<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wuih! Sanksi Korut, AS Ingin Aset Kim Jong-un Dibekukan dan Melarangnya ke Luar Negeri</title><description>AS mengumumkan sebuah  paket sanksi baru terhadap Korea Utara (Korut) yang ingin Dewan Keamanan  (DK) PBB mengadopsinya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/07/18/1771044/wuih-sanksi-korut-as-ingin-aset-kim-jong-un-dibekukan-dan-melarangnya-ke-luar-negeri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/07/18/1771044/wuih-sanksi-korut-as-ingin-aset-kim-jong-un-dibekukan-dan-melarangnya-ke-luar-negeri"/><item><title>Wuih! Sanksi Korut, AS Ingin Aset Kim Jong-un Dibekukan dan Melarangnya ke Luar Negeri</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/07/18/1771044/wuih-sanksi-korut-as-ingin-aset-kim-jong-un-dibekukan-dan-melarangnya-ke-luar-negeri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/07/18/1771044/wuih-sanksi-korut-as-ingin-aset-kim-jong-un-dibekukan-dan-melarangnya-ke-luar-negeri</guid><pubDate>Kamis 07 September 2017 11:46 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/07/18/1771044/wuih-sanksi-korut-as-ingin-aset-kim-jong-un-dibekukan-dan-melarangnya-ke-luar-negeri-xtSicYmjIw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kim Jong-un. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/07/18/1771044/wuih-sanksi-korut-as-ingin-aset-kim-jong-un-dibekukan-dan-melarangnya-ke-luar-negeri-xtSicYmjIw.jpg</image><title>Kim Jong-un. (Foto: Reuters)</title></images><description>NEW YORK - Amerika Serikat (AS) mengumumkan sebuah  paket sanksi baru terhadap Korea Utara (Korut) yang ingin Dewan Keamanan  (DK) PBB mengadopsinya. Paket sanksi itu mencakup pembekuan aset  pemimpin Korut Kim Jong-un di luar negeri dan melarangnya meninggalkan  negaranya.
Selain itu, resolusi sanksi dari Washington berisi  embargo minyak ke Pyongyang serta larangan negara komunis tersebut  mengekspor tekstil.AS bahkan meminta semua negara tidak mempekerjakan pekerja Korut di luar negeri. rancangan resolusi itu telah dilihat Reuters, semalam.Duta  Besar AS untuk PBB Nikki Haley mengatakan bahwa dia menginginkan agar  15 anggota DK PBB memberikan dukungan suara untuk rancangan resolusi  tersebut pada hari Senin nanti.
(Baca juga: Terungkap! AS Dorong PBB Berlakukan Embargo Minyak terhadap Korut)Namun Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia mengatakan bahwa rancangan resolusi dari Washington terlalu prematur.
Belum jelas apakah China yang merupakan sekutu Pyongyang akan mendukung rancangan sanksi tersebut atau menolaknya.Sebuah  resolusi bisa lolos jika setidaknya didukung sembilan anggota DK PBB  dan tidak ada hak veto dari AS, Inggris, Prancis, Rusia dan China.
(Baca juga: Dubes AS untuk PBB: Kim Jong-un Minta Perang)China  diketahui memasok sebagian besar minyak mentah ke Korea Utara. Menurut  data Korea Selatan, Beijing memasok sekitar 500.000 ton minyak mentah  setiap tahunnya ke Pyongyang.Perusahaan di China, menurut data PBB, juga mengekspor 200.000 ton produk minyak.Rancangan  sanksi diusulkan AS sebagai respons atas uji coba senjata nuklir  termutakhir Korut pada hari Minggu lalu. Tes senjata nuklir jenis bom  hidrogen itu diklaim Pyongyang berhasil. Uji coba telah menimbulkan  getaran gempa 6,3 SR.</description><content:encoded>NEW YORK - Amerika Serikat (AS) mengumumkan sebuah  paket sanksi baru terhadap Korea Utara (Korut) yang ingin Dewan Keamanan  (DK) PBB mengadopsinya. Paket sanksi itu mencakup pembekuan aset  pemimpin Korut Kim Jong-un di luar negeri dan melarangnya meninggalkan  negaranya.
Selain itu, resolusi sanksi dari Washington berisi  embargo minyak ke Pyongyang serta larangan negara komunis tersebut  mengekspor tekstil.AS bahkan meminta semua negara tidak mempekerjakan pekerja Korut di luar negeri. rancangan resolusi itu telah dilihat Reuters, semalam.Duta  Besar AS untuk PBB Nikki Haley mengatakan bahwa dia menginginkan agar  15 anggota DK PBB memberikan dukungan suara untuk rancangan resolusi  tersebut pada hari Senin nanti.
(Baca juga: Terungkap! AS Dorong PBB Berlakukan Embargo Minyak terhadap Korut)Namun Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia mengatakan bahwa rancangan resolusi dari Washington terlalu prematur.
Belum jelas apakah China yang merupakan sekutu Pyongyang akan mendukung rancangan sanksi tersebut atau menolaknya.Sebuah  resolusi bisa lolos jika setidaknya didukung sembilan anggota DK PBB  dan tidak ada hak veto dari AS, Inggris, Prancis, Rusia dan China.
(Baca juga: Dubes AS untuk PBB: Kim Jong-un Minta Perang)China  diketahui memasok sebagian besar minyak mentah ke Korea Utara. Menurut  data Korea Selatan, Beijing memasok sekitar 500.000 ton minyak mentah  setiap tahunnya ke Pyongyang.Perusahaan di China, menurut data PBB, juga mengekspor 200.000 ton produk minyak.Rancangan  sanksi diusulkan AS sebagai respons atas uji coba senjata nuklir  termutakhir Korut pada hari Minggu lalu. Tes senjata nuklir jenis bom  hidrogen itu diklaim Pyongyang berhasil. Uji coba telah menimbulkan  getaran gempa 6,3 SR.</content:encoded></item></channel></rss>
