<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mendagri Imbau &amp;#8206;Dukungan untuk Rohingya Tak Sampai Turun ke Jalan   </title><description>Mendagri minta masyarakat Indonesia tak perlu turun ke jalan untuk memberi dukungan terhadap etnis Rohingya di Myanmar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/05/337/1769918/mendagri-imbau-8206-dukungan-untuk-rohingya-tak-sampai-turun-ke-jalan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/05/337/1769918/mendagri-imbau-8206-dukungan-untuk-rohingya-tak-sampai-turun-ke-jalan"/><item><title>Mendagri Imbau &amp;#8206;Dukungan untuk Rohingya Tak Sampai Turun ke Jalan   </title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/05/337/1769918/mendagri-imbau-8206-dukungan-untuk-rohingya-tak-sampai-turun-ke-jalan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/05/337/1769918/mendagri-imbau-8206-dukungan-untuk-rohingya-tak-sampai-turun-ke-jalan</guid><pubDate>Selasa 05 September 2017 19:15 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/05/337/1769918/mendagri-imbau-8206-dukungan-untuk-rohingya-tak-sampai-turun-ke-jalan-q5nZZ1wb0L.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mendagri Tjahjo Kumolo (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/05/337/1769918/mendagri-imbau-8206-dukungan-untuk-rohingya-tak-sampai-turun-ke-jalan-q5nZZ1wb0L.jpg</image><title>Mendagri Tjahjo Kumolo (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo enggan membantah pernyataan Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian yang menyebut adanya pihak yang ingin menarik krisis kemanusian Rohingya untuk menyerang pemerintahan Kabinet Kerja Jokowi-JK.

Tjahjo mendukung umat Islam Indonesia yang empati terhadap kekerasan yang terjadi di negara bagian Rakhine tersebut. Namun, ia mengimbau dukungan kepada etnis Rohingya tersebut tidak harus dilakukan dengan turun ke jalan.

&quot;Dalam konteks saya sebagai Mendagri, yang memiliki tugas menjaga stabilitas, perorangan, sekelompok orang menyatakan empati kan boleh. Tetapi, apakah empati itu harus turun ke jalan? Kan tidak juga. Bisa lewat medsos, dialog. Kalau urusan Kapolri, ya seluruh yang menyangkut Kamtimbas ya beliau. Izin demo di Kedutaan Besar Myanmar, unjuk rasa ya izinnya dari Kapolri,&quot; kata Tjahjo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (5/9/2017).

Politisi PDI Perjuangan itu mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah &amp;lrm;memerintahkan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi untuk melakukan dialog terhadap pemerintah Myanmar. Tjahjo memastikan, isi dialog tersebut merupakan aspirasi dari bangsa Indonesia.

&quot;&amp;lrm;Saya kira, isi pernyataan bapak Presiden yang menugaskan Bu Menlu ke sana kan sudah menunjukkan sikap empati dan rasa keprihatinan pemerintah. Dan pemerintah menyampaikan amanah dari bangsa dan masyarakat Indonesia ke Myanmar,&quot; ujarnya.

Tjahjo enggan berkomentar terlalu jauh apakah krisis kemanusiaan etnis Rohingya &amp;lrm;berpengaruh terhadap urusan politik di Tanah Air.  &quot;&amp;lrm;Tapi yang jelas Bu Menlu ke sana ditugasi bapak Presiden membawa amanat masyarakat Indonesia yang menyatakan keprihatinan. Diterima lengkap lho. Sampai panglima tentaranya (Myanmar) menerima Bu Menlu,&quot; ujarnya.

Pemerintah telah menunjukkan sikap pemerintah yang jelas dengan meminta pemerintah Myanmar menghentikan segela bentuk kekerasan &amp;lrm;yang ada di Tanah Burma. Menurut dia, sikap tersebut tidak akan berdampak terhadap konstalasi perpolitikan Indonesia.

&quot;Laporan Susbangpol kami belum sampai pada posisi yang serius. Tapi apapun, pemerintah sudah merespon aspirasi masyarakat Indonesia dengan memerintahkan Menlu ke Myanmar. Menurut saya itu sudah cukup ya,&quot; tukasnya.


</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo enggan membantah pernyataan Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian yang menyebut adanya pihak yang ingin menarik krisis kemanusian Rohingya untuk menyerang pemerintahan Kabinet Kerja Jokowi-JK.

Tjahjo mendukung umat Islam Indonesia yang empati terhadap kekerasan yang terjadi di negara bagian Rakhine tersebut. Namun, ia mengimbau dukungan kepada etnis Rohingya tersebut tidak harus dilakukan dengan turun ke jalan.

&quot;Dalam konteks saya sebagai Mendagri, yang memiliki tugas menjaga stabilitas, perorangan, sekelompok orang menyatakan empati kan boleh. Tetapi, apakah empati itu harus turun ke jalan? Kan tidak juga. Bisa lewat medsos, dialog. Kalau urusan Kapolri, ya seluruh yang menyangkut Kamtimbas ya beliau. Izin demo di Kedutaan Besar Myanmar, unjuk rasa ya izinnya dari Kapolri,&quot; kata Tjahjo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (5/9/2017).

Politisi PDI Perjuangan itu mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah &amp;lrm;memerintahkan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi untuk melakukan dialog terhadap pemerintah Myanmar. Tjahjo memastikan, isi dialog tersebut merupakan aspirasi dari bangsa Indonesia.

&quot;&amp;lrm;Saya kira, isi pernyataan bapak Presiden yang menugaskan Bu Menlu ke sana kan sudah menunjukkan sikap empati dan rasa keprihatinan pemerintah. Dan pemerintah menyampaikan amanah dari bangsa dan masyarakat Indonesia ke Myanmar,&quot; ujarnya.

Tjahjo enggan berkomentar terlalu jauh apakah krisis kemanusiaan etnis Rohingya &amp;lrm;berpengaruh terhadap urusan politik di Tanah Air.  &quot;&amp;lrm;Tapi yang jelas Bu Menlu ke sana ditugasi bapak Presiden membawa amanat masyarakat Indonesia yang menyatakan keprihatinan. Diterima lengkap lho. Sampai panglima tentaranya (Myanmar) menerima Bu Menlu,&quot; ujarnya.

Pemerintah telah menunjukkan sikap pemerintah yang jelas dengan meminta pemerintah Myanmar menghentikan segela bentuk kekerasan &amp;lrm;yang ada di Tanah Burma. Menurut dia, sikap tersebut tidak akan berdampak terhadap konstalasi perpolitikan Indonesia.

&quot;Laporan Susbangpol kami belum sampai pada posisi yang serius. Tapi apapun, pemerintah sudah merespon aspirasi masyarakat Indonesia dengan memerintahkan Menlu ke Myanmar. Menurut saya itu sudah cukup ya,&quot; tukasnya.


</content:encoded></item></channel></rss>
