<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Salut! Presiden Jokowi Minta Dukungan PBNU Sikapi Tragedi Rohingya</title><description>Jokowi  dan Said Aqil membahas sikap pemerintah dalam menyikapi tragedi   kemanusiaan yang dialami etnis Rohingya di Rakhine State, Myanmar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/05/337/1769644/salut-presiden-jokowi-minta-dukungan-pbnu-sikapi-tragedi-rohingya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/05/337/1769644/salut-presiden-jokowi-minta-dukungan-pbnu-sikapi-tragedi-rohingya"/><item><title>Salut! Presiden Jokowi Minta Dukungan PBNU Sikapi Tragedi Rohingya</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/05/337/1769644/salut-presiden-jokowi-minta-dukungan-pbnu-sikapi-tragedi-rohingya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/05/337/1769644/salut-presiden-jokowi-minta-dukungan-pbnu-sikapi-tragedi-rohingya</guid><pubDate>Selasa 05 September 2017 14:38 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/05/337/1769644/salut-presiden-jokowi-minta-dukungan-pbnu-sikapi-tragedi-rohingya-C9IUkeG13A.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi saat menanggapi soal krisis Rohingya. (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/05/337/1769644/salut-presiden-jokowi-minta-dukungan-pbnu-sikapi-tragedi-rohingya-C9IUkeG13A.jpg</image><title>Presiden Jokowi saat menanggapi soal krisis Rohingya. (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama  (PBNU) Said Aqil Siradj dipanggil Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke  Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (5/9/2017) siang tadi. Jokowi  dan Said Aqil membahas sikap pemerintah dalam menyikapi tragedi  kemanusiaan yang dialami etnis Rohingya di Rakhine State, Myanmar. &quot;Pertama,  minta dukungan NU (mengenai) sikap pemerintah terhadap tragedi  kemanusiaan di Rohingya,&quot; kata Said di Kompleks Istana Kepresidenan,  Jakarta, Selasa (5/9/2017).
(Baca juga: Siapa Sebenarnya Etnis Rohingya? Berikut Jawaban dari 7 Pertanyaan Seputar Konflik di Myanmar)Said  mengatakan, organisasi Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar  (AKIM) yang berada di bawah naungan NU telah memimpin 12 ormas untuk  menyikapi masalah tersebut. Menurut dia, misi yang dilakukan NU sama dengan misi pemerintah yang diwakili&amp;nbsp; Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.
(Baca juga: Kecam Krisis Kemanusiaan di Rohingya, PBNU: Itu Tindakan yang Biadab!)Said  mengungkapkan, saat ini NU menunggu hasil pertemuan Menlu Retno dengan  beberapa pihak yang dianggap mempunyai kepentingan menyelamatkan etnis  Rohingya.&quot;Menlu juga sedang ke Bangladesh agar perbatasan  Bangladesh dibuka lebar-lebar untuk para pengungsi. Coba dahulu, kalau  sampai tidak didengar misi yang dibawa Bu Retno ini, barangkali Dubes  Myanmar bisa dipanggil. Sampai situ dulu enggak sampai jauh,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama  (PBNU) Said Aqil Siradj dipanggil Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke  Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (5/9/2017) siang tadi. Jokowi  dan Said Aqil membahas sikap pemerintah dalam menyikapi tragedi  kemanusiaan yang dialami etnis Rohingya di Rakhine State, Myanmar. &quot;Pertama,  minta dukungan NU (mengenai) sikap pemerintah terhadap tragedi  kemanusiaan di Rohingya,&quot; kata Said di Kompleks Istana Kepresidenan,  Jakarta, Selasa (5/9/2017).
(Baca juga: Siapa Sebenarnya Etnis Rohingya? Berikut Jawaban dari 7 Pertanyaan Seputar Konflik di Myanmar)Said  mengatakan, organisasi Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar  (AKIM) yang berada di bawah naungan NU telah memimpin 12 ormas untuk  menyikapi masalah tersebut. Menurut dia, misi yang dilakukan NU sama dengan misi pemerintah yang diwakili&amp;nbsp; Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.
(Baca juga: Kecam Krisis Kemanusiaan di Rohingya, PBNU: Itu Tindakan yang Biadab!)Said  mengungkapkan, saat ini NU menunggu hasil pertemuan Menlu Retno dengan  beberapa pihak yang dianggap mempunyai kepentingan menyelamatkan etnis  Rohingya.&quot;Menlu juga sedang ke Bangladesh agar perbatasan  Bangladesh dibuka lebar-lebar untuk para pengungsi. Coba dahulu, kalau  sampai tidak didengar misi yang dibawa Bu Retno ini, barangkali Dubes  Myanmar bisa dipanggil. Sampai situ dulu enggak sampai jauh,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
