<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Korsel Sebar 4 Sistem Anti-Rudal Hadapi Korut, Bagaimana Reaksi Rusia?</title><description>Apa reaksi Rusia terkait pemasangan sistem anti-rudal baru di Korsel sebagai respons nuklir Korut?</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/05/18/1769463/korsel-sebar-4-sistem-anti-rudal-hadapi-korut-bagaimana-reaksi-rusia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/05/18/1769463/korsel-sebar-4-sistem-anti-rudal-hadapi-korut-bagaimana-reaksi-rusia"/><item><title>Korsel Sebar 4 Sistem Anti-Rudal Hadapi Korut, Bagaimana Reaksi Rusia?</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/05/18/1769463/korsel-sebar-4-sistem-anti-rudal-hadapi-korut-bagaimana-reaksi-rusia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/05/18/1769463/korsel-sebar-4-sistem-anti-rudal-hadapi-korut-bagaimana-reaksi-rusia</guid><pubDate>Selasa 05 September 2017 10:45 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/05/18/1769463/korsel-sebar-4-sistem-anti-rudal-hadapi-korut-bagaimana-reaksi-rusia-Hsd2pFGt8Y.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemasangan anti-rudal di Korsel. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/05/18/1769463/korsel-sebar-4-sistem-anti-rudal-hadapi-korut-bagaimana-reaksi-rusia-Hsd2pFGt8Y.jpg</image><title>Pemasangan anti-rudal di Korsel. (Foto: Reuters)</title></images><description>BEIJING - Rusia perlu bereaksi terhadap sistem  pertahanan anti rudal Amerika Serikat (AS) di Korea Selatan (Korsel).  Demikian yang dikatakan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov.
&quot;Ini  mau tidak mau akan menimbulkan pertanyaan tentang reaksi kita, tentang  keseimbangan militer kita,&quot; ujar Ryabkov pada pertemuan puncak di China  seperti disitir dari Independent, Selasa (5/9/2017).Komentar  ini keluar menyusul pengumuman Seoul bahwa pihaknya akan memperkuat  sistem pertahanan rudal buatan AS, Terminal High Altitude Area Defence  system (THAAD). Kebijakan itu diambil setelah Korea Utara melakukan uji  coba bom hidrogen pada akhir pekan lalu.
(Baca juga: Tak Hanya 'Takuti' Korut dengan Simulasi Peluncuran Rudal, Korsel Juga Sebar 4 Sistem Anti-Rudal Baru)Sistem anti-rudal THAAD  telah menciptakan ketegangan diplomatik antara Korsel dan China. Beijing  meyakini radar sistem anti-rudal tersebut dapat digunakan untuk  memantau aktivitasnya.Rusia dan China, saingan lama yang  tampaknya telah menemukan kesamaan dalam masalah Korut, telah mengkritik  militerisasi Amerika di Semenanjung Korea.Korut berulang kali  menentang sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan mengembangkan  senjata nuklir dan menguji sistem rudal.
(Baca juga: Peringatkan Korut, Pentagon: Setiap Ancaman ke AS Disambut Respons Militer Besar-besaran!)Pada bulan Agustus,  negara komunis yang terisolasi mengirim rudal antarbenua ke daratan  Jepang yang mendarat di Samudra Pasifik. Korut juga mengancam untuk  menyerang wilayah AS di Guam, sebuah pulau kecil di Pasifik yang  digunakan sebagai pangkalan militer Amerika.Korut telah mendapat sanksi PBB sejak 2006 karena program rudal nuklir dan balistiknya.Dewan  Keamanan PBB bulan lalu dengan suara bulat memberlakukan sanksi baru  atas Korut setela melakukan uji coba dua rudal jarak jauh yang  diluncurkan pada bulan Juli. Sanksi tersebut berfokus pada ekspor  batubara, besi, timbal dan makanan laut Korut.</description><content:encoded>BEIJING - Rusia perlu bereaksi terhadap sistem  pertahanan anti rudal Amerika Serikat (AS) di Korea Selatan (Korsel).  Demikian yang dikatakan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov.
&quot;Ini  mau tidak mau akan menimbulkan pertanyaan tentang reaksi kita, tentang  keseimbangan militer kita,&quot; ujar Ryabkov pada pertemuan puncak di China  seperti disitir dari Independent, Selasa (5/9/2017).Komentar  ini keluar menyusul pengumuman Seoul bahwa pihaknya akan memperkuat  sistem pertahanan rudal buatan AS, Terminal High Altitude Area Defence  system (THAAD). Kebijakan itu diambil setelah Korea Utara melakukan uji  coba bom hidrogen pada akhir pekan lalu.
(Baca juga: Tak Hanya 'Takuti' Korut dengan Simulasi Peluncuran Rudal, Korsel Juga Sebar 4 Sistem Anti-Rudal Baru)Sistem anti-rudal THAAD  telah menciptakan ketegangan diplomatik antara Korsel dan China. Beijing  meyakini radar sistem anti-rudal tersebut dapat digunakan untuk  memantau aktivitasnya.Rusia dan China, saingan lama yang  tampaknya telah menemukan kesamaan dalam masalah Korut, telah mengkritik  militerisasi Amerika di Semenanjung Korea.Korut berulang kali  menentang sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan mengembangkan  senjata nuklir dan menguji sistem rudal.
(Baca juga: Peringatkan Korut, Pentagon: Setiap Ancaman ke AS Disambut Respons Militer Besar-besaran!)Pada bulan Agustus,  negara komunis yang terisolasi mengirim rudal antarbenua ke daratan  Jepang yang mendarat di Samudra Pasifik. Korut juga mengancam untuk  menyerang wilayah AS di Guam, sebuah pulau kecil di Pasifik yang  digunakan sebagai pangkalan militer Amerika.Korut telah mendapat sanksi PBB sejak 2006 karena program rudal nuklir dan balistiknya.Dewan  Keamanan PBB bulan lalu dengan suara bulat memberlakukan sanksi baru  atas Korut setela melakukan uji coba dua rudal jarak jauh yang  diluncurkan pada bulan Juli. Sanksi tersebut berfokus pada ekspor  batubara, besi, timbal dan makanan laut Korut.</content:encoded></item></channel></rss>
