>
