<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gawat! Pejabat Tinggi PBB Sebut Myanmar di Ambang Genosida Etnis Rohingya</title><description>Komentar ini disampaikan pejabat tinggi PBB, Adama Dieng.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/07/18/1771036/gawat-pejabat-tinggi-pbb-sebut-myanmar-di-ambang-genosida-etnis-rohingya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/07/18/1771036/gawat-pejabat-tinggi-pbb-sebut-myanmar-di-ambang-genosida-etnis-rohingya"/><item><title>Gawat! Pejabat Tinggi PBB Sebut Myanmar di Ambang Genosida Etnis Rohingya</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/07/18/1771036/gawat-pejabat-tinggi-pbb-sebut-myanmar-di-ambang-genosida-etnis-rohingya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/07/18/1771036/gawat-pejabat-tinggi-pbb-sebut-myanmar-di-ambang-genosida-etnis-rohingya</guid><pubDate>Kamis 07 September 2017 11:36 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/07/18/1771036/gawat-pejabat-tinggi-pbb-sebut-myanmar-di-ambang-genosida-etnis-rohingya-DIiY6say5h.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Salah satu desa di Rakhine dibakar. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/07/18/1771036/gawat-pejabat-tinggi-pbb-sebut-myanmar-di-ambang-genosida-etnis-rohingya-DIiY6say5h.jpg</image><title>Salah satu desa di Rakhine dibakar. (Foto: Reuters)</title></images><description>YANGON - Tindakan keras militer di negara bagian  Rakhine, Myanmar telah diambang genosida dengan korban etnis Rohingya.  Komentar ini disampaikan pejabat tinggi PBB, Adama Dieng.Lebih  dari 140.000 warga Muslim Rohingya telah melarikan diri ke Bangladesh  sejak kekerasan pecah di Rakhine 25 Agustus lalu. Militer Myanmar telah  dituduh pmelakukan embunuhan massal dan pembakaran sistematis terhadap  desa-desa Rohingya.Kekerasan dipicu serangan gerilyawan Arakan  Rohingya Salvation Army (ARSA) terhadap pos-pos polisi yang menewaskan  sekitar 12 petugas. Militer Myanmar dan kelompok nasionalis dari  komunitas Buddha melakukan pembalasan secara brutal. Sebanyak 370 orang  yang diklaim anggota ARSA dibunuh dalam operasi militer. Tapi  ada laporan yang kredibel dari para aktivis menyebut sekitar 130 orang  dibantai di satu desa, termasuk wanita dan anak-anak etnis Rohingya.
(Baca juga: Nah! Parlemen Arab Minta Pelanggar HAM Krisis Rohingya Dibawa ke Pengadilan Internasional)&amp;rdquo;Ketika  mereka dibunuh dan dipindahkan secara paksa atau sistematis, ini bisa  merupakan pembersihan etnis dan bisa berarti kejahatan terhadap  kemanusiaan,&amp;rdquo; Adama Dieng, yang menjabat sebagai penasihat khusus PBB  untuk pencegahan genosida.&amp;rdquo;Sebenarnya ini bisa menjadi pendahulu bagi semua kejahatan mengerikan, maksud saya genosida,&amp;rdquo; lanjut dia, seperti dikutip ABC, Kamis (7/9/2017).&amp;rdquo;Kami  belum sampai (ke kesimpulan genosida), kami tidak bisa mengatakan bahwa  kita menghadapi genosida, tapi sekarang saatnya untuk bertindak,&amp;rdquo;  paparnya.
(Baca juga: Bungkam Sekian Lama, Akhirnya Aung San Suu Kyi Angkat Bicara soal Rohingya)Istilah &amp;rdquo;kejahatan terhadap kemanusiaan&amp;rdquo; dan &amp;rdquo;genosida&amp;rdquo;  secara hukum didefinisikan di bawah konvensi internasional. Sedangkan  istilah &amp;ldquo;pembersihan etnis&amp;rdquo; tidak didefinisikan.Genosida  didefinisikan pada tahun 1948&amp;mdash;setelah Holocaust Yahudi&amp;mdash;sebagai tindakan  yang disengaja untuk menghancurkan kelompok etnis, bangsa ras atau pun  komunitas agama, secara keseluruhan atau sebagian.&amp;rdquo;Saya akan  ragu untuk mengatakan pada saat ini bahwa ada genosida (di Myanmar),  walaupun itu terutama karena kurangnya bukti, ini masih merupakan  kesimpulan yang masuk akal,&amp;rdquo; imbuh David Simon, direktur program studi  genosida di Universitas Yale.</description><content:encoded>YANGON - Tindakan keras militer di negara bagian  Rakhine, Myanmar telah diambang genosida dengan korban etnis Rohingya.  Komentar ini disampaikan pejabat tinggi PBB, Adama Dieng.Lebih  dari 140.000 warga Muslim Rohingya telah melarikan diri ke Bangladesh  sejak kekerasan pecah di Rakhine 25 Agustus lalu. Militer Myanmar telah  dituduh pmelakukan embunuhan massal dan pembakaran sistematis terhadap  desa-desa Rohingya.Kekerasan dipicu serangan gerilyawan Arakan  Rohingya Salvation Army (ARSA) terhadap pos-pos polisi yang menewaskan  sekitar 12 petugas. Militer Myanmar dan kelompok nasionalis dari  komunitas Buddha melakukan pembalasan secara brutal. Sebanyak 370 orang  yang diklaim anggota ARSA dibunuh dalam operasi militer. Tapi  ada laporan yang kredibel dari para aktivis menyebut sekitar 130 orang  dibantai di satu desa, termasuk wanita dan anak-anak etnis Rohingya.
(Baca juga: Nah! Parlemen Arab Minta Pelanggar HAM Krisis Rohingya Dibawa ke Pengadilan Internasional)&amp;rdquo;Ketika  mereka dibunuh dan dipindahkan secara paksa atau sistematis, ini bisa  merupakan pembersihan etnis dan bisa berarti kejahatan terhadap  kemanusiaan,&amp;rdquo; Adama Dieng, yang menjabat sebagai penasihat khusus PBB  untuk pencegahan genosida.&amp;rdquo;Sebenarnya ini bisa menjadi pendahulu bagi semua kejahatan mengerikan, maksud saya genosida,&amp;rdquo; lanjut dia, seperti dikutip ABC, Kamis (7/9/2017).&amp;rdquo;Kami  belum sampai (ke kesimpulan genosida), kami tidak bisa mengatakan bahwa  kita menghadapi genosida, tapi sekarang saatnya untuk bertindak,&amp;rdquo;  paparnya.
(Baca juga: Bungkam Sekian Lama, Akhirnya Aung San Suu Kyi Angkat Bicara soal Rohingya)Istilah &amp;rdquo;kejahatan terhadap kemanusiaan&amp;rdquo; dan &amp;rdquo;genosida&amp;rdquo;  secara hukum didefinisikan di bawah konvensi internasional. Sedangkan  istilah &amp;ldquo;pembersihan etnis&amp;rdquo; tidak didefinisikan.Genosida  didefinisikan pada tahun 1948&amp;mdash;setelah Holocaust Yahudi&amp;mdash;sebagai tindakan  yang disengaja untuk menghancurkan kelompok etnis, bangsa ras atau pun  komunitas agama, secara keseluruhan atau sebagian.&amp;rdquo;Saya akan  ragu untuk mengatakan pada saat ini bahwa ada genosida (di Myanmar),  walaupun itu terutama karena kurangnya bukti, ini masih merupakan  kesimpulan yang masuk akal,&amp;rdquo; imbuh David Simon, direktur program studi  genosida di Universitas Yale.</content:encoded></item></channel></rss>
