<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rencana Aksi di Candi Borobudur, Polisi Tegaskan Tak Akan Beri Izin</title><description>Warga disarankan untuk melakukan aksi simpati atas tragedi kemanusiaan itu di masjid-masjid terdekat</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/06/512/1770198/rencana-aksi-di-candi-borobudur-polisi-tegaskan-tak-akan-beri-izin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/06/512/1770198/rencana-aksi-di-candi-borobudur-polisi-tegaskan-tak-akan-beri-izin"/><item><title>Rencana Aksi di Candi Borobudur, Polisi Tegaskan Tak Akan Beri Izin</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/06/512/1770198/rencana-aksi-di-candi-borobudur-polisi-tegaskan-tak-akan-beri-izin</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/06/512/1770198/rencana-aksi-di-candi-borobudur-polisi-tegaskan-tak-akan-beri-izin</guid><pubDate>Rabu 06 September 2017 09:19 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Budi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/06/512/1770198/rencana-aksi-di-candi-borobudur-polisi-tegaskan-tak-akan-beri-izin-leTHPXVKZ6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/06/512/1770198/rencana-aksi-di-candi-borobudur-polisi-tegaskan-tak-akan-beri-izin-leTHPXVKZ6.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>SEMARANG &amp;ndash; Maraknya informasi di media sosial yang menyatakan Candi Borobudur akan dikepung massa untuk melakukan aksi solidaritas terhadap muslim Rohingya ditanggapi serius aparat kepolisian. Meski demikian, hingga saat ini belum ada pengajuan izin dari kelompok-kelompok yang akan menggelar aksi tersebut.
&quot;Sampai sekarang tidak ada (pengajuan izin) dan tidak akan pernah kita izinkan,&quot; tegas Kapolda Jateng, Irjen Condro Kirono, usai rapat koordinasi dengan sejumlah pejabat Polri di Mapolda Jateng, Selasa (5/9/2017).

(Baca Juga: Larang Aksi di Borobudur, Polisi Imbau Massa Berkegiatan di Masjid)

Polisi akan memantau pergerakan massa dan melakukan tindakan preventif untuk mencegah massa yang hendak berangkat menuju Candi Borobudur. Warga disarankan untuk melakukan aksi simpati atas tragedi kemanusiaan itu di masjid-masjid terdekat di bawah koordinasi pemerintah daerah setempat.
&quot;Misalnya di Masjid Annur, masjid agung di Kabupten Magelang. Takmir masjid langsung di bawah kendali pemerintah kabupaten. Di kabupaten lain juga sama. Sekarang sudah ada persiapan, ulama, FKUB, Forkomimda untuk mengakomodasi semua warga,&quot; tukas jenderal bintang dua tersebut.
Meski menyarankan rasa solidaritas terhadap muslim Rohingya di masjid-masjid agung, namun polisi tetap melarang orasi yang memprovokasi.
&quot;Masjid bukan tempat aksi, melainkan tempat untuk ibadah salat. Orasi beda dengan ceramah, nanti sudah ada susunan acara apa saja dari pemda,&quot; kata Condro Kirono.

(Baca Juga: Amankan Unjuk Rasa di Kedubes Myanmar, Polisi Kerahkan Ribuan Personel hingga Siapkan Water Canon)

Dia mengatakan, massa yang menyampaikan empati terhadap muslim Rohingya bisa melakukan doa bersama, salat gaib, hingga penggalangan dana. Kegiatan doa bersama Jumat 8 September nanti, akan dilakukan serentak di 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah.
&quot;Kegiatan di masjid itu di antaranya Salat Jumat, doa, Salat Gaib, maupun penggalangan dana silakan. Sementara orasi tidak boleh, itu bagian dari aksi,&quot; lugasnya.
Sekadar diketahui, beberapa hari terakhir marak beredar informasi digelarnya aksi solidaritas yang akan dilakukan sejumlah ormas dengan mengerahkan jutaan orang di Candi Borobudur, Jumat 8 September. Aksi itu digelar sebagai bentuk solidaritas terhadap umat muslim Rohingya yang saat ini tengah dilanda krisis kemanusiaan di Myanmar.
</description><content:encoded>SEMARANG &amp;ndash; Maraknya informasi di media sosial yang menyatakan Candi Borobudur akan dikepung massa untuk melakukan aksi solidaritas terhadap muslim Rohingya ditanggapi serius aparat kepolisian. Meski demikian, hingga saat ini belum ada pengajuan izin dari kelompok-kelompok yang akan menggelar aksi tersebut.
&quot;Sampai sekarang tidak ada (pengajuan izin) dan tidak akan pernah kita izinkan,&quot; tegas Kapolda Jateng, Irjen Condro Kirono, usai rapat koordinasi dengan sejumlah pejabat Polri di Mapolda Jateng, Selasa (5/9/2017).

(Baca Juga: Larang Aksi di Borobudur, Polisi Imbau Massa Berkegiatan di Masjid)

Polisi akan memantau pergerakan massa dan melakukan tindakan preventif untuk mencegah massa yang hendak berangkat menuju Candi Borobudur. Warga disarankan untuk melakukan aksi simpati atas tragedi kemanusiaan itu di masjid-masjid terdekat di bawah koordinasi pemerintah daerah setempat.
&quot;Misalnya di Masjid Annur, masjid agung di Kabupten Magelang. Takmir masjid langsung di bawah kendali pemerintah kabupaten. Di kabupaten lain juga sama. Sekarang sudah ada persiapan, ulama, FKUB, Forkomimda untuk mengakomodasi semua warga,&quot; tukas jenderal bintang dua tersebut.
Meski menyarankan rasa solidaritas terhadap muslim Rohingya di masjid-masjid agung, namun polisi tetap melarang orasi yang memprovokasi.
&quot;Masjid bukan tempat aksi, melainkan tempat untuk ibadah salat. Orasi beda dengan ceramah, nanti sudah ada susunan acara apa saja dari pemda,&quot; kata Condro Kirono.

(Baca Juga: Amankan Unjuk Rasa di Kedubes Myanmar, Polisi Kerahkan Ribuan Personel hingga Siapkan Water Canon)

Dia mengatakan, massa yang menyampaikan empati terhadap muslim Rohingya bisa melakukan doa bersama, salat gaib, hingga penggalangan dana. Kegiatan doa bersama Jumat 8 September nanti, akan dilakukan serentak di 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah.
&quot;Kegiatan di masjid itu di antaranya Salat Jumat, doa, Salat Gaib, maupun penggalangan dana silakan. Sementara orasi tidak boleh, itu bagian dari aksi,&quot; lugasnya.
Sekadar diketahui, beberapa hari terakhir marak beredar informasi digelarnya aksi solidaritas yang akan dilakukan sejumlah ormas dengan mengerahkan jutaan orang di Candi Borobudur, Jumat 8 September. Aksi itu digelar sebagai bentuk solidaritas terhadap umat muslim Rohingya yang saat ini tengah dilanda krisis kemanusiaan di Myanmar.
</content:encoded></item></channel></rss>
