<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Temui Pengungsi Rohingya, Ibu Negara Turki Kunjungi Bangladesh</title><description>Ibu Negara Turki sengaja mengunjungi Bangladesh untuk menemui para pengungsi Rohingya di sana.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/07/18/1771347/temui-pengungsi-rohingya-ibu-negara-turki-kunjungi-bangladesh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/07/18/1771347/temui-pengungsi-rohingya-ibu-negara-turki-kunjungi-bangladesh"/><item><title>Temui Pengungsi Rohingya, Ibu Negara Turki Kunjungi Bangladesh</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/07/18/1771347/temui-pengungsi-rohingya-ibu-negara-turki-kunjungi-bangladesh</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/07/18/1771347/temui-pengungsi-rohingya-ibu-negara-turki-kunjungi-bangladesh</guid><pubDate>Kamis 07 September 2017 17:17 WIB</pubDate><dc:creator>Emirald Julio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/07/18/1771347/temui-pengungsi-rohingya-ibu-negara-turki-kunjungi-bangladesh-HRarDarCfe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto Ibu Negara Turki, Emine Erdogan, disambut Menteri Dalam Negeri untuk Urusan Luar Negeri Bangladesh, Shahriar Alam (Foto: Facebook)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/07/18/1771347/temui-pengungsi-rohingya-ibu-negara-turki-kunjungi-bangladesh-HRarDarCfe.jpg</image><title>Foto Ibu Negara Turki, Emine Erdogan, disambut Menteri Dalam Negeri untuk Urusan Luar Negeri Bangladesh, Shahriar Alam (Foto: Facebook)</title></images><description>DHAKA &amp;ndash; Ibu Negara Turki, Emine Erdogan, bersama rombongannya pada hari ini mengunjungi Bangladesh. Kunjungan itu sengaja dilakukan untuk menemui para pengungsi Rohingya di sana yang melarikan diri dari Myanmar.
Sebagaimana dikutip dari Bdnews24.com, Kamis (7/9/2017) pesawat khusus yang mengangkut Emine Erdogan dan rombongannya, termasuk Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, tiba di Bandara Internasional Shajalal sekira pukul 02.00 waktu setempat.
BACA JUGA: Krisis Rohingya, Erdogan: Anda Melihat Desa-Desa Dibakar, Tapi Kemanusiaan Tetap Diam!
BACA JUGA: Gawat! Pejabat Tinggi PBB Sebut Myanmar di Ambang Genosida Etnis Rohingya
Menteri Dalam Negeri untuk Urusan Luar Negeri, Shariar Alam, langsung menyambut sang ibu negara Turki itu ketika di bandara. Kunjungan itu sengaja dilakukan akibat semakin meningkatnya kekerasan di Rakhine State dan memicu para warga etnis Rohingya melarikan diri ke Bangladesh.
Sebelumnya, Presiden Recep Tayyip Erdogan juga sudah menghubungi Presiden Bangladesh, Abdul Hamid, pada pekan lalu. Pada sambungan telefon itu, Erdogan memberikan dukungannya terhadap Bangladesh dalam perihal penanganan isu pengungsi Rohingnya.
Bila sesuai jadwal, maka pada hari ini Ibu Negara Turki akan ditemani Menteri Luar Negeri Bangladesh, Mahmood Ali, mengunjungi kamp pengungsi Rohingya di Cox&amp;rsquo;s Bazar. Namun sebelum meninggalkan Kota Dhaka, Emine Erdogan terlebih dahulu melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Bangladesh, Sheikh Hasina.
BACA JUGA: Ungkap Kisah Kabur dari Myanmar, Pengungsi Rohingya: Allah Bawa Kami ke Indonesia
BACA JUGA: Terungkap! Militer Myanmar Dibantu Warga Bakar Rumah Muslim Rohingya
Terkait warga etnis Rohingya yang masih berada di Rakhine State, Pemerintah Myanmar telah memberikan izinnya untuk Turkish Cooperation and Coordination Agency mengirimkan 1.000 ton bantuan makanan. Izin tersebut diberikan pada Selasa 5 September 2017 usai Erdogan berdialog dengan Aung San Suu Kyi.
PBB mengklaim, jumlah warga etnis Rohingya yang melarikan diri ke Bangladesh sudah mencapai angka 146 ribu orang semenjak 12 hari yang lalu. Namun berdasarkan perkiraan Program Pangan Dunia, angka tersebut dapat meningkat hingga 300 ribu orang.
Kekerasan di Rakhine juga telah menyita perhatian Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres. Ia bahkan menuliskan surat resminya ke Dewan Keamanan PBB untuk menyampaikan keprihatinannya. Pada surat tersebut Guterres memberikan sejumlah langkah agar Dewan Keamanan membantu menyelesaikan krisis kemanusiaan di Myanmar tersebut.</description><content:encoded>DHAKA &amp;ndash; Ibu Negara Turki, Emine Erdogan, bersama rombongannya pada hari ini mengunjungi Bangladesh. Kunjungan itu sengaja dilakukan untuk menemui para pengungsi Rohingya di sana yang melarikan diri dari Myanmar.
Sebagaimana dikutip dari Bdnews24.com, Kamis (7/9/2017) pesawat khusus yang mengangkut Emine Erdogan dan rombongannya, termasuk Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, tiba di Bandara Internasional Shajalal sekira pukul 02.00 waktu setempat.
BACA JUGA: Krisis Rohingya, Erdogan: Anda Melihat Desa-Desa Dibakar, Tapi Kemanusiaan Tetap Diam!
BACA JUGA: Gawat! Pejabat Tinggi PBB Sebut Myanmar di Ambang Genosida Etnis Rohingya
Menteri Dalam Negeri untuk Urusan Luar Negeri, Shariar Alam, langsung menyambut sang ibu negara Turki itu ketika di bandara. Kunjungan itu sengaja dilakukan akibat semakin meningkatnya kekerasan di Rakhine State dan memicu para warga etnis Rohingya melarikan diri ke Bangladesh.
Sebelumnya, Presiden Recep Tayyip Erdogan juga sudah menghubungi Presiden Bangladesh, Abdul Hamid, pada pekan lalu. Pada sambungan telefon itu, Erdogan memberikan dukungannya terhadap Bangladesh dalam perihal penanganan isu pengungsi Rohingnya.
Bila sesuai jadwal, maka pada hari ini Ibu Negara Turki akan ditemani Menteri Luar Negeri Bangladesh, Mahmood Ali, mengunjungi kamp pengungsi Rohingya di Cox&amp;rsquo;s Bazar. Namun sebelum meninggalkan Kota Dhaka, Emine Erdogan terlebih dahulu melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Bangladesh, Sheikh Hasina.
BACA JUGA: Ungkap Kisah Kabur dari Myanmar, Pengungsi Rohingya: Allah Bawa Kami ke Indonesia
BACA JUGA: Terungkap! Militer Myanmar Dibantu Warga Bakar Rumah Muslim Rohingya
Terkait warga etnis Rohingya yang masih berada di Rakhine State, Pemerintah Myanmar telah memberikan izinnya untuk Turkish Cooperation and Coordination Agency mengirimkan 1.000 ton bantuan makanan. Izin tersebut diberikan pada Selasa 5 September 2017 usai Erdogan berdialog dengan Aung San Suu Kyi.
PBB mengklaim, jumlah warga etnis Rohingya yang melarikan diri ke Bangladesh sudah mencapai angka 146 ribu orang semenjak 12 hari yang lalu. Namun berdasarkan perkiraan Program Pangan Dunia, angka tersebut dapat meningkat hingga 300 ribu orang.
Kekerasan di Rakhine juga telah menyita perhatian Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres. Ia bahkan menuliskan surat resminya ke Dewan Keamanan PBB untuk menyampaikan keprihatinannya. Pada surat tersebut Guterres memberikan sejumlah langkah agar Dewan Keamanan membantu menyelesaikan krisis kemanusiaan di Myanmar tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
