<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mantap! AS Peringatkan Myanmar Menahan Diri dan Menghentikan Kekerasan ke Muslim Rohingya</title><description>Imbauan itu muncul  setelah laporan kematian warga sipil di antara populasi Muslim Rohingya  di negara bagian Rakhine.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/01/18/1767528/mantap-as-peringatkan-myanmar-menahan-diri-dan-menghentikan-kekerasan-ke-muslim-rohingya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/01/18/1767528/mantap-as-peringatkan-myanmar-menahan-diri-dan-menghentikan-kekerasan-ke-muslim-rohingya"/><item><title>Mantap! AS Peringatkan Myanmar Menahan Diri dan Menghentikan Kekerasan ke Muslim Rohingya</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/01/18/1767528/mantap-as-peringatkan-myanmar-menahan-diri-dan-menghentikan-kekerasan-ke-muslim-rohingya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/01/18/1767528/mantap-as-peringatkan-myanmar-menahan-diri-dan-menghentikan-kekerasan-ke-muslim-rohingya</guid><pubDate>Jum'at 01 September 2017 11:41 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/01/18/1767528/mantap-as-peringatkan-myanmar-menahan-diri-dan-menghentikan-kekerasan-ke-muslim-rohingya-cxmh0CIx9y.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Muslim Rohingya di Bangladesh. (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/01/18/1767528/mantap-as-peringatkan-myanmar-menahan-diri-dan-menghentikan-kekerasan-ke-muslim-rohingya-cxmh0CIx9y.jpg</image><title>Muslim Rohingya di Bangladesh. (Foto: AFP)</title></images><description>NEW YORK - Dubes Amerika Serikat (AS) untuk PBB  mendesak pemerintah Myanmar untuk menahan diri. Imbauan itu muncul  setelah laporan kematian warga sipil di antara populasi Muslim Rohingya  di negara bagian Rakhine.
&quot;AS mendukung demokrasi untuk rakyat  Myanmar, dan kami mengutuk serangan kelompok militan di Negara bagian  Rakhine,&quot; kata Nikki Haley dalam sebuah pernyataan seperti dilansir dari  Anadolu, Jumat (1/9/2017).&quot;Namun, karena pasukan  Myanmar bertindak untuk mencegah kekerasan lebih lanjut, mereka memiliki  tanggung jawab untuk mematuhi hukum internasional, yang mencakup  menahan diri untuk tidak menyerang warga sipil dan pekerja bantuan yang  tidak bersalah dan memastikan bantuan menjangkau mereka yang  membutuhkan,&quot; tambahnya.Pernyataan tersebut muncul setelah Dewan  Keamanan mengadakan perundingan informal mengenai kekerasan tersebut.  Pembicaraan berakhir tanpa sebuah pernyataan atau pesan resmi.
(Baca juga: Ya Ampun! Dalam Sepekan, 130 Muslim Rohingya Diduga Dibunuh dan Dikubur Massal)Kekerasan  baru meletus di negara bagian Rakhine pada 25 Agustus ketika pasukan  keamanan negara tersebut melancarkan operasi terhadap komunitas Muslim  Rohingya. Ini memicu masuknya pengungsi baru dari seluruh negeri menuju  negara tetangga Bangladesh yang telah menampung 400 ribu Rohingya dan  telah menutup perbatasannya untuk para pengungsi.Daerah ini telah mengalami ketegangan antara populasi Buddha dan Muslim sejak kekerasan komunal terjadi pada tahun 2012.
(Baca juga: Tegas! Erdogan Desak Para Pemimpin Negara Islam Tolong Muslim Rohingya)Sebuah  tindakan represif yang dilakukan pada bulan Oktober lalu di Maungdaw,  di mana Rohingya menjadi mayoritas, menyebabkan sebuah laporan PBB  mengenai pelanggaran hak asasi manusia oleh pasukan keamanan yang  mengindikasikan kejahatan terhadap kemanusiaan.PBB  mendokumentasikan perkosaan kelompok massal, pembunuhan-termasuk bayi  dan anak kecil-pemukulan dan penghilangan secara brutal. Perwakilan  Rohingya mengatakan sekitar 400 korban tewas dalam tindakan represif  tersebut.</description><content:encoded>NEW YORK - Dubes Amerika Serikat (AS) untuk PBB  mendesak pemerintah Myanmar untuk menahan diri. Imbauan itu muncul  setelah laporan kematian warga sipil di antara populasi Muslim Rohingya  di negara bagian Rakhine.
&quot;AS mendukung demokrasi untuk rakyat  Myanmar, dan kami mengutuk serangan kelompok militan di Negara bagian  Rakhine,&quot; kata Nikki Haley dalam sebuah pernyataan seperti dilansir dari  Anadolu, Jumat (1/9/2017).&quot;Namun, karena pasukan  Myanmar bertindak untuk mencegah kekerasan lebih lanjut, mereka memiliki  tanggung jawab untuk mematuhi hukum internasional, yang mencakup  menahan diri untuk tidak menyerang warga sipil dan pekerja bantuan yang  tidak bersalah dan memastikan bantuan menjangkau mereka yang  membutuhkan,&quot; tambahnya.Pernyataan tersebut muncul setelah Dewan  Keamanan mengadakan perundingan informal mengenai kekerasan tersebut.  Pembicaraan berakhir tanpa sebuah pernyataan atau pesan resmi.
(Baca juga: Ya Ampun! Dalam Sepekan, 130 Muslim Rohingya Diduga Dibunuh dan Dikubur Massal)Kekerasan  baru meletus di negara bagian Rakhine pada 25 Agustus ketika pasukan  keamanan negara tersebut melancarkan operasi terhadap komunitas Muslim  Rohingya. Ini memicu masuknya pengungsi baru dari seluruh negeri menuju  negara tetangga Bangladesh yang telah menampung 400 ribu Rohingya dan  telah menutup perbatasannya untuk para pengungsi.Daerah ini telah mengalami ketegangan antara populasi Buddha dan Muslim sejak kekerasan komunal terjadi pada tahun 2012.
(Baca juga: Tegas! Erdogan Desak Para Pemimpin Negara Islam Tolong Muslim Rohingya)Sebuah  tindakan represif yang dilakukan pada bulan Oktober lalu di Maungdaw,  di mana Rohingya menjadi mayoritas, menyebabkan sebuah laporan PBB  mengenai pelanggaran hak asasi manusia oleh pasukan keamanan yang  mengindikasikan kejahatan terhadap kemanusiaan.PBB  mendokumentasikan perkosaan kelompok massal, pembunuhan-termasuk bayi  dan anak kecil-pemukulan dan penghilangan secara brutal. Perwakilan  Rohingya mengatakan sekitar 400 korban tewas dalam tindakan represif  tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
