<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tangis Warga Rohingya di Makassar Pecah saat Doa Bersama untuk Saudara di Myanmar</title><description>Warga Rohingya yang ada di Makassar,  Sulawesi Selatan menggelar doa  bersama untuk keselamatan khususnya yang  masih berada di Myanmar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/06/340/1770305/tangis-warga-rohingya-di-makassar-pecah-saat-doa-bersama-untuk-saudara-di-myanmar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/06/340/1770305/tangis-warga-rohingya-di-makassar-pecah-saat-doa-bersama-untuk-saudara-di-myanmar"/><item><title>Tangis Warga Rohingya di Makassar Pecah saat Doa Bersama untuk Saudara di Myanmar</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/06/340/1770305/tangis-warga-rohingya-di-makassar-pecah-saat-doa-bersama-untuk-saudara-di-myanmar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/06/340/1770305/tangis-warga-rohingya-di-makassar-pecah-saat-doa-bersama-untuk-saudara-di-myanmar</guid><pubDate>Rabu 06 September 2017 12:15 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/06/340/1770305/tangis-warga-rohingya-di-makassar-pecah-saat-doa-bersama-untuk-saudara-di-myanmar-QUTk546qnv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Sindonews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/06/340/1770305/tangis-warga-rohingya-di-makassar-pecah-saat-doa-bersama-untuk-saudara-di-myanmar-QUTk546qnv.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Sindonews)</title></images><description>MAKASSAR - Warga Rohingya yang ada di Makassar,  Sulawesi Selatan menggelar doa bersama untuk keselamatan khususnya yang  masih berada di Myanmar. Selain warga Rohingya, kegiatan itu juga  diikuti warga Makassar.Puluhan warga Rohingya tersebut menggelar  doa bersama di salah satu masjid di Jalan Andi Pangeran Pettarani  Makassar, Selasa (5/9/2017). Kegiatan ini diawali dengan shalat  berjamaah.Dalam kesempatan itu, mereka menggugah perasaan semua  pihak agar bersama-sama menghentikan kekerasan terhadap etnis Rohingya  di Myanmar. Dalam kegiatan itu, tidak sedikit warga Rohingya menangis.Warga  Rohingya yang ada di Makassar berahap agar mereka bisa melanjutkan  hidup yang lebih baik. Di antaranya segera dikirim ke negara ketiga.  Bahkan mereka setuju jika menjadi warga Negara Indonesia dan diberi  pekerjaan yang layak.
(Baca juga: 10 Ribu Orang Demo Solidaritas Rohingya, Ini Lokasi Titik Kumpulnya!)Iqbal Jalil, Koordinator Forum Peduli  Rohingya Makassar menyebutkan, di Makassar ada sebanyak 200 lebih warga  Rohingya yang mengungsi. Mereka berada di 12 wisma atau penginapan yang  ada di Makassar. Bahkan di antara mereka ada yang sudah mengungsi di  Indonesia sejak tujuh tahun lalu.
Diketahui, gelombang kekerasan terbaru di negara bagian Rakhine dimulai pada 25  Agustus lalu saat sejumlah kecil kelompok radikal Rohingya menggelar  serangan terkoordinasi dengan sasaran puluhan pos penjagaan polisi dan  sebuah pangkalan militer.Pihak militer kemudian membalas  sehingga korban tewas melonjak hingga mencapai 400 orang dan memicu  gelombang pengungsian ke Bangladesh.Perlakuan terhadap 1,1 juta  warga etnis Rohingya kini menjadi tantangan besar bagi pemimpin Myanmar,  Aung San Suu Kyi--yang dikritik karena membiarkan persekusi terhadap  minoritas Muslim.Myanmar sendiri beralasan bahwa mereka hanya  menyasar kelompok &quot;teroris&quot; yang bertanggung jawab terhadap serangan di  pos kepolisian dan tentara sejak Oktober tahun lalu.
Pemerintah Myanmar sendiri menuding kelompok militan Rohingya sebagai  pelaku pembakaran rumah dan kematian warga sipil. Namun sejumlah badan  pemantau hak asasi manusia, dan juga para pengungsi Rohingya yang sudah  sampai di Bangladesh, mengatakan bahwa mereka terpaksa meninggalkan  Myanmar karena pembunuhan dan pembakaran rumah oleh para tentara.&quot;Indonesia  memimpin upaya ini dan tentu saja ada kemungkinan negara ASEAN lain  akan bergabung,&quot; kata H.T. Imam, penasihat politik Perdana Menteri  Bangladesh Sheikh Hasina, kepada Reuters.&quot;Jika kita bisa terus menekan Myanmar dari ASEAN, dan juga India, maka hasilnya diharapkan akan bagus,&quot; kata dia.Sementara  itu Perdana Menteri India Narendra Modi juga mulai mengunjungi Myanmar  pada Selasa. Dia dijadwalkan akan bertemu dengan sejumlah pemimpin  termasuk Suu Kyi.&quot;Modi akan ke sana dan menteri luar negeri kami  sudah menjelaskan persoalan kepada pihak India soal ini. Jika kesadaran  internasional meningkat, maka tekanan pada Myanmar juga akan semakin  besar,&quot; kata Imam.PBB saat ini sudah memperkirakan ada sekitar 123.600 orang Rohingya yang mengungsi yang tiba di perbatasan Bangladesh.Dengan  demikian, jumlah total pengungsi Rohingya di negara tersebut kini  meningkat menjadi 210 ribu orang sejak Oktober tahun lalu, saat kelompok  radikal yang sama menggelar serangan serupa.</description><content:encoded>MAKASSAR - Warga Rohingya yang ada di Makassar,  Sulawesi Selatan menggelar doa bersama untuk keselamatan khususnya yang  masih berada di Myanmar. Selain warga Rohingya, kegiatan itu juga  diikuti warga Makassar.Puluhan warga Rohingya tersebut menggelar  doa bersama di salah satu masjid di Jalan Andi Pangeran Pettarani  Makassar, Selasa (5/9/2017). Kegiatan ini diawali dengan shalat  berjamaah.Dalam kesempatan itu, mereka menggugah perasaan semua  pihak agar bersama-sama menghentikan kekerasan terhadap etnis Rohingya  di Myanmar. Dalam kegiatan itu, tidak sedikit warga Rohingya menangis.Warga  Rohingya yang ada di Makassar berahap agar mereka bisa melanjutkan  hidup yang lebih baik. Di antaranya segera dikirim ke negara ketiga.  Bahkan mereka setuju jika menjadi warga Negara Indonesia dan diberi  pekerjaan yang layak.
(Baca juga: 10 Ribu Orang Demo Solidaritas Rohingya, Ini Lokasi Titik Kumpulnya!)Iqbal Jalil, Koordinator Forum Peduli  Rohingya Makassar menyebutkan, di Makassar ada sebanyak 200 lebih warga  Rohingya yang mengungsi. Mereka berada di 12 wisma atau penginapan yang  ada di Makassar. Bahkan di antara mereka ada yang sudah mengungsi di  Indonesia sejak tujuh tahun lalu.
Diketahui, gelombang kekerasan terbaru di negara bagian Rakhine dimulai pada 25  Agustus lalu saat sejumlah kecil kelompok radikal Rohingya menggelar  serangan terkoordinasi dengan sasaran puluhan pos penjagaan polisi dan  sebuah pangkalan militer.Pihak militer kemudian membalas  sehingga korban tewas melonjak hingga mencapai 400 orang dan memicu  gelombang pengungsian ke Bangladesh.Perlakuan terhadap 1,1 juta  warga etnis Rohingya kini menjadi tantangan besar bagi pemimpin Myanmar,  Aung San Suu Kyi--yang dikritik karena membiarkan persekusi terhadap  minoritas Muslim.Myanmar sendiri beralasan bahwa mereka hanya  menyasar kelompok &quot;teroris&quot; yang bertanggung jawab terhadap serangan di  pos kepolisian dan tentara sejak Oktober tahun lalu.
Pemerintah Myanmar sendiri menuding kelompok militan Rohingya sebagai  pelaku pembakaran rumah dan kematian warga sipil. Namun sejumlah badan  pemantau hak asasi manusia, dan juga para pengungsi Rohingya yang sudah  sampai di Bangladesh, mengatakan bahwa mereka terpaksa meninggalkan  Myanmar karena pembunuhan dan pembakaran rumah oleh para tentara.&quot;Indonesia  memimpin upaya ini dan tentu saja ada kemungkinan negara ASEAN lain  akan bergabung,&quot; kata H.T. Imam, penasihat politik Perdana Menteri  Bangladesh Sheikh Hasina, kepada Reuters.&quot;Jika kita bisa terus menekan Myanmar dari ASEAN, dan juga India, maka hasilnya diharapkan akan bagus,&quot; kata dia.Sementara  itu Perdana Menteri India Narendra Modi juga mulai mengunjungi Myanmar  pada Selasa. Dia dijadwalkan akan bertemu dengan sejumlah pemimpin  termasuk Suu Kyi.&quot;Modi akan ke sana dan menteri luar negeri kami  sudah menjelaskan persoalan kepada pihak India soal ini. Jika kesadaran  internasional meningkat, maka tekanan pada Myanmar juga akan semakin  besar,&quot; kata Imam.PBB saat ini sudah memperkirakan ada sekitar 123.600 orang Rohingya yang mengungsi yang tiba di perbatasan Bangladesh.Dengan  demikian, jumlah total pengungsi Rohingya di negara tersebut kini  meningkat menjadi 210 ribu orang sejak Oktober tahun lalu, saat kelompok  radikal yang sama menggelar serangan serupa.</content:encoded></item></channel></rss>
