<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ngeri! Uji Coba Bom Hidrogen Korut Picu Tanah Longsor</title><description>Uji coba bom hidrogen yang dilakukan Korea Utara  (Korut) pada akhir pekan memicu terjadinya tanah longsor.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/06/18/1770245/ngeri-uji-coba-bom-hidrogen-korut-picu-tanah-longsor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/06/18/1770245/ngeri-uji-coba-bom-hidrogen-korut-picu-tanah-longsor"/><item><title>Ngeri! Uji Coba Bom Hidrogen Korut Picu Tanah Longsor</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/06/18/1770245/ngeri-uji-coba-bom-hidrogen-korut-picu-tanah-longsor</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/06/18/1770245/ngeri-uji-coba-bom-hidrogen-korut-picu-tanah-longsor</guid><pubDate>Rabu 06 September 2017 11:04 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/06/18/1770245/waduh-uji-coba-bom-hidrogen-korut-picu-tanah-longsor-f3h3GPLDfA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kim Jong-un saat memantau uji coba bom nuklir. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/06/18/1770245/waduh-uji-coba-bom-hidrogen-korut-picu-tanah-longsor-f3h3GPLDfA.jpg</image><title>Kim Jong-un saat memantau uji coba bom nuklir. (Foto: Reuters)</title></images><description>WASHINGTON - Uji coba bom hidrogen yang dilakukan Korea Utara  (Korut) pada akhir pekan memicu terjadinya tanah longsor di daerah  peledakan dan sekitarnya. Hal itu diperlihatkan oleh citra satelit,  namun tidak ada kawah yang terbentuk dari reruntuhan.Menurut  badan Survei Geologi Amerika Serkat (AS), ledakan bawah tanah yang  terjadi pada hari Minggu lalu itu menyebabkan gempa berkekuatan 6,3 skala Richter. Kemudian diikuti oleh gempa susulan dengan kekuatan 4,1  skala Richter yang menyebakan bebatuan di atas lokasi menghilang,  berpotensi melepaskan materi radioaktif ke atmosfer.Pyongyang  mengatakan bahwa tes tersebut merupakan bom hidrogen yang bisa dipasang  pada rudal. Pernyataan ini meningkatkan ketegangan karena ambisi senjata  nuklir Korut dan memicu kecaman global.
(Baca juga: Ngeri! Jepang Sebut Bom Hidrogen Korut Lebih Dahsyat dari Bom Atom Hiroshima)Situs 38North, yang  terkait dengan Universitas Johns Hopkins di AS, menerbitkan gambar  satelit yang diambil pada hari Senin, atau sehari setelah uji coba.  Gambar itu menunjukkan perubahan di permukaan di lokasi uji coba  Punggye-ri di mana tanah telah terangkat ke udara oleh getaran, dan tanah  longsor kecil meluncur ke sungai.&quot;Gangguan ini lebih banyak dan  meluas daripada yang kita lihat dari salah satu dari lima tes yang  dilakukan Korut sebelumnya,&quot; kata situs pemantau aktivitas Korut itu.&quot;Tampaknya  tidak ada bukti adanya kawah yang runtuh, seperti yang mungkin  ditimbulkan dari gempa pasca-tes,&quot; tambahnya seperti dikutip dari Daily Mail, Rabu (6/9/2017).
(Baca juga: Korut Uji Bom Hidrogen, AS: Kami Tak Ingin Perang, Tapi Kesabaran Ada Batasnya!)Menteri  pertahanan Korea Selatan (Korsel) telah memperkirakan hasil dari  ledakan tersebut sebesar 50 kiloton, sementara 38North mengatakan bahwa  saat ini diyakini 100 kiloton atau lebih. Jepang telah menempatkannya  besarnya ledakan pada angka 120 kiloton, delapan kali dari bom atom AS  yang menghancurkan Hiroshima pada tahun 1945.Badan  keselamatan nuklir Seoul mengatakan bahwa pihaknya tidak mendeteksi  adanya jejak bahan radioaktif, seperti gas xenon, di tanah, sampel air  dan udara setelah ledakan tersebut.&quot;Korsel tampaknya tidak terpengaruh dengan radiasi yang ditimbulkan oleh uji coba itu,&quot; kata badan tersebut.</description><content:encoded>WASHINGTON - Uji coba bom hidrogen yang dilakukan Korea Utara  (Korut) pada akhir pekan memicu terjadinya tanah longsor di daerah  peledakan dan sekitarnya. Hal itu diperlihatkan oleh citra satelit,  namun tidak ada kawah yang terbentuk dari reruntuhan.Menurut  badan Survei Geologi Amerika Serkat (AS), ledakan bawah tanah yang  terjadi pada hari Minggu lalu itu menyebabkan gempa berkekuatan 6,3 skala Richter. Kemudian diikuti oleh gempa susulan dengan kekuatan 4,1  skala Richter yang menyebakan bebatuan di atas lokasi menghilang,  berpotensi melepaskan materi radioaktif ke atmosfer.Pyongyang  mengatakan bahwa tes tersebut merupakan bom hidrogen yang bisa dipasang  pada rudal. Pernyataan ini meningkatkan ketegangan karena ambisi senjata  nuklir Korut dan memicu kecaman global.
(Baca juga: Ngeri! Jepang Sebut Bom Hidrogen Korut Lebih Dahsyat dari Bom Atom Hiroshima)Situs 38North, yang  terkait dengan Universitas Johns Hopkins di AS, menerbitkan gambar  satelit yang diambil pada hari Senin, atau sehari setelah uji coba.  Gambar itu menunjukkan perubahan di permukaan di lokasi uji coba  Punggye-ri di mana tanah telah terangkat ke udara oleh getaran, dan tanah  longsor kecil meluncur ke sungai.&quot;Gangguan ini lebih banyak dan  meluas daripada yang kita lihat dari salah satu dari lima tes yang  dilakukan Korut sebelumnya,&quot; kata situs pemantau aktivitas Korut itu.&quot;Tampaknya  tidak ada bukti adanya kawah yang runtuh, seperti yang mungkin  ditimbulkan dari gempa pasca-tes,&quot; tambahnya seperti dikutip dari Daily Mail, Rabu (6/9/2017).
(Baca juga: Korut Uji Bom Hidrogen, AS: Kami Tak Ingin Perang, Tapi Kesabaran Ada Batasnya!)Menteri  pertahanan Korea Selatan (Korsel) telah memperkirakan hasil dari  ledakan tersebut sebesar 50 kiloton, sementara 38North mengatakan bahwa  saat ini diyakini 100 kiloton atau lebih. Jepang telah menempatkannya  besarnya ledakan pada angka 120 kiloton, delapan kali dari bom atom AS  yang menghancurkan Hiroshima pada tahun 1945.Badan  keselamatan nuklir Seoul mengatakan bahwa pihaknya tidak mendeteksi  adanya jejak bahan radioaktif, seperti gas xenon, di tanah, sampel air  dan udara setelah ledakan tersebut.&quot;Korsel tampaknya tidak terpengaruh dengan radiasi yang ditimbulkan oleh uji coba itu,&quot; kata badan tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
