<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>HISTORIPEDIA: 30 Tahun Melawan, Pejuang Terakhir Suku Asli Indian Akhirnya Menyerah</title><description>Geronimo menyerah karena menilai perlawanan yang dilakukannya sudah tidak ada gunanya karena pasukan terus berkurang.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/04/18/1768639/historipedia-30-tahun-melawan-pejuang-terakhir-suku-asli-indian-akhirnya-menyerah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/04/18/1768639/historipedia-30-tahun-melawan-pejuang-terakhir-suku-asli-indian-akhirnya-menyerah"/><item><title>HISTORIPEDIA: 30 Tahun Melawan, Pejuang Terakhir Suku Asli Indian Akhirnya Menyerah</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/04/18/1768639/historipedia-30-tahun-melawan-pejuang-terakhir-suku-asli-indian-akhirnya-menyerah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/04/18/1768639/historipedia-30-tahun-melawan-pejuang-terakhir-suku-asli-indian-akhirnya-menyerah</guid><pubDate>Senin 04 September 2017 06:01 WIB</pubDate><dc:creator>Wikanto Arungbudoyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/04/18/1768639/historipedia-30-tahun-melawan-pejuang-terakhir-suku-asli-indian-akhirnya-menyerah-np7pdgldcE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Geronimo, pemimpin tentara suku Apache, akhirnya menyerah pada 4 September 1886 (Foto: Indian Country Today)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/04/18/1768639/historipedia-30-tahun-melawan-pejuang-terakhir-suku-asli-indian-akhirnya-menyerah-np7pdgldcE.jpg</image><title>Geronimo, pemimpin tentara suku Apache, akhirnya menyerah pada 4 September 1886 (Foto: Indian Country Today)</title></images><description>PERJUANGAN selama 30 tahun melawan kaum kulit putih yang menginvasi tanah kelahirannya harus berakhir. Geronimo, sang pejuang dari suku Indian Apache, akhirnya menyerah kepada tentara Amerika Serikat (AS) di Tebing Tengkorak, Arizona, pada 4 September 1886.
Semasa hidupnya, Geronimo yang dikenal dengan nama lain Goyalkla, mengalami sejumlah tragedi memilukan. Tentara Meksiko membunuh istri dan anak-anaknya dalam sebuah serangan di Chihuahua. Meski kemudian ia menikah lagi dan membangun keluarga baru, luka yang dalam itu meninggalkan dendam membara bagi Meksiko.
Pejuang asli suku Indian itu beroperasi di sekitar perbatasan antara Meksiko dengan AS, tepatnya antara Sierra Madre dan Arizona. Ia selalu berhasil memimpin kelompok berisi 50 orang untuk mengusir para penjajah dari tanah suku Apache selama puluhan tahun.
Geronimo tidak pernah belajar cara menyandang senjata, tetapi dia membekali bala pasukannya dengan senjata api modern yang berhasil dicuri. Ia juga mahir menggunakan teropong untuk mengawasi musuh selama perjuangan tersebut.
Ia dikenal sebagai seorang pengatur strategi yang brilian. Pengetahuan yang luas akan kondisi padang pasir yang gersang menjadi keuntungan terbesar baginya. Selama bertahun-tahun, Geronimo dan pasukannya berhasil memukul mundur pasukan pimpinan dua komandan militer AS, Jenderal George Cook dan Jenderal Nelson Miles yang ditugaskan untuk menyingkirkan suku asli Indian.
Namun, mengutip dari History, Senin (4/9/2017), sang pejuang akhirnya menyerah pada 1886. Geronimo merasa tidak ada gunanya terus bertarung dan melakukan perlawanan. Sebab, terlalu banyak pasukan kulit putih, sementara pasukan Apache semakin lama semakin sedikit.
Geronimo menyerahkan diri sehingga tercatat sebagai pejuang terakhir Indian yang menyerah secara formal kepada AS. Ia lantas dijebloskan ke penjara selama beberapa tahun.
Setelah menjalani hukuman, ia dinyatakan bebas dan pindah ke Oklahoma. Geronimo lantas dibaptis sebagai seorang penganut Kristen dan banting setir menjadi petani yang sukses. Ia juga kadang ditugaskan sebagai pemandu bakat dan penasihat bagi militer AS.
Kepopuleran namanya membuat Geronimo ditunjuk sebagai salah satu dari saksi mata pelantikan Presiden Theodore Roosevelt pada 1905. Geronimo meninggal dunia di Oklahoma pada 1909 ketika masih bertugas sebagai pemandu bakat di militer AS.</description><content:encoded>PERJUANGAN selama 30 tahun melawan kaum kulit putih yang menginvasi tanah kelahirannya harus berakhir. Geronimo, sang pejuang dari suku Indian Apache, akhirnya menyerah kepada tentara Amerika Serikat (AS) di Tebing Tengkorak, Arizona, pada 4 September 1886.
Semasa hidupnya, Geronimo yang dikenal dengan nama lain Goyalkla, mengalami sejumlah tragedi memilukan. Tentara Meksiko membunuh istri dan anak-anaknya dalam sebuah serangan di Chihuahua. Meski kemudian ia menikah lagi dan membangun keluarga baru, luka yang dalam itu meninggalkan dendam membara bagi Meksiko.
Pejuang asli suku Indian itu beroperasi di sekitar perbatasan antara Meksiko dengan AS, tepatnya antara Sierra Madre dan Arizona. Ia selalu berhasil memimpin kelompok berisi 50 orang untuk mengusir para penjajah dari tanah suku Apache selama puluhan tahun.
Geronimo tidak pernah belajar cara menyandang senjata, tetapi dia membekali bala pasukannya dengan senjata api modern yang berhasil dicuri. Ia juga mahir menggunakan teropong untuk mengawasi musuh selama perjuangan tersebut.
Ia dikenal sebagai seorang pengatur strategi yang brilian. Pengetahuan yang luas akan kondisi padang pasir yang gersang menjadi keuntungan terbesar baginya. Selama bertahun-tahun, Geronimo dan pasukannya berhasil memukul mundur pasukan pimpinan dua komandan militer AS, Jenderal George Cook dan Jenderal Nelson Miles yang ditugaskan untuk menyingkirkan suku asli Indian.
Namun, mengutip dari History, Senin (4/9/2017), sang pejuang akhirnya menyerah pada 1886. Geronimo merasa tidak ada gunanya terus bertarung dan melakukan perlawanan. Sebab, terlalu banyak pasukan kulit putih, sementara pasukan Apache semakin lama semakin sedikit.
Geronimo menyerahkan diri sehingga tercatat sebagai pejuang terakhir Indian yang menyerah secara formal kepada AS. Ia lantas dijebloskan ke penjara selama beberapa tahun.
Setelah menjalani hukuman, ia dinyatakan bebas dan pindah ke Oklahoma. Geronimo lantas dibaptis sebagai seorang penganut Kristen dan banting setir menjadi petani yang sukses. Ia juga kadang ditugaskan sebagai pemandu bakat dan penasihat bagi militer AS.
Kepopuleran namanya membuat Geronimo ditunjuk sebagai salah satu dari saksi mata pelantikan Presiden Theodore Roosevelt pada 1905. Geronimo meninggal dunia di Oklahoma pada 1909 ketika masih bertugas sebagai pemandu bakat di militer AS.</content:encoded></item></channel></rss>
