<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Nah! Bantah Klaim Militer Myanmar, Aktivis: 1.000 Muslim Rohingya Dibantai, Bukan 400!</title><description>Aktivis HAM Rohingya mengungkap bahwa sekitar  1.000 warga Rohingya, terutama warga sipil telah dibantai tentara  Myanmar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/04/18/1768754/nah-bantah-klaim-militer-myanmar-aktivis-1-000-muslim-rohingya-dibantai-bukan-400</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/04/18/1768754/nah-bantah-klaim-militer-myanmar-aktivis-1-000-muslim-rohingya-dibantai-bukan-400"/><item><title>Nah! Bantah Klaim Militer Myanmar, Aktivis: 1.000 Muslim Rohingya Dibantai, Bukan 400!</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/04/18/1768754/nah-bantah-klaim-militer-myanmar-aktivis-1-000-muslim-rohingya-dibantai-bukan-400</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/04/18/1768754/nah-bantah-klaim-militer-myanmar-aktivis-1-000-muslim-rohingya-dibantai-bukan-400</guid><pubDate>Senin 04 September 2017 10:52 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/04/18/1768754/nah-bantah-klaim-militer-myanmar-aktivis-1-000-muslim-rohingya-dibantai-bukan-400-19nVWYTVJL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Salah satu desa di Rakhine dibakar. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/04/18/1768754/nah-bantah-klaim-militer-myanmar-aktivis-1-000-muslim-rohingya-dibantai-bukan-400-19nVWYTVJL.jpg</image><title>Salah satu desa di Rakhine dibakar. (Foto: Reuters)</title></images><description>YANGON - Aktivis HAM Rohingya mengungkap bahwa sekitar  1.000 warga Rohingya, terutama warga sipil telah dibantai tentara  Myanmar. Sementara itu, pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu  Kyi semakin tersudut, di mana para pemimpin sejumlah negara menekannya  untuk menghentikan kekerasan di negara bagian Rakhine.
Pengungkapan  data baru oleh aktivis untuk menyangkal klaim militer yang hanya  mengakui bahwa hampir 400 orang tewas dalam konflik terbaru di Rakhine.&amp;rdquo;Ada  1.000 orang Rohingya yang dikonfirmasi yang telah dibunuh oleh tentara  Burma (Myanmar) dan jumlah korban tewas tersebut mungkin jauh lebih  tinggi,&amp;rdquo; kata Tun Khin, Presiden Organisasi Rohingya Burma.&amp;rdquo;Militer membakar banyak desa. Mereka melempar anak-anak ke dalam api,&amp;rdquo; katanya lagi kepada The Telegraph.
(Baca juga: Tiba di Naypyitaw, Menlu Retno Akan Bahas Pembangunan Rumah Sakit Indonesia)Laporan  korban sipil didukung oleh petugas bantuan di Bangladesh yang  mengatakan kepada AP bahwa lebih dari 50 pengungsi telah tiba dengan  luka tembak. Banyak juga yang menderita penyakit pernafasan dan  kekurangan gizi.Seorang  pengungsi yang sampai di Desa Shah Porir Dwip, Bangladesh, menceritakan  ada warga Rohingya yang dibakar hidup-hidup dan bom diledakkan di dekat  rumah warga.&amp;rdquo;Militer Rakhine dan ekstremis membakar kami,  membakar kami, membuat desa kami terbakar,&amp;rdquo; kata pengungsi yang hanya  memberi nama depannya, Karim, yang dilansir Senin (4/9/2017).Surat kabar Global New Light Myanmar yang  dikelola negara tersebut mengakui bahwa total 2.625 rumah warga  Rohingya di Desa Kotankauk, Myinlut dan Kyikanpyin dan dua bangsal di  Maungdaw dibakar habis. Tapi, media pemerintah itu menyalahkan kelompok  militan Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) sebagai pelakunya.Tekanan  terhadap Suu Kyi salah satunya muncul dari Indonesia. Menteri Luar  Negeri (Menlu) Retno Marsudi telah tiba di Myanmar untuk melakukan  pembicaraan darurat terkait krisis Rohingya yang terus berlanjut.
(Baca juga: VIDEO: Begini Kata Menlu Retno Jelang Pembahasan Konflik Rakhine)
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir  mengatakan, Menlu Retno sudah berada di Yangon dan pagi ini dijadwalkan  ke Naypyidaw, Ibu Kota Myanmar.&quot;Dubes (duta besar) RI Yangon,  Ito Sumardi beserta dua pejabat tinggi Myanmar yaitu Deputi Direktur  Jenderal Protokol, U Zaw Thomas O serta Dirjen Strategic Study Kemlu  Myanmar, Daw Khay Thi menjemput ketibaan Menlu Retno,&quot; kata Arrmanatha  dalam keterangan persnya.Suu Kyi, sang peraih Hadiah Nobel  Perdamaian Tahun 1991,&amp;nbsp; juga mendapat tekanan dari Turki dan Eropa.  Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa kekerasan terhadap  Muslim Rohingya adalah genosida.&amp;nbsp; Erdogan juga aktif menghubungi para  pemimpin dunia untuk membahas krisis Rohingya di forum PBB. Selanjutnya,  Inggris melalui Menteri Luar Negeri Boris Johnson memperingatkan Aung  San Suu Kyi bahwa penindasan terhadap minoritas Rohingya&amp;nbsp; telah  &amp;ldquo;mencengangkan&amp;rdquo; reputasinya di negara tersebut.Human Rights Watch mendesak dilakukan penyelidikan independen atas apa yang terjadi di Rakhine.&amp;ldquo;Citra  satelit baru menunjukkan kehancuran total sebuah desa Muslim, dan  menimbulkan kekhawatiran serius bahwa tingkat kehancuran di negara  bagian Rakhine utara mungkin jauh lebih buruk daripada yang diperkirakan  semula,&amp;rdquo; kata Deputi Direktur Human Rights Watch untuk Asia, Phil  Robertson.Sebaliknya, Kepala Angkatan Bersenjata Myanmar,  Jenderal Min Aung Hlaing, menyalahkan urusan yang belum selesai dari  Perang Dunia II atas krisis terbaru di Rakhine. &amp;rdquo;Orang-orang Bengali  menyerang, membunuh dan memaksa orang-orang etnis di negara Rakhine dari  rumah mereka,&amp;rdquo; katanya.&amp;rdquo;Kami tidak akan pernah membiarkan  kejadian mengerikan tersebut terjadi lagi,&amp;rdquo; ujarnya. Dia&amp;nbsp; berjanji akan  melindungi Myanmar dari kelompok yang dia sebut sebagai teroris Bengali.</description><content:encoded>YANGON - Aktivis HAM Rohingya mengungkap bahwa sekitar  1.000 warga Rohingya, terutama warga sipil telah dibantai tentara  Myanmar. Sementara itu, pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu  Kyi semakin tersudut, di mana para pemimpin sejumlah negara menekannya  untuk menghentikan kekerasan di negara bagian Rakhine.
Pengungkapan  data baru oleh aktivis untuk menyangkal klaim militer yang hanya  mengakui bahwa hampir 400 orang tewas dalam konflik terbaru di Rakhine.&amp;rdquo;Ada  1.000 orang Rohingya yang dikonfirmasi yang telah dibunuh oleh tentara  Burma (Myanmar) dan jumlah korban tewas tersebut mungkin jauh lebih  tinggi,&amp;rdquo; kata Tun Khin, Presiden Organisasi Rohingya Burma.&amp;rdquo;Militer membakar banyak desa. Mereka melempar anak-anak ke dalam api,&amp;rdquo; katanya lagi kepada The Telegraph.
(Baca juga: Tiba di Naypyitaw, Menlu Retno Akan Bahas Pembangunan Rumah Sakit Indonesia)Laporan  korban sipil didukung oleh petugas bantuan di Bangladesh yang  mengatakan kepada AP bahwa lebih dari 50 pengungsi telah tiba dengan  luka tembak. Banyak juga yang menderita penyakit pernafasan dan  kekurangan gizi.Seorang  pengungsi yang sampai di Desa Shah Porir Dwip, Bangladesh, menceritakan  ada warga Rohingya yang dibakar hidup-hidup dan bom diledakkan di dekat  rumah warga.&amp;rdquo;Militer Rakhine dan ekstremis membakar kami,  membakar kami, membuat desa kami terbakar,&amp;rdquo; kata pengungsi yang hanya  memberi nama depannya, Karim, yang dilansir Senin (4/9/2017).Surat kabar Global New Light Myanmar yang  dikelola negara tersebut mengakui bahwa total 2.625 rumah warga  Rohingya di Desa Kotankauk, Myinlut dan Kyikanpyin dan dua bangsal di  Maungdaw dibakar habis. Tapi, media pemerintah itu menyalahkan kelompok  militan Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) sebagai pelakunya.Tekanan  terhadap Suu Kyi salah satunya muncul dari Indonesia. Menteri Luar  Negeri (Menlu) Retno Marsudi telah tiba di Myanmar untuk melakukan  pembicaraan darurat terkait krisis Rohingya yang terus berlanjut.
(Baca juga: VIDEO: Begini Kata Menlu Retno Jelang Pembahasan Konflik Rakhine)
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir  mengatakan, Menlu Retno sudah berada di Yangon dan pagi ini dijadwalkan  ke Naypyidaw, Ibu Kota Myanmar.&quot;Dubes (duta besar) RI Yangon,  Ito Sumardi beserta dua pejabat tinggi Myanmar yaitu Deputi Direktur  Jenderal Protokol, U Zaw Thomas O serta Dirjen Strategic Study Kemlu  Myanmar, Daw Khay Thi menjemput ketibaan Menlu Retno,&quot; kata Arrmanatha  dalam keterangan persnya.Suu Kyi, sang peraih Hadiah Nobel  Perdamaian Tahun 1991,&amp;nbsp; juga mendapat tekanan dari Turki dan Eropa.  Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa kekerasan terhadap  Muslim Rohingya adalah genosida.&amp;nbsp; Erdogan juga aktif menghubungi para  pemimpin dunia untuk membahas krisis Rohingya di forum PBB. Selanjutnya,  Inggris melalui Menteri Luar Negeri Boris Johnson memperingatkan Aung  San Suu Kyi bahwa penindasan terhadap minoritas Rohingya&amp;nbsp; telah  &amp;ldquo;mencengangkan&amp;rdquo; reputasinya di negara tersebut.Human Rights Watch mendesak dilakukan penyelidikan independen atas apa yang terjadi di Rakhine.&amp;ldquo;Citra  satelit baru menunjukkan kehancuran total sebuah desa Muslim, dan  menimbulkan kekhawatiran serius bahwa tingkat kehancuran di negara  bagian Rakhine utara mungkin jauh lebih buruk daripada yang diperkirakan  semula,&amp;rdquo; kata Deputi Direktur Human Rights Watch untuk Asia, Phil  Robertson.Sebaliknya, Kepala Angkatan Bersenjata Myanmar,  Jenderal Min Aung Hlaing, menyalahkan urusan yang belum selesai dari  Perang Dunia II atas krisis terbaru di Rakhine. &amp;rdquo;Orang-orang Bengali  menyerang, membunuh dan memaksa orang-orang etnis di negara Rakhine dari  rumah mereka,&amp;rdquo; katanya.&amp;rdquo;Kami tidak akan pernah membiarkan  kejadian mengerikan tersebut terjadi lagi,&amp;rdquo; ujarnya. Dia&amp;nbsp; berjanji akan  melindungi Myanmar dari kelompok yang dia sebut sebagai teroris Bengali.</content:encoded></item></channel></rss>
