<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Berdarah di Cirebon, Agus Supriyatna Bunuh Ibu dan Istrinya</title><description>Agus Supriyatna tega membunuh ibu kandungnya,  Sumarni (64) dan istrinya, Rawiyah (33).</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/04/525/1768821/kisah-berdarah-di-cirebon-agus-supriyatna-bunuh-ibu-dan-istrinya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/04/525/1768821/kisah-berdarah-di-cirebon-agus-supriyatna-bunuh-ibu-dan-istrinya"/><item><title>Kisah Berdarah di Cirebon, Agus Supriyatna Bunuh Ibu dan Istrinya</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/04/525/1768821/kisah-berdarah-di-cirebon-agus-supriyatna-bunuh-ibu-dan-istrinya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/04/525/1768821/kisah-berdarah-di-cirebon-agus-supriyatna-bunuh-ibu-dan-istrinya</guid><pubDate>Senin 04 September 2017 12:16 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/04/525/1768821/kisah-berdarah-di-cirebon-agus-supriyatna-bunuh-ibu-dan-istrinya-keZbdhIj3T.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/04/525/1768821/kisah-berdarah-di-cirebon-agus-supriyatna-bunuh-ibu-dan-istrinya-keZbdhIj3T.jpg</image><title>Ilustrasi.</title></images><description>CIREBON &amp;ndash; Entah setan apa yang merasuki pikiran Agus Supriyatna (38).  Warga Blok Sijaba RT 02/04, Kelurahan Pasalakan, Kecamatan Sumber,  Kabupaten Cirebon, Jawa Barat ini tega membunuh ibu kandungnya,  Sumarni (64) dan istrinya, Rawiyah (33).
Selain itu, Agus juga melukai dua putranya, Eka Galuh (5) dan Guntur (3).  Bahkan pelaku juga melukai Lili (35), kakak ipar, dan Reni (35), kakak  kandung. Peristiwa menggemparkan tersebut terjadi pada Sabtu (2/9)  sekitar pukul 23.30 WIB. Informasi yang diperoleh menyebutkan, pada  malam itu suasana Blok Sijaba mendadak gempar setelah warga mendengar  teriakan minta tolong dari rumah Reni (korban luka).   Kemudian Ketua RT 02 Astra bersama warga mendobrak pintu rumah Reni.  Setelah pintu terbuka, pelaku Agus keluar rumah dengan menghunus sebilah  pisau sepanjang 25 sentimeter (cm) berlumuran darah. Warga lalu  menghubungi Polsek Sumber. Setelah polisi datang, pelaku berhasil  diamankan dan dibawa ke Mapolsek Sumber. Sedangkan korban tewas dibawa  ke RS Bhayangkara Losarang Indramayu dan korban luka ke RS Mitra  Plumbon.   &amp;ldquo;Saat ini petugas Polsek Sumber dan Polres Cirebon masih mendalami kasus  pembunuhan itu. Motif pelaku membunuh ibu kandung dan istri serta  melukai anggota keluarganya itu masih diselidiki,&amp;rdquo; kata Kabid Humas  Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus, kemarin.
Yusri mengemukakan,  berdasarkan keterangan dari lima saksi yang diperiksa polisi, keluarga  itu tinggal dalam satu rumah milik Reni. Selama ini sebelum pembunuhan  terjadi, kehidupan keluarga tersebut biasa saja. Tak ada perselisihan  menonjol yang diketahui tetangga sekitar.   &amp;ldquo;Untuk mengetahui kondisi kejiwaan pelaku Agus, polisi akan meminta  psikolog melakukan pemeriksaan. Saat ini yang dilakukan adalah  memakamkan korban meninggal dunia dan memberikan perawatan medis bagi  yang terluka. Korban terluka parah karena ditusuk menggunakan pisau oleh  pelaku, tetapi tak ada yang kritis,&amp;rdquo; ujar Yusri.
Psikolog dari  Universitas Kristen Maranatha Bandung, Efnie Indriyani menduga, pelaku  Agus Supriyatna mengalami kombinasi personality disorder atau gangguan  kepribadian dan kerusakan limbic system.   Pelaku Agus diduga belum sampai skizofrenia atau gangguan mental alias  gila. Sebab pelaku masih bisa berhubungan dengan realita dan  bersosialisasi dengan baik. Menurut Efnie, pemicu seseorang melakukan  tindakan sadis rata-rata atau pada umumnya ada personality disorder.  Artinya, pelaku mengalami gangguan kepribadian. Kalau dilihat dari  struktur otak pengidap personality disorder ini, limbic system-nya  mengalami kerusakan, khususnya di bagian amigdala.   Bagian otak ini berperan mengendalikan emosi dan perilaku seseorang,  juga mengendalikan emosi, kasih sayang, marah, benci, dan sedih. Jika  bagian ini (limbic system ) rusak, menyebabkan individu yang  mengalaminya akan sulit mengendalikan diri. Saat marah, emosinya akan  sulit diredam, bahkan bisa melakukan tindakan di luar kendali. Limbic  system membajak kendali yang bersangkutan.   &amp;ldquo;Pelaku melakukan kejahatan secara sadar, tetapi tanpa nalar. Dia sadar  melakukan itu, tetapi pelaku tak mampu mengontrol tindakannya. Kalau  gangguan jiwa skizofrenia, biasanya mengalami halusinasi setiap saat dan  memiliki dunianyasendirisehinggadiaterhambat berkontak dengan realitas  dan bersosialisasi. Sedangkan pengidap personality disorder tidak. Dia  masih bisa bersosialisasi dengan baik,&amp;rdquo; kata Efnie.
Kerusakan limbic  system bisa terjadi sejak kecil karena dia pernah menjadi korban  kekerasan atau penyiksaan, terpapar informasi tentang agresi, kekerasan,  atau melihat lingkungan sekitarnya penuh dengan tindak kekerasan.   Kondisi itu (kerusakan limbic system) bisa juga diturunkan secara  genetis. Namun, genetis pada umumnya lebih ke arah temperamen. Itu  terkunci dalam DNA. &amp;ldquo;Untuk memastikan apakah pelaku ini mengalami  personality disorder dan kerusakan limbic system atau tidak, memang  perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,&amp;rdquo; ujar Efnie.</description><content:encoded>CIREBON &amp;ndash; Entah setan apa yang merasuki pikiran Agus Supriyatna (38).  Warga Blok Sijaba RT 02/04, Kelurahan Pasalakan, Kecamatan Sumber,  Kabupaten Cirebon, Jawa Barat ini tega membunuh ibu kandungnya,  Sumarni (64) dan istrinya, Rawiyah (33).
Selain itu, Agus juga melukai dua putranya, Eka Galuh (5) dan Guntur (3).  Bahkan pelaku juga melukai Lili (35), kakak ipar, dan Reni (35), kakak  kandung. Peristiwa menggemparkan tersebut terjadi pada Sabtu (2/9)  sekitar pukul 23.30 WIB. Informasi yang diperoleh menyebutkan, pada  malam itu suasana Blok Sijaba mendadak gempar setelah warga mendengar  teriakan minta tolong dari rumah Reni (korban luka).   Kemudian Ketua RT 02 Astra bersama warga mendobrak pintu rumah Reni.  Setelah pintu terbuka, pelaku Agus keluar rumah dengan menghunus sebilah  pisau sepanjang 25 sentimeter (cm) berlumuran darah. Warga lalu  menghubungi Polsek Sumber. Setelah polisi datang, pelaku berhasil  diamankan dan dibawa ke Mapolsek Sumber. Sedangkan korban tewas dibawa  ke RS Bhayangkara Losarang Indramayu dan korban luka ke RS Mitra  Plumbon.   &amp;ldquo;Saat ini petugas Polsek Sumber dan Polres Cirebon masih mendalami kasus  pembunuhan itu. Motif pelaku membunuh ibu kandung dan istri serta  melukai anggota keluarganya itu masih diselidiki,&amp;rdquo; kata Kabid Humas  Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus, kemarin.
Yusri mengemukakan,  berdasarkan keterangan dari lima saksi yang diperiksa polisi, keluarga  itu tinggal dalam satu rumah milik Reni. Selama ini sebelum pembunuhan  terjadi, kehidupan keluarga tersebut biasa saja. Tak ada perselisihan  menonjol yang diketahui tetangga sekitar.   &amp;ldquo;Untuk mengetahui kondisi kejiwaan pelaku Agus, polisi akan meminta  psikolog melakukan pemeriksaan. Saat ini yang dilakukan adalah  memakamkan korban meninggal dunia dan memberikan perawatan medis bagi  yang terluka. Korban terluka parah karena ditusuk menggunakan pisau oleh  pelaku, tetapi tak ada yang kritis,&amp;rdquo; ujar Yusri.
Psikolog dari  Universitas Kristen Maranatha Bandung, Efnie Indriyani menduga, pelaku  Agus Supriyatna mengalami kombinasi personality disorder atau gangguan  kepribadian dan kerusakan limbic system.   Pelaku Agus diduga belum sampai skizofrenia atau gangguan mental alias  gila. Sebab pelaku masih bisa berhubungan dengan realita dan  bersosialisasi dengan baik. Menurut Efnie, pemicu seseorang melakukan  tindakan sadis rata-rata atau pada umumnya ada personality disorder.  Artinya, pelaku mengalami gangguan kepribadian. Kalau dilihat dari  struktur otak pengidap personality disorder ini, limbic system-nya  mengalami kerusakan, khususnya di bagian amigdala.   Bagian otak ini berperan mengendalikan emosi dan perilaku seseorang,  juga mengendalikan emosi, kasih sayang, marah, benci, dan sedih. Jika  bagian ini (limbic system ) rusak, menyebabkan individu yang  mengalaminya akan sulit mengendalikan diri. Saat marah, emosinya akan  sulit diredam, bahkan bisa melakukan tindakan di luar kendali. Limbic  system membajak kendali yang bersangkutan.   &amp;ldquo;Pelaku melakukan kejahatan secara sadar, tetapi tanpa nalar. Dia sadar  melakukan itu, tetapi pelaku tak mampu mengontrol tindakannya. Kalau  gangguan jiwa skizofrenia, biasanya mengalami halusinasi setiap saat dan  memiliki dunianyasendirisehinggadiaterhambat berkontak dengan realitas  dan bersosialisasi. Sedangkan pengidap personality disorder tidak. Dia  masih bisa bersosialisasi dengan baik,&amp;rdquo; kata Efnie.
Kerusakan limbic  system bisa terjadi sejak kecil karena dia pernah menjadi korban  kekerasan atau penyiksaan, terpapar informasi tentang agresi, kekerasan,  atau melihat lingkungan sekitarnya penuh dengan tindak kekerasan.   Kondisi itu (kerusakan limbic system) bisa juga diturunkan secara  genetis. Namun, genetis pada umumnya lebih ke arah temperamen. Itu  terkunci dalam DNA. &amp;ldquo;Untuk memastikan apakah pelaku ini mengalami  personality disorder dan kerusakan limbic system atau tidak, memang  perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,&amp;rdquo; ujar Efnie.</content:encoded></item></channel></rss>
