<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Simak! Fakta Seputar Kriminalitas di Jakarta, dari Waktu Kejahatan Meningkat hingga Tempat Paling Rawan</title><description>DKI Jakarta, ibu kota negara, belum aman dari aksi kejahatan.   Perampokan, pembunuhan, pembegalan, dan pemerkosaan masih mengintai   warga.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/02/338/1768000/simak-fakta-seputar-kriminalitas-di-jakarta-dari-waktu-kejahatan-meningkat-hingga-tempat-paling-rawan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/02/338/1768000/simak-fakta-seputar-kriminalitas-di-jakarta-dari-waktu-kejahatan-meningkat-hingga-tempat-paling-rawan"/><item><title>Simak! Fakta Seputar Kriminalitas di Jakarta, dari Waktu Kejahatan Meningkat hingga Tempat Paling Rawan</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/02/338/1768000/simak-fakta-seputar-kriminalitas-di-jakarta-dari-waktu-kejahatan-meningkat-hingga-tempat-paling-rawan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/02/338/1768000/simak-fakta-seputar-kriminalitas-di-jakarta-dari-waktu-kejahatan-meningkat-hingga-tempat-paling-rawan</guid><pubDate>Sabtu 02 September 2017 13:56 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/02/338/1768000/simak-fakta-seputar-kriminalitas-di-jakarta-dari-waktu-kejahatan-meningkat-hingga-tempat-paling-rawan-OklCHbjrfA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/02/338/1768000/simak-fakta-seputar-kriminalitas-di-jakarta-dari-waktu-kejahatan-meningkat-hingga-tempat-paling-rawan-OklCHbjrfA.jpg</image><title>Ilustrasi.</title></images><description>JAKARTA - DKI Jakarta, ibu kota negara, belum aman dari aksi kejahatan.  Perampokan, pembunuhan, pembegalan, dan pemerkosaan, masih mengintai  warga.
Karena itu, kewaspadaan di tempat-tempat rawan perlu ditingkatkan.  Berdasarkan catatan Polda Metro Jaya, terdapat puluhan titik rawan  kriminalitas di Jakarta. Di Jakarta Pusat seperti perempatan Coca-cola,  Stasiun Senen; di Jakarta Barat seperti Taman Sari, Tambora, kolong  jembatan Grogol; Terminal Pulo Gadung, Jakarta Timur; dan Tanjung Priok,  Jakarta Utara.
Sepanjang 2016 angka kejahatan menurun dibanding tahun  sebelumnya, tapi waktu kejahatan (crime clock) mengalami percepatan  selama 8 detik. Pada 2015, waktu kejahatan 12 menit 26 detik menjadi 12  menit 18 detik.   Artinya, pada 2016 setiap 12 menit 18 detik terdapat satu kasus  kejahatan di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Secara umum, situasi  keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) mengalami penurunan angka  kriminalitas. Dari 44.304 kasus pada 2015 menjadi 42.149 kasus pada  2016 atau turun sekitar 3%. Meski demikian, pada tahun lalu terjadi  kasus-kasus menonjol, seperti perampokan yang mengalami kenaikan 12%  dari 2015. Kasus pencurian dengan kekerasan (curas) sebanyak 641 kasus  (2015) menjadi 719 kasus (2016).
(Baca juga: Tiga Hari Terjadi 2 Penembakan, Mabes Polri: Segera Lapor kalau Lihat Senpi Rakitan!)
Meski terjadi peningkatan kasus curas, terdapat penurunan angka  kriminalitas pada kasus pencurian dengan pemberatan (curat),  penganiayaan berat (anirat), dan pembunuhan. Kasus curat menurun 9,96%  dari 1.004 kasus pada 2015 menjadi 904 kasus pada 2016.
Kasus pembunuhan  menurun 4 kasus atau 5% dari 75 kasus pada 2015 menjadi 71 kasus pada  2016. Pada Juni 2017, publik digemparkan oleh kasus perampokan yang  menimpa pengusaha Davidson Tantono di SPBU Jalan Daan Mogot, Cengkareng,  Jakarta Barat. Korban dibuntuti seusai mengambil uang di bank, kemudian  ditembak dari jarak dekat di SPBU. Pelaku membawa kabur Rp300 juta. Setelah beberapa hari polisi melakukan pengejaran akhirnya pelaku  berhasil ditangkap.
Kriminolog Universitas Indonesia Ikraq Sulhin  menilai, secara kualitas aksi kejahatan di wilayah Jakarta dan  sekitarnya mengalami peningkatan. Para pelaku kejahatan nekat  menggunakan senjata api untuk melumpuhkan korbannya. Ini tak lepas dari  peredaran senjata api di pasar gelap, mulai dari senjata sewaan hingga  senjata ilegal.
&amp;rdquo;Sebab, nomor seri senjata-senjata gelap tidak terdaftar.  Polisi pasti akan kesulitan melakukan pelacakan,&amp;rdquo; ujar Ikraq di Jakarta  kemarin.
Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono,  aksi sadis dan membahayakan pelaku kejahatan sudah membuat resah warga  Ibu Kota. Maka itu, tindakan tegas dan terukur harus dilakukan oleh  anggota di lapangan.   &amp;rdquo;Tentunya dengan prosedur yang berlaku,&amp;rdquo; katanya. Anggota yang menindak  tegas pelaku kejahatan berimbas positif. Ada pelaku yang justru  menyerahkan diri seperti pelaku penembakan terhadap Italia, warga  Tangerang, dan Davidson.
&amp;rdquo;Kita juga pernah menembak mati pelaku begal  yang beraksi di Jakarta Timur,&amp;rdquo; tegasnya.
Aksi pelaku kejahatan memang  dilakukan oleh kelompok berbeda, tapi kepolisian sudah memiliki database  yang cukup. Database tersebut kumpulan para pelaku yang sudah beraksi  sebelumnya karena motif dan aksi mereka pastinya tidak banyak mengalami  perubahan.   Dari angka kamtibmas dibandingkan tahun lalu bedanya jauh sekali.  Anggota patroli siang-malam untuk mengamankan wilayah Ibu Kota, tapi  pelaku yang menggunakan senjata api juga cukup banyak. Meski demikian,  polisi berhasil mengungkap pabrik pembuatan senpi ilegal di Jawa Barat  beberapa waktu lalu.</description><content:encoded>JAKARTA - DKI Jakarta, ibu kota negara, belum aman dari aksi kejahatan.  Perampokan, pembunuhan, pembegalan, dan pemerkosaan, masih mengintai  warga.
Karena itu, kewaspadaan di tempat-tempat rawan perlu ditingkatkan.  Berdasarkan catatan Polda Metro Jaya, terdapat puluhan titik rawan  kriminalitas di Jakarta. Di Jakarta Pusat seperti perempatan Coca-cola,  Stasiun Senen; di Jakarta Barat seperti Taman Sari, Tambora, kolong  jembatan Grogol; Terminal Pulo Gadung, Jakarta Timur; dan Tanjung Priok,  Jakarta Utara.
Sepanjang 2016 angka kejahatan menurun dibanding tahun  sebelumnya, tapi waktu kejahatan (crime clock) mengalami percepatan  selama 8 detik. Pada 2015, waktu kejahatan 12 menit 26 detik menjadi 12  menit 18 detik.   Artinya, pada 2016 setiap 12 menit 18 detik terdapat satu kasus  kejahatan di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Secara umum, situasi  keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) mengalami penurunan angka  kriminalitas. Dari 44.304 kasus pada 2015 menjadi 42.149 kasus pada  2016 atau turun sekitar 3%. Meski demikian, pada tahun lalu terjadi  kasus-kasus menonjol, seperti perampokan yang mengalami kenaikan 12%  dari 2015. Kasus pencurian dengan kekerasan (curas) sebanyak 641 kasus  (2015) menjadi 719 kasus (2016).
(Baca juga: Tiga Hari Terjadi 2 Penembakan, Mabes Polri: Segera Lapor kalau Lihat Senpi Rakitan!)
Meski terjadi peningkatan kasus curas, terdapat penurunan angka  kriminalitas pada kasus pencurian dengan pemberatan (curat),  penganiayaan berat (anirat), dan pembunuhan. Kasus curat menurun 9,96%  dari 1.004 kasus pada 2015 menjadi 904 kasus pada 2016.
Kasus pembunuhan  menurun 4 kasus atau 5% dari 75 kasus pada 2015 menjadi 71 kasus pada  2016. Pada Juni 2017, publik digemparkan oleh kasus perampokan yang  menimpa pengusaha Davidson Tantono di SPBU Jalan Daan Mogot, Cengkareng,  Jakarta Barat. Korban dibuntuti seusai mengambil uang di bank, kemudian  ditembak dari jarak dekat di SPBU. Pelaku membawa kabur Rp300 juta. Setelah beberapa hari polisi melakukan pengejaran akhirnya pelaku  berhasil ditangkap.
Kriminolog Universitas Indonesia Ikraq Sulhin  menilai, secara kualitas aksi kejahatan di wilayah Jakarta dan  sekitarnya mengalami peningkatan. Para pelaku kejahatan nekat  menggunakan senjata api untuk melumpuhkan korbannya. Ini tak lepas dari  peredaran senjata api di pasar gelap, mulai dari senjata sewaan hingga  senjata ilegal.
&amp;rdquo;Sebab, nomor seri senjata-senjata gelap tidak terdaftar.  Polisi pasti akan kesulitan melakukan pelacakan,&amp;rdquo; ujar Ikraq di Jakarta  kemarin.
Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono,  aksi sadis dan membahayakan pelaku kejahatan sudah membuat resah warga  Ibu Kota. Maka itu, tindakan tegas dan terukur harus dilakukan oleh  anggota di lapangan.   &amp;rdquo;Tentunya dengan prosedur yang berlaku,&amp;rdquo; katanya. Anggota yang menindak  tegas pelaku kejahatan berimbas positif. Ada pelaku yang justru  menyerahkan diri seperti pelaku penembakan terhadap Italia, warga  Tangerang, dan Davidson.
&amp;rdquo;Kita juga pernah menembak mati pelaku begal  yang beraksi di Jakarta Timur,&amp;rdquo; tegasnya.
Aksi pelaku kejahatan memang  dilakukan oleh kelompok berbeda, tapi kepolisian sudah memiliki database  yang cukup. Database tersebut kumpulan para pelaku yang sudah beraksi  sebelumnya karena motif dan aksi mereka pastinya tidak banyak mengalami  perubahan.   Dari angka kamtibmas dibandingkan tahun lalu bedanya jauh sekali.  Anggota patroli siang-malam untuk mengamankan wilayah Ibu Kota, tapi  pelaku yang menggunakan senjata api juga cukup banyak. Meski demikian,  polisi berhasil mengungkap pabrik pembuatan senpi ilegal di Jawa Barat  beberapa waktu lalu.</content:encoded></item></channel></rss>
