<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Suu Kyi Kini Dikritik Desmond Tutu, Peraih Nobel Perdamaian yang 'Cinta' Padanya</title><description>Kali ini giliran Desmond Tutu  yang mengkritik sikap bungkam  Suu Kyi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/08/18/1771799/suu-kyi-kini-dikritik-desmond-tutu-peraih-nobel-perdamaian-yang-cinta-padanya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/08/18/1771799/suu-kyi-kini-dikritik-desmond-tutu-peraih-nobel-perdamaian-yang-cinta-padanya"/><item><title>Suu Kyi Kini Dikritik Desmond Tutu, Peraih Nobel Perdamaian yang 'Cinta' Padanya</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/08/18/1771799/suu-kyi-kini-dikritik-desmond-tutu-peraih-nobel-perdamaian-yang-cinta-padanya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/08/18/1771799/suu-kyi-kini-dikritik-desmond-tutu-peraih-nobel-perdamaian-yang-cinta-padanya</guid><pubDate>Jum'at 08 September 2017 11:18 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/08/18/1771799/suu-kyi-kini-dikritik-desmond-tutu-peraih-nobel-perdamaian-yang-cinta-padanya-cHdGq0IA1k.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Suu Kyi dan Desmond Tutu. (Foto: Ist/Sindonews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/08/18/1771799/suu-kyi-kini-dikritik-desmond-tutu-peraih-nobel-perdamaian-yang-cinta-padanya-cHdGq0IA1k.jpg</image><title>Suu Kyi dan Desmond Tutu. (Foto: Ist/Sindonews)</title></images><description>CAPE TOWN - Satu lagi peraih Nobel Perdamaian  mengkritik sikap bungkam Aung San Suu Kyi. Kali ini giliran Desmond Tutu  yang mengkritik sikap bungkam Suu Kyi.
Desmond Tutu diketahui sangat mengagumi Suu Kyi, bahkan dia pernah menyatakan &quot;cintanya&quot; saat wanita itu bebas dari tahanan militer.
Lewat sepucuk surat,  Desmond Tutu meminta Suu Kyi untuk mengakhiri kekerasan terhadap  minoritas Muslim Rohingya di negaranya. Uskup Agung berusia 85 tahun itu  mengatakan bahwa kengerian dan pembersihan etnis di wilayah Rahkine  telah memaksanya untuk berbicara menentang wanita yang dikagumi dan  dianggap sebagai saudara perempuan tercinta.
(Baca juga: Uskup Afsel Nyatakan &quot;Cinta&quot; ke Suu Kyi)Meskipun Suu Kyi  bertahan pada pendapatnya bahwa penanganan terhadap krisis tengah  dilakukan, Tutu mendesak pemenang Nobel Perdamaian itu untuk melakukan  intervensi.&quot;Saya sekarang sudah tua, jompo dan pensiun secara  resmi, tapi melanggar sumpah saya untuk tetap diam dalam urusan publik  karena kesedihan yang dalam,&quot; tulisnya dalam sebuah surat yang diposkan  di media sosial.&quot;Selama bertahun-tahun saya memandang fotomu di  mejaku untuk mengingatkan saya akan ketidakadilan dan pengorbanan yang  Anda alami dari cinta dan komitmen Anda untuk orang-orang Myanmar. Anda  melambangkan kebenaran,&quot; tulis Tutu&amp;nbsp; seperti dilansir dari The Guardian, Jumat (8/9/2017).&quot;Kemunculan  Anda ke dalam kehidupan publik menghilangkan kekhawatiran kami tentang  kekerasan yang dilakukan terhadap anggota Rohingya. Tapi apa yang  beberapa orang sebut sebagai pembersihan etnis dan yang lainnya genosida  perlahan terus berlanjut dan baru-baru ini dipercepat,&quot; sambung Tutu.
(Baca juga: Tragedi Rohingya, Malala Yousafzai: Kita Tidak Bisa Diam, yang Mengungsi Sudah Ratusan Ribu!)&quot;Ini  tidak sesuai untuk simbol kebenaran untuk memimpin negara seperti itu.  Jika harga politik kenaikan Anda ke kantor tertinggi di Myanmar adalah  kebungkaman Anda, harganya pasti terlalu tinggi,&quot; kata aktivis  anti-apartheid itu lagi.Tutu bergabung dengan daftar suara yang  terus bertambah yang meminta Aung San Suu Kyi untuk berbuat lebih banyak  untuk melindungi minoritas Muslim Myanmar yang dianiaya.Malala Yousafzai, pemenang hadiah Nobel perdamaian termuda, mengatakan dunia sedang menunggu untuk Aung San Suu Kyi bertindak.&quot;Setiap kali saya melihat berita tersebut, hati saya hancur,&quot; tulisnya di Twitter. &quot;Selama  beberapa tahun terakhir, saya berulang kali mengutuk perlakuan tragis  dan memalukan ini. Saya masih menunggu rekan peraih Nobel Aung San Suu  Kyi untuk melakukan hal yang sama,&quot; sambungnya.</description><content:encoded>CAPE TOWN - Satu lagi peraih Nobel Perdamaian  mengkritik sikap bungkam Aung San Suu Kyi. Kali ini giliran Desmond Tutu  yang mengkritik sikap bungkam Suu Kyi.
Desmond Tutu diketahui sangat mengagumi Suu Kyi, bahkan dia pernah menyatakan &quot;cintanya&quot; saat wanita itu bebas dari tahanan militer.
Lewat sepucuk surat,  Desmond Tutu meminta Suu Kyi untuk mengakhiri kekerasan terhadap  minoritas Muslim Rohingya di negaranya. Uskup Agung berusia 85 tahun itu  mengatakan bahwa kengerian dan pembersihan etnis di wilayah Rahkine  telah memaksanya untuk berbicara menentang wanita yang dikagumi dan  dianggap sebagai saudara perempuan tercinta.
(Baca juga: Uskup Afsel Nyatakan &quot;Cinta&quot; ke Suu Kyi)Meskipun Suu Kyi  bertahan pada pendapatnya bahwa penanganan terhadap krisis tengah  dilakukan, Tutu mendesak pemenang Nobel Perdamaian itu untuk melakukan  intervensi.&quot;Saya sekarang sudah tua, jompo dan pensiun secara  resmi, tapi melanggar sumpah saya untuk tetap diam dalam urusan publik  karena kesedihan yang dalam,&quot; tulisnya dalam sebuah surat yang diposkan  di media sosial.&quot;Selama bertahun-tahun saya memandang fotomu di  mejaku untuk mengingatkan saya akan ketidakadilan dan pengorbanan yang  Anda alami dari cinta dan komitmen Anda untuk orang-orang Myanmar. Anda  melambangkan kebenaran,&quot; tulis Tutu&amp;nbsp; seperti dilansir dari The Guardian, Jumat (8/9/2017).&quot;Kemunculan  Anda ke dalam kehidupan publik menghilangkan kekhawatiran kami tentang  kekerasan yang dilakukan terhadap anggota Rohingya. Tapi apa yang  beberapa orang sebut sebagai pembersihan etnis dan yang lainnya genosida  perlahan terus berlanjut dan baru-baru ini dipercepat,&quot; sambung Tutu.
(Baca juga: Tragedi Rohingya, Malala Yousafzai: Kita Tidak Bisa Diam, yang Mengungsi Sudah Ratusan Ribu!)&quot;Ini  tidak sesuai untuk simbol kebenaran untuk memimpin negara seperti itu.  Jika harga politik kenaikan Anda ke kantor tertinggi di Myanmar adalah  kebungkaman Anda, harganya pasti terlalu tinggi,&quot; kata aktivis  anti-apartheid itu lagi.Tutu bergabung dengan daftar suara yang  terus bertambah yang meminta Aung San Suu Kyi untuk berbuat lebih banyak  untuk melindungi minoritas Muslim Myanmar yang dianiaya.Malala Yousafzai, pemenang hadiah Nobel perdamaian termuda, mengatakan dunia sedang menunggu untuk Aung San Suu Kyi bertindak.&quot;Setiap kali saya melihat berita tersebut, hati saya hancur,&quot; tulisnya di Twitter. &quot;Selama  beberapa tahun terakhir, saya berulang kali mengutuk perlakuan tragis  dan memalukan ini. Saya masih menunggu rekan peraih Nobel Aung San Suu  Kyi untuk melakukan hal yang sama,&quot; sambungnya.</content:encoded></item></channel></rss>
