<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tragedi Rohingya, Malala Yousafzai: Kita Tidak Bisa Diam, yang Mengungsi Sudah Ratusan Ribu!</title><description>Malala  Yousafzai mengatakan, masyarakat global perlu diintervensi untuk  melindungi minoritas Muslim Myanmar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/08/18/1771790/tragedi-rohingya-malala-yousafzai-kita-tidak-bisa-diam-yang-mengungsi-sudah-ratusan-ribu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/08/18/1771790/tragedi-rohingya-malala-yousafzai-kita-tidak-bisa-diam-yang-mengungsi-sudah-ratusan-ribu"/><item><title>Tragedi Rohingya, Malala Yousafzai: Kita Tidak Bisa Diam, yang Mengungsi Sudah Ratusan Ribu!</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/08/18/1771790/tragedi-rohingya-malala-yousafzai-kita-tidak-bisa-diam-yang-mengungsi-sudah-ratusan-ribu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/08/18/1771790/tragedi-rohingya-malala-yousafzai-kita-tidak-bisa-diam-yang-mengungsi-sudah-ratusan-ribu</guid><pubDate>Jum'at 08 September 2017 11:03 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/08/18/1771790/tragedi-rohingya-malala-yousafzai-kita-tidak-bisa-diam-yang-mengungsi-sudah-ratusan-ribu-iHpn4stS7Y.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Malala. (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/08/18/1771790/tragedi-rohingya-malala-yousafzai-kita-tidak-bisa-diam-yang-mengungsi-sudah-ratusan-ribu-iHpn4stS7Y.jpg</image><title>Malala. (Foto: AFP)</title></images><description>LONDON - Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian, Malala  Yousafzai mengatakan, masyarakat global perlu diintervensi untuk  melindungi minoritas Muslim Myanmar. Ia pun meminta tanggapan dunia  internasional terhadap kekerasan yang terjadi di Myanmar.
&quot;Kita  tidak bisa diam sekarang. Jumlah orang yang telah mengungsi adalah  ratusan ribu. Saya pikir kita bahkan tidak bisa membayangkan untuk  sesaat seperti apa kewarganegaraan Anda, hak Anda untuk tinggal di  negara, benar-benar ditolak,&quot; kata Malala seperti dilansir dari BBC, Jumat (8/9/2017).&quot;Ini  harus menjadi isu hak asasi manusia. Pemerintah harus bereaksi  terhadapnya. Orang-orang mengungsi, mereka menghadapi kekerasan.  Anak-anak dirampas pendidikan, mereka tidak dapat menerima hak-hak dasar dan hidup dalam situasi terorisme, bila ada begitu banyak kekerasan  di sekitar Anda, sangat sulit dilakukan,&quot; sambungnya.
(Baca juga: Wah! Muncul Petisi Seret Suu Kyi ke Mahkamah Internasional, Sudah Diteken 310 Ribu Orang)Dia pun mendesak pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi, untuk berbicara kepada Rohingya.&quot;Kita perlu bangun dan meresponsnya dan saya berharap Aung San Suu Kyi juga meresponsnya,&quot; pungkasnya.Ini  adalah kedua kalinya Malala meminta Suu Kyi untuk angkat bicara terkait  Rohingya. Sebelumnya Malala mengatakan dunia sedang menunggu untuk Aung  San Suu Kyi bertindak.
Baca juga: Bungkam Sekian Lama, Akhirnya Aung San Suu Kyi Angkat Bicara soal Rohingya)Pada  hari Kamis, Aung San Suu Kyi mengucapkan pidato pertamanya tentang  krisis di Rakhine sejak tindakan keras pemerintah dimulai bulan lalu.&quot;Sedikit  tidak masuk akal untuk mengharapkan kami menyelesaikan masalah ini  dalam 18 bulan. Situasi di Rakhine sudah seperti itu sejak beberapa  dekade. Ini kembali ke zaman pra-kolonial,&quot; katanya. (qlh)</description><content:encoded>LONDON - Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian, Malala  Yousafzai mengatakan, masyarakat global perlu diintervensi untuk  melindungi minoritas Muslim Myanmar. Ia pun meminta tanggapan dunia  internasional terhadap kekerasan yang terjadi di Myanmar.
&quot;Kita  tidak bisa diam sekarang. Jumlah orang yang telah mengungsi adalah  ratusan ribu. Saya pikir kita bahkan tidak bisa membayangkan untuk  sesaat seperti apa kewarganegaraan Anda, hak Anda untuk tinggal di  negara, benar-benar ditolak,&quot; kata Malala seperti dilansir dari BBC, Jumat (8/9/2017).&quot;Ini  harus menjadi isu hak asasi manusia. Pemerintah harus bereaksi  terhadapnya. Orang-orang mengungsi, mereka menghadapi kekerasan.  Anak-anak dirampas pendidikan, mereka tidak dapat menerima hak-hak dasar dan hidup dalam situasi terorisme, bila ada begitu banyak kekerasan  di sekitar Anda, sangat sulit dilakukan,&quot; sambungnya.
(Baca juga: Wah! Muncul Petisi Seret Suu Kyi ke Mahkamah Internasional, Sudah Diteken 310 Ribu Orang)Dia pun mendesak pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi, untuk berbicara kepada Rohingya.&quot;Kita perlu bangun dan meresponsnya dan saya berharap Aung San Suu Kyi juga meresponsnya,&quot; pungkasnya.Ini  adalah kedua kalinya Malala meminta Suu Kyi untuk angkat bicara terkait  Rohingya. Sebelumnya Malala mengatakan dunia sedang menunggu untuk Aung  San Suu Kyi bertindak.
Baca juga: Bungkam Sekian Lama, Akhirnya Aung San Suu Kyi Angkat Bicara soal Rohingya)Pada  hari Kamis, Aung San Suu Kyi mengucapkan pidato pertamanya tentang  krisis di Rakhine sejak tindakan keras pemerintah dimulai bulan lalu.&quot;Sedikit  tidak masuk akal untuk mengharapkan kami menyelesaikan masalah ini  dalam 18 bulan. Situasi di Rakhine sudah seperti itu sejak beberapa  dekade. Ini kembali ke zaman pra-kolonial,&quot; katanya. (qlh)</content:encoded></item></channel></rss>
