<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wow! Korsel Kembangkan 'Frankenmissile', Rudal Balistik Berhulu Ledak 2 Ton</title><description>Korsel berjanji untuk  mengembangkan &quot;Frankenmissile&quot;, sebuah rudal balistik yang mampu membawa  hulu ledak yang cukup dahsyat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/06/18/1770378/wow-korsel-kembangkan-frankenmissile-rudal-balistik-berhulu-ledak-2-ton</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/06/18/1770378/wow-korsel-kembangkan-frankenmissile-rudal-balistik-berhulu-ledak-2-ton"/><item><title>Wow! Korsel Kembangkan 'Frankenmissile', Rudal Balistik Berhulu Ledak 2 Ton</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/06/18/1770378/wow-korsel-kembangkan-frankenmissile-rudal-balistik-berhulu-ledak-2-ton</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/06/18/1770378/wow-korsel-kembangkan-frankenmissile-rudal-balistik-berhulu-ledak-2-ton</guid><pubDate>Rabu 06 September 2017 13:45 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/06/18/1770378/wow-korsel-kembangkan-frankenmissile-rudal-balistik-berhulu-ledak-2-ton-12FKWgJUpB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi peluncuran rudal. (Foto: Ist/Sindonews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/06/18/1770378/wow-korsel-kembangkan-frankenmissile-rudal-balistik-berhulu-ledak-2-ton-12FKWgJUpB.jpg</image><title>Ilustrasi peluncuran rudal. (Foto: Ist/Sindonews)</title></images><description>SEOUL - Korea Selatan (Korsel) berjanji untuk  mengembangkan &quot;Frankenmissile&quot;, sebuah rudal balistik yang mampu membawa  hulu ledak yang cukup dahsyat. Nantinya rudal ini akan digunakan untuk  menghancurkan pangkalan militer bawah tanah dan pusat komando perang  Korea Utara (Korut).Menurut sumber militer, Korsel  mempertimbangkan sebuah rencana untuk membangun rudal balistik darat ke  darat yang bisa menjangkau seluruh Korut dan memuat hingga 2 ton hulu  ledak.Tindakan tersebut terungkap sehari setelah Presiden Korsel  (Korsel) Moon Jae-in dan mitranya dari Amerika Serikat (AS) Donald  Trump setuju untuk membatalkan pembatasan muatan rudal Korsel.  Sebelumnya, Korsel dilarang memasang hulu ledak yang beratnya mencapai  lebih dari 500 kilogram ke rudal balistiknya dengan jarak tempuh 800  kilometer.
(Baca juga: Semenanjung Korea Memanas! Korsel Pertimbangkan Opsi Militer Hadapi Nuklir Korut)&quot;Sangat  penting untuk menemukan langkah-langkah yang kuat dan praktis yang  dapat membuat Korut menyadari dampak dari tindakannya,&quot; ujar Presiden  Korsel Moon Jae-in dalam percakapan telepon dengan Presiden AS Donald  Trump.Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk  meningkatkan pencegahan Korsel terhadap Korut, yang diyakini memiliki  kemampuan untuk melengkapi rudal jarak pendek dan menengahnya dengan  hulu ledak nuklir. Korut telah menunjukkan kemampuannya melalui  serangkaian uji coba nuklir, termasuk satu pada hari Minggu. Berdasarkan  pedoman rudal bilateral yang direvisi pada Tahun 2012, Korsel mampu  mengerahkan rudal balistik dengan jangkauan hingga 800 kilometer,  menempatkan seluruh wilayah Korut dalam jangkauannya. Namun  keefektifannya telah dipertanyakan karena Seoul dilarang menggunakan  hulu ledak dengan berat lebih dari 500 kilogram.Jika Korsel  diizinkan untuk mengembangkan rudal baru dengan muatan lebih dari 2 ton,  sekarang akan memiliki alat sendiri untuk mengatasi fasilitas militer  bawah tanah Korut selain yang digunakan oleh militer AS, seperti Bunker  Buster Bomb, analis mencatat.
(Baca juga: Peringatkan Korut, Pentagon: Setiap Ancaman ke AS Disambut Respons Militer Besar-besaran!)&quot;Tindakan tersebut secara dramatis  akan meningkatkan kemampuan balas dendam Korsel terhadap Korut,&quot; kata  Kwon Yong-soo, seorang profesor di Universitas Pertahanan Nasional  Korea. &quot;Dengan rudal balistik 1 ton, Korsel dapat menargetkan  hampir semua fasilitas bawah tanah Korut,&quot; sambungnya seperti dikutip  dari Korea Herald, Rabu (6/9/2017).Dalam upaya untuk  memperkuat tanggapan militernya terhadap program senjata Korut, Korsel  bergegas untuk membentuk sebuah brigade khusus yang ditugaskan untuk  menyingkirkan kepemimpinan Korut termasuk Kim Jong-un.
(Baca juga: Memanas! Respons Tes Bom Hidrogen Korut, Korsel Latihan Jet Tempur dan Rudal Balistik)Unit yang  akan diluncurkan pada 1 Desember ini diharapkan dapat bekerja sama  dengan unit perang khusus AS, seperti SEAL Team Six, yang juga dikenal  sebagai DEVGRU, yang bergerak dalam misi untuk membunuh Osama Bin Laden.
&quot;Kami sedang dalam proses mengkonseptualisasikan rencana tersebut,&quot; kata  Menteri Pertahanan Song Young-moo, menanggapi pertanyaan para anggota  parlemen mengenai apakah militer dapat melakukan &quot;serangan pemenggalan  kepala&quot; terhadap kepemimpinan Korut. &quot;Saya yakin kita bisa menciptakan unit pada 1 Desember dan membuatnya beroperasi,&quot; imbuhnya.Serangan  pemenggalan kepala merupakan bagian dari skema Hukuman dan Pembalasan  Berat Korea, sebuah kampanye militer yang dirancang untuk mengambil  kepemimpinan Pyongyang dengan rudal balistik dan jelajah dalam hal  terjadi serangan nuklir yang akan segera terjadi.</description><content:encoded>SEOUL - Korea Selatan (Korsel) berjanji untuk  mengembangkan &quot;Frankenmissile&quot;, sebuah rudal balistik yang mampu membawa  hulu ledak yang cukup dahsyat. Nantinya rudal ini akan digunakan untuk  menghancurkan pangkalan militer bawah tanah dan pusat komando perang  Korea Utara (Korut).Menurut sumber militer, Korsel  mempertimbangkan sebuah rencana untuk membangun rudal balistik darat ke  darat yang bisa menjangkau seluruh Korut dan memuat hingga 2 ton hulu  ledak.Tindakan tersebut terungkap sehari setelah Presiden Korsel  (Korsel) Moon Jae-in dan mitranya dari Amerika Serikat (AS) Donald  Trump setuju untuk membatalkan pembatasan muatan rudal Korsel.  Sebelumnya, Korsel dilarang memasang hulu ledak yang beratnya mencapai  lebih dari 500 kilogram ke rudal balistiknya dengan jarak tempuh 800  kilometer.
(Baca juga: Semenanjung Korea Memanas! Korsel Pertimbangkan Opsi Militer Hadapi Nuklir Korut)&quot;Sangat  penting untuk menemukan langkah-langkah yang kuat dan praktis yang  dapat membuat Korut menyadari dampak dari tindakannya,&quot; ujar Presiden  Korsel Moon Jae-in dalam percakapan telepon dengan Presiden AS Donald  Trump.Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk  meningkatkan pencegahan Korsel terhadap Korut, yang diyakini memiliki  kemampuan untuk melengkapi rudal jarak pendek dan menengahnya dengan  hulu ledak nuklir. Korut telah menunjukkan kemampuannya melalui  serangkaian uji coba nuklir, termasuk satu pada hari Minggu. Berdasarkan  pedoman rudal bilateral yang direvisi pada Tahun 2012, Korsel mampu  mengerahkan rudal balistik dengan jangkauan hingga 800 kilometer,  menempatkan seluruh wilayah Korut dalam jangkauannya. Namun  keefektifannya telah dipertanyakan karena Seoul dilarang menggunakan  hulu ledak dengan berat lebih dari 500 kilogram.Jika Korsel  diizinkan untuk mengembangkan rudal baru dengan muatan lebih dari 2 ton,  sekarang akan memiliki alat sendiri untuk mengatasi fasilitas militer  bawah tanah Korut selain yang digunakan oleh militer AS, seperti Bunker  Buster Bomb, analis mencatat.
(Baca juga: Peringatkan Korut, Pentagon: Setiap Ancaman ke AS Disambut Respons Militer Besar-besaran!)&quot;Tindakan tersebut secara dramatis  akan meningkatkan kemampuan balas dendam Korsel terhadap Korut,&quot; kata  Kwon Yong-soo, seorang profesor di Universitas Pertahanan Nasional  Korea. &quot;Dengan rudal balistik 1 ton, Korsel dapat menargetkan  hampir semua fasilitas bawah tanah Korut,&quot; sambungnya seperti dikutip  dari Korea Herald, Rabu (6/9/2017).Dalam upaya untuk  memperkuat tanggapan militernya terhadap program senjata Korut, Korsel  bergegas untuk membentuk sebuah brigade khusus yang ditugaskan untuk  menyingkirkan kepemimpinan Korut termasuk Kim Jong-un.
(Baca juga: Memanas! Respons Tes Bom Hidrogen Korut, Korsel Latihan Jet Tempur dan Rudal Balistik)Unit yang  akan diluncurkan pada 1 Desember ini diharapkan dapat bekerja sama  dengan unit perang khusus AS, seperti SEAL Team Six, yang juga dikenal  sebagai DEVGRU, yang bergerak dalam misi untuk membunuh Osama Bin Laden.
&quot;Kami sedang dalam proses mengkonseptualisasikan rencana tersebut,&quot; kata  Menteri Pertahanan Song Young-moo, menanggapi pertanyaan para anggota  parlemen mengenai apakah militer dapat melakukan &quot;serangan pemenggalan  kepala&quot; terhadap kepemimpinan Korut. &quot;Saya yakin kita bisa menciptakan unit pada 1 Desember dan membuatnya beroperasi,&quot; imbuhnya.Serangan  pemenggalan kepala merupakan bagian dari skema Hukuman dan Pembalasan  Berat Korea, sebuah kampanye militer yang dirancang untuk mengambil  kepemimpinan Pyongyang dengan rudal balistik dan jelajah dalam hal  terjadi serangan nuklir yang akan segera terjadi.</content:encoded></item></channel></rss>
