<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Nah Lho, Kota Ini Akan Bebaskan Wanita Bertelanjang Dada di Tempat Umum</title><description>Ekspresi ketelanjangan sudah dilarang di kota ini sejak tahun 1994, kecuali bagi pria bertelanjang dada.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/06/18/1770262/nah-lho-kota-ini-akan-bebaskan-wanita-bertelanjang-dada-di-tempat-umum</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/06/18/1770262/nah-lho-kota-ini-akan-bebaskan-wanita-bertelanjang-dada-di-tempat-umum"/><item><title>Nah Lho, Kota Ini Akan Bebaskan Wanita Bertelanjang Dada di Tempat Umum</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/06/18/1770262/nah-lho-kota-ini-akan-bebaskan-wanita-bertelanjang-dada-di-tempat-umum</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/06/18/1770262/nah-lho-kota-ini-akan-bebaskan-wanita-bertelanjang-dada-di-tempat-umum</guid><pubDate>Rabu 06 September 2017 11:21 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/06/18/1770262/nah-lho-kota-ini-akan-bebaskan-wanita-bertelanjang-dada-di-tempat-umum-ezItSU5tkl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sejumlah wanita berdemo agar pemerintah membebaskan mereka bertelanjang dada di tempat umum. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/06/18/1770262/nah-lho-kota-ini-akan-bebaskan-wanita-bertelanjang-dada-di-tempat-umum-ezItSU5tkl.jpg</image><title>Sejumlah wanita berdemo agar pemerintah membebaskan mereka bertelanjang dada di tempat umum. (Foto: Reuters)</title></images><description>BERKELEY - Otoritas Kota Berkeley, California, Amerika  Serikat (AS) sedang mempertimbangkan untuk membebaskan para wanita  telanjang dada atau topless di tempat umum. Alasannya demi keseteraan jender.Ekspresi ketelanjangan sudah dilarang di kota ini sejak tahun 1994, kecuali bagi pria bertelanjang dada.Pembatalan  larangan itu sedang dibahas Dewan Kota Berkeley. Pembatalan larangan  itu harus mengubah Undang-Undang tentang Ketelanjangan Kota.Seruan  pengubahan UU itu juga muncul dari para aktivis Berkeley dengan alasan  parempuan dan laki-laki mempunyai hak yang sama di tempat umum.
(Baca juga: Butuh Uang Banyak, Yulia Nekat Jual Keperawanan Seharga Rp25 Juta)&amp;ldquo;Saya  rasa Berkeley tidak harus mendefinisikan (bahwa) perempuan tidak  diperbolehkan dan laki-laki diperbolehkan,&amp;rdquo; kata anggota Dewan Kota  Berkeley, Kriss Worthington, seperti dikutip dari IB Times, Rabu (6/9/2017).Worthington  yakin bahwa UU yang berlaku saat ini mengesampingkan hak perempuan.  Selain itu, lanjut dia, UU tersebut juga membingungkan penduduk  transgender di Berkeley.&amp;ldquo;Tidak masuk akal dan seksis bahwa  Berkeley mengkhianati tampilan puting perempuan sambil membiarkan  tampilan puting laki-laki,&amp;rdquo; ujarnya dalam pidato. Menyusui di tempat  umum juga akan dibebaskan dari larangan. Worthington merasa  bahwa ketika wanita menyusui diperbolehkan di tempat umum, maka wanita  yang lain harus bisa bepergian topless jika mereka mau.Ketelanjangan  pernah dibebaskan di kota ini sampai tahun 1994. Namun, undang-undang  tersebut berubah saat mahasiswa Universitas California, Andrew Martinez,  masuk ke sebuah pertemuan dewan kota dengan aksi tak lumrah.Selain  di dewan kota, Martinez yang merupakan seorang aktivis juga berkeliaran  di jalanan kota dengan kondisi telanjang sambil membawa sebuah plakat  bertuliskan; &amp;rdquo;Saya lahir telanjang dan Anda juga&amp;rdquo;. Namun, pihak  universitas pada akhirnya bosan dengan kejenakaannya dan menerapkan kode  atau aturan berpakaian.Aturan itu membuat siapa pun yang  melakukan aksi &amp;ldquo;Guy Naked&amp;rdquo; akan diusir dari universitas. Sejak itu,  melakukan ketelanjangan penuh dinyatakan sebagai kejahatan di Berkeley,  kecuali bagi pria bertelanjang dada.</description><content:encoded>BERKELEY - Otoritas Kota Berkeley, California, Amerika  Serikat (AS) sedang mempertimbangkan untuk membebaskan para wanita  telanjang dada atau topless di tempat umum. Alasannya demi keseteraan jender.Ekspresi ketelanjangan sudah dilarang di kota ini sejak tahun 1994, kecuali bagi pria bertelanjang dada.Pembatalan  larangan itu sedang dibahas Dewan Kota Berkeley. Pembatalan larangan  itu harus mengubah Undang-Undang tentang Ketelanjangan Kota.Seruan  pengubahan UU itu juga muncul dari para aktivis Berkeley dengan alasan  parempuan dan laki-laki mempunyai hak yang sama di tempat umum.
(Baca juga: Butuh Uang Banyak, Yulia Nekat Jual Keperawanan Seharga Rp25 Juta)&amp;ldquo;Saya  rasa Berkeley tidak harus mendefinisikan (bahwa) perempuan tidak  diperbolehkan dan laki-laki diperbolehkan,&amp;rdquo; kata anggota Dewan Kota  Berkeley, Kriss Worthington, seperti dikutip dari IB Times, Rabu (6/9/2017).Worthington  yakin bahwa UU yang berlaku saat ini mengesampingkan hak perempuan.  Selain itu, lanjut dia, UU tersebut juga membingungkan penduduk  transgender di Berkeley.&amp;ldquo;Tidak masuk akal dan seksis bahwa  Berkeley mengkhianati tampilan puting perempuan sambil membiarkan  tampilan puting laki-laki,&amp;rdquo; ujarnya dalam pidato. Menyusui di tempat  umum juga akan dibebaskan dari larangan. Worthington merasa  bahwa ketika wanita menyusui diperbolehkan di tempat umum, maka wanita  yang lain harus bisa bepergian topless jika mereka mau.Ketelanjangan  pernah dibebaskan di kota ini sampai tahun 1994. Namun, undang-undang  tersebut berubah saat mahasiswa Universitas California, Andrew Martinez,  masuk ke sebuah pertemuan dewan kota dengan aksi tak lumrah.Selain  di dewan kota, Martinez yang merupakan seorang aktivis juga berkeliaran  di jalanan kota dengan kondisi telanjang sambil membawa sebuah plakat  bertuliskan; &amp;rdquo;Saya lahir telanjang dan Anda juga&amp;rdquo;. Namun, pihak  universitas pada akhirnya bosan dengan kejenakaannya dan menerapkan kode  atau aturan berpakaian.Aturan itu membuat siapa pun yang  melakukan aksi &amp;ldquo;Guy Naked&amp;rdquo; akan diusir dari universitas. Sejak itu,  melakukan ketelanjangan penuh dinyatakan sebagai kejahatan di Berkeley,  kecuali bagi pria bertelanjang dada.</content:encoded></item></channel></rss>
