<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Semenanjung Korea Memanas! Korsel Pertimbangkan Opsi Militer Hadapi Nuklir Korut</title><description>Korsel mencari semua opsi militer yang tersedia untuk  menghadapi perang nuklir melawan Korut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/05/18/1769454/semenanjung-korea-memanas-korsel-pertimbangkan-opsi-militer-hadapi-nuklir-korut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/05/18/1769454/semenanjung-korea-memanas-korsel-pertimbangkan-opsi-militer-hadapi-nuklir-korut"/><item><title>Semenanjung Korea Memanas! Korsel Pertimbangkan Opsi Militer Hadapi Nuklir Korut</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/05/18/1769454/semenanjung-korea-memanas-korsel-pertimbangkan-opsi-militer-hadapi-nuklir-korut</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/05/18/1769454/semenanjung-korea-memanas-korsel-pertimbangkan-opsi-militer-hadapi-nuklir-korut</guid><pubDate>Selasa 05 September 2017 10:27 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/05/18/1769454/semenanjung-korea-memanas-korsel-pertimbangkan-opsi-militer-hadapi-nuklir-korut-HXV50IU2A9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi bendera Korsel dan Korut.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/05/18/1769454/semenanjung-korea-memanas-korsel-pertimbangkan-opsi-militer-hadapi-nuklir-korut-HXV50IU2A9.jpg</image><title>Ilustrasi bendera Korsel dan Korut.</title></images><description>SEOUL - Kementerian Pertahanan Korea Selatan (Korsel)  mengatakan, pihaknya mencari semua opsi militer yang tersedia untuk  menghadapi perang nuklir melawan Korea Utara (Korut). Pernyataan ini  mengacu pada kemungkinan untuk mendapatkan senjata nuklir taktis dari  Amerika Serikat (AS).Kementerian Pertahanan Korsel,  bagaimanapun, menegaskan kembali kebijakan lama Seoul untuk membuat  semenanjung Korea bebas dari senjata nuklir.&quot;Tidak ada perubahan  dalam prinsip denuklirisasi pemerintah kita,&quot; ujar juru bicara  kementerian pertahanan Korsel, Moon Sang-gyun, seperti dikutip dari Korea Herald, Selasa (5/9/2017).Dia menanggapi pertanyaan tentang ucapan Menteri Pertahanan Song Young-moo sehari sebelumnya.
(Baca juga: Peringatkan Korut, Pentagon: Setiap Ancaman ke AS Disambut Respons Militer Besar-besaran!)Berbicara  di sebuah sidang Majelis Nasional, Song mengatakan kemungkinan  kembalinya senjata nuklir taktis milik AS. Hal itu dapat didiskusikan  sebagai salah satu dari berbagai pilihan untuk pencegahan dan respons  yang efektif terhadap tindakan Korut.&quot;Menteri Pertahanan  menunjukkan perlunya meninjau semua opsi yang ada dari perspektif  militer dan menemukan jalan yang realistis,&quot; jelas Moon.
(Baca juga: Memanas! Respons Tes Bom Hidrogen Korut, Korsel Latihan Jet Tempur dan Rudal Balistik)Dalam  pertemuannya dengan Menteri Pertahanan AS Jim Mattis, Song berbicara  tentang seruan beberapa orang, terutama konservatif, di Korsel untuk  pengerahan aset berprofil tinggi milik AS di Korsel.AS menarik senjata dari semenanjung Korea pada awal 1990-an setelah kedua Korea sepakat untuk melakukan denuklirisasi.
(Baca juga: Komentari Uji Coba Bom Hidrogen, Warga Korut: Saya Merasa Sangat Kuat)Pejabat  Kantor kepresidenan Korsel, Cheong Wa-dae, mengumumkan pekan lalu bahwa  untuk saat ini pihaknya tidak mempertimbangkan pemindahan senjata  nuklir AS.</description><content:encoded>SEOUL - Kementerian Pertahanan Korea Selatan (Korsel)  mengatakan, pihaknya mencari semua opsi militer yang tersedia untuk  menghadapi perang nuklir melawan Korea Utara (Korut). Pernyataan ini  mengacu pada kemungkinan untuk mendapatkan senjata nuklir taktis dari  Amerika Serikat (AS).Kementerian Pertahanan Korsel,  bagaimanapun, menegaskan kembali kebijakan lama Seoul untuk membuat  semenanjung Korea bebas dari senjata nuklir.&quot;Tidak ada perubahan  dalam prinsip denuklirisasi pemerintah kita,&quot; ujar juru bicara  kementerian pertahanan Korsel, Moon Sang-gyun, seperti dikutip dari Korea Herald, Selasa (5/9/2017).Dia menanggapi pertanyaan tentang ucapan Menteri Pertahanan Song Young-moo sehari sebelumnya.
(Baca juga: Peringatkan Korut, Pentagon: Setiap Ancaman ke AS Disambut Respons Militer Besar-besaran!)Berbicara  di sebuah sidang Majelis Nasional, Song mengatakan kemungkinan  kembalinya senjata nuklir taktis milik AS. Hal itu dapat didiskusikan  sebagai salah satu dari berbagai pilihan untuk pencegahan dan respons  yang efektif terhadap tindakan Korut.&quot;Menteri Pertahanan  menunjukkan perlunya meninjau semua opsi yang ada dari perspektif  militer dan menemukan jalan yang realistis,&quot; jelas Moon.
(Baca juga: Memanas! Respons Tes Bom Hidrogen Korut, Korsel Latihan Jet Tempur dan Rudal Balistik)Dalam  pertemuannya dengan Menteri Pertahanan AS Jim Mattis, Song berbicara  tentang seruan beberapa orang, terutama konservatif, di Korsel untuk  pengerahan aset berprofil tinggi milik AS di Korsel.AS menarik senjata dari semenanjung Korea pada awal 1990-an setelah kedua Korea sepakat untuk melakukan denuklirisasi.
(Baca juga: Komentari Uji Coba Bom Hidrogen, Warga Korut: Saya Merasa Sangat Kuat)Pejabat  Kantor kepresidenan Korsel, Cheong Wa-dae, mengumumkan pekan lalu bahwa  untuk saat ini pihaknya tidak mempertimbangkan pemindahan senjata  nuklir AS.</content:encoded></item></channel></rss>
