<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Korut Uji Bom Hidrogen, AS: Kami Tak Ingin Perang, Tapi Kesabaran Ada Batasnya!</title><description>Nikki  Haley mengatakan, Pyongyang &quot;mengemis untuk perang&quot; setelah melakukan  uji coba nuklir pada akhir pekan lalu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/05/18/1769479/korut-uji-bom-hidrogen-as-kami-tak-ingin-perang-tapi-kesabaran-ada-batasnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/05/18/1769479/korut-uji-bom-hidrogen-as-kami-tak-ingin-perang-tapi-kesabaran-ada-batasnya"/><item><title>Korut Uji Bom Hidrogen, AS: Kami Tak Ingin Perang, Tapi Kesabaran Ada Batasnya!</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/05/18/1769479/korut-uji-bom-hidrogen-as-kami-tak-ingin-perang-tapi-kesabaran-ada-batasnya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/05/18/1769479/korut-uji-bom-hidrogen-as-kami-tak-ingin-perang-tapi-kesabaran-ada-batasnya</guid><pubDate>Selasa 05 September 2017 11:08 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/05/18/1769479/korut-tes-bom-hidrogen-as-kami-tak-ingin-perang-tapi-kesabaran-ada-batasnya-UtFEWqysvJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Nikki Haley. (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/05/18/1769479/korut-tes-bom-hidrogen-as-kami-tak-ingin-perang-tapi-kesabaran-ada-batasnya-UtFEWqysvJ.jpg</image><title>Nikki Haley. (Foto: AFP)</title></images><description>NEW YORK - Dubes Amerika Serikat (AS) untuk PBB, Nikki  Haley mengatakan, Pyongyang &quot;mengemis untuk perang&quot; setelah melakukan  uji coba nuklir pada akhir pekan lalu. Ia juga menyebut Korut bakal  kembali melakukan peluncuran rudal.Haley menuduh mitra dagang  Korea Utara pada hari Senin membantu ambisi nuklirnya. Ia pun mendesak  Dewan Keamanan PBB yang beranggotakan 15 negara untuk menjatuhkan sanksi  yang paling kuat untuk mencegahnya.&quot;Perang bukanlah sesuatu  yang diinginkan AS. Kami tidak menginginkannya sekarang. Tapi kesabaran  negara kita tidak tak terbatas. Kami akan membela sekutu dan wilayah  kami,&quot; tegas Haley.&quot;AS akan melihat setiap negara yang melakukan  bisnis dengan Korut sebagai negara yang memberi bantuan pada niat  nuklir mereka yang sembrono dan berbahaya,&quot; katanya seperti dikutip dari  Reuters, Selasa (5/9/2017).
(Baca juga: Peringatkan Korut, Pentagon: Setiap Ancaman ke AS Disambut Respons Militer Besar-besaran!)Haley mengatakan AS akan  mengedarkan resolusi Dewan Keamanan baru untuk Korut minggu ini dan  menginginkan pemungutan suara untuknya pada hari Senin depan.China, mitra dagang utama dengan Korut, dan Rusia menyerukan resolusi damai untuk mengatasi krisis tersebut.&quot;China  tidak akan membiarkan kekacauan dan perang di Semenanjung Korea,&quot; kata  Liu Jieyi, duta besar China untuk PBB. Ia pun mendesak Korut untuk  berhenti melakukan tindakan yang &quot;salah&quot; dan bukan demi kepentingannya  sendiri.Sementara Rusia mengatakan perdamaian di wilayah itu  dalam bahaya. &quot;Sanksi sendiri tidak akan membantu memecahkan masalah  ini,&quot; kata Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia.
(Baca juga: Tak Hanya 'Takuti' Korut dengan Simulasi Peluncuran Rudal, Korsel Juga Sebar 4 Sistem Anti-Rudal Baru)Korut  telah mendapat sanksi PBB sejak tahun 2006 karena program rudal balistik  dan nuklirnya. Biasanya, China dan Rusia hanya melihat uji coba rudal  jarak jauh atau senjata nuklir sebagai pemicu untuk sanksi PBB lebih  lanjut.Pejabat mengatakan kegiatan di sekitar lokasi peluncuran rudal menunjukkan Korut merencanakan lebih banyak tes rudal.&quot;Kami  terus melihat tanda peluncuran rudal balistik yang lebih mungkin. Kami  juga memperkirakan Korut bisa menembakkan rudal balistik antar benua,&quot;  kata Jang Kyoung-soo, yang bertindak sebagai wakil menteri pertahanan  nasional, mengatakan pada sebuah dengar pendapat parlemen pada hari  Senin.</description><content:encoded>NEW YORK - Dubes Amerika Serikat (AS) untuk PBB, Nikki  Haley mengatakan, Pyongyang &quot;mengemis untuk perang&quot; setelah melakukan  uji coba nuklir pada akhir pekan lalu. Ia juga menyebut Korut bakal  kembali melakukan peluncuran rudal.Haley menuduh mitra dagang  Korea Utara pada hari Senin membantu ambisi nuklirnya. Ia pun mendesak  Dewan Keamanan PBB yang beranggotakan 15 negara untuk menjatuhkan sanksi  yang paling kuat untuk mencegahnya.&quot;Perang bukanlah sesuatu  yang diinginkan AS. Kami tidak menginginkannya sekarang. Tapi kesabaran  negara kita tidak tak terbatas. Kami akan membela sekutu dan wilayah  kami,&quot; tegas Haley.&quot;AS akan melihat setiap negara yang melakukan  bisnis dengan Korut sebagai negara yang memberi bantuan pada niat  nuklir mereka yang sembrono dan berbahaya,&quot; katanya seperti dikutip dari  Reuters, Selasa (5/9/2017).
(Baca juga: Peringatkan Korut, Pentagon: Setiap Ancaman ke AS Disambut Respons Militer Besar-besaran!)Haley mengatakan AS akan  mengedarkan resolusi Dewan Keamanan baru untuk Korut minggu ini dan  menginginkan pemungutan suara untuknya pada hari Senin depan.China, mitra dagang utama dengan Korut, dan Rusia menyerukan resolusi damai untuk mengatasi krisis tersebut.&quot;China  tidak akan membiarkan kekacauan dan perang di Semenanjung Korea,&quot; kata  Liu Jieyi, duta besar China untuk PBB. Ia pun mendesak Korut untuk  berhenti melakukan tindakan yang &quot;salah&quot; dan bukan demi kepentingannya  sendiri.Sementara Rusia mengatakan perdamaian di wilayah itu  dalam bahaya. &quot;Sanksi sendiri tidak akan membantu memecahkan masalah  ini,&quot; kata Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia.
(Baca juga: Tak Hanya 'Takuti' Korut dengan Simulasi Peluncuran Rudal, Korsel Juga Sebar 4 Sistem Anti-Rudal Baru)Korut  telah mendapat sanksi PBB sejak tahun 2006 karena program rudal balistik  dan nuklirnya. Biasanya, China dan Rusia hanya melihat uji coba rudal  jarak jauh atau senjata nuklir sebagai pemicu untuk sanksi PBB lebih  lanjut.Pejabat mengatakan kegiatan di sekitar lokasi peluncuran rudal menunjukkan Korut merencanakan lebih banyak tes rudal.&quot;Kami  terus melihat tanda peluncuran rudal balistik yang lebih mungkin. Kami  juga memperkirakan Korut bisa menembakkan rudal balistik antar benua,&quot;  kata Jang Kyoung-soo, yang bertindak sebagai wakil menteri pertahanan  nasional, mengatakan pada sebuah dengar pendapat parlemen pada hari  Senin.</content:encoded></item></channel></rss>
