<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terungkap! 58 Persen Warga Korsel Ragu Korut Picu Perang di Semenanjung Korea</title><description>Warga Korea Selatan (Korsel) ragu jika negara  tetangganya, Korea Utara (Korut), akan memulai perang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/08/18/1771955/terungkap-58-persen-warga-korsel-ragu-korut-picu-perang-di-semenanjung-korea</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/08/18/1771955/terungkap-58-persen-warga-korsel-ragu-korut-picu-perang-di-semenanjung-korea"/><item><title>Terungkap! 58 Persen Warga Korsel Ragu Korut Picu Perang di Semenanjung Korea</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/08/18/1771955/terungkap-58-persen-warga-korsel-ragu-korut-picu-perang-di-semenanjung-korea</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/08/18/1771955/terungkap-58-persen-warga-korsel-ragu-korut-picu-perang-di-semenanjung-korea</guid><pubDate>Jum'at 08 September 2017 14:51 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/08/18/1771955/terungkap-58-persen-warga-korsel-ragu-korut-picu-perang-di-semenanjung-korea-91rGt9zTk2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Militer Korsel saat sedang latihan. (Foto: Ist/Sindonews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/08/18/1771955/terungkap-58-persen-warga-korsel-ragu-korut-picu-perang-di-semenanjung-korea-91rGt9zTk2.jpg</image><title>Militer Korsel saat sedang latihan. (Foto: Ist/Sindonews)</title></images><description>SEOUL - Warga Korea Selatan (Korsel) ragu jika negara  tetangganya, Korea Utara (Korut), akan memulai perang. Begitu hasil  survei yang dilakukan Gallup Korea.Dalam survei itu, 58 persen  warga Korsel merasa Korut tidak mungkin akan menyebabkan perang. Hanya  37 persen warga Korsel yang meyakini negara tertutup itu akan melakukan  hal tersebut seperti dilansir dari Reuters, Jumat (8/9/2017).Gallup  Korea mulai kerap melakukan survei seperti ini sejak Tahun 1992, dan  persentase responden saat ini yang menganggap Korut tidak akan memulai  perang adalah yang tertinggi kedua sejak saat itu.Dalam jajak  pendapat pertama di Tahun 1992, 69 persen dari mereka yang ditanyai  mengira Korut akan memulai perang sementara hanya 24 persen yang  berpendapat tidak akan melakukannya.Survei tersebut menunjukkan  bahwa warga Korsel tidak perduli dengan perang dibandingkan dengan bulan  Juni 2007, sembilan bulan setelah Korut melakukan uji coba nuklir  pertamanya, pada bulan September 2006.Pada tahun 2007, 51 persen responden mengatakan bahwa mereka mengira akan terjadi perang, sementara 45 persen tidak.
(Baca juga: Wow! Korsel Kembangkan 'Frankenmissile', Rudal Balistik Berhulu Ledak 2 Ton)Korut  mengatakan bahwa pihaknya perlu mengembangkan senjata untuk melindungi  dirinya dari agresi Amerika Serikat (AS). Negara ini terus mengejar  program nuklir dan misilnya untuk menentang kecaman internasional. Rezim  Pyongyang pun telah mengancam melakukan aksi yang lebih banyak sebagai  tanggapan atas sanksi PBB yang baru dan tekanan AS.Meskipun  Korut menunjukkan retorika berapi-api, warga korsel umumnya bersikap  tenang, menjalani hidup mereka tanpa tanda-tanda kepanikan.
(Baca juga: Semenanjung Korea Memanas! Korsel Pertimbangkan Opsi Militer Hadapi Nuklir Korut)&quot;Hasil  survei menunjukkan warga Korea Selatan mungkin sudah terbiasa dengan  ancaman provokasi berulang setelah lebih dari 60 tahun berada dalam  keadaan gencatan senjata,&quot; kata Gallup Korea dalam sebuah pernyataan.Korsel  dan AS secara teknis masih berperang dengan Korut setelah konflik Korea  1950-53 berakhir dengan sebuah gencatan senjata, bukan sebuah  perjanjian damai.Jajak pendapat tersebut juga menemukan bahwa 60  persen dari mereka yang disurvei percaya bahwa Korsel harus  mempersenjatai diri dengan senjata nuklir sementara 35 persen tidak  setuju.</description><content:encoded>SEOUL - Warga Korea Selatan (Korsel) ragu jika negara  tetangganya, Korea Utara (Korut), akan memulai perang. Begitu hasil  survei yang dilakukan Gallup Korea.Dalam survei itu, 58 persen  warga Korsel merasa Korut tidak mungkin akan menyebabkan perang. Hanya  37 persen warga Korsel yang meyakini negara tertutup itu akan melakukan  hal tersebut seperti dilansir dari Reuters, Jumat (8/9/2017).Gallup  Korea mulai kerap melakukan survei seperti ini sejak Tahun 1992, dan  persentase responden saat ini yang menganggap Korut tidak akan memulai  perang adalah yang tertinggi kedua sejak saat itu.Dalam jajak  pendapat pertama di Tahun 1992, 69 persen dari mereka yang ditanyai  mengira Korut akan memulai perang sementara hanya 24 persen yang  berpendapat tidak akan melakukannya.Survei tersebut menunjukkan  bahwa warga Korsel tidak perduli dengan perang dibandingkan dengan bulan  Juni 2007, sembilan bulan setelah Korut melakukan uji coba nuklir  pertamanya, pada bulan September 2006.Pada tahun 2007, 51 persen responden mengatakan bahwa mereka mengira akan terjadi perang, sementara 45 persen tidak.
(Baca juga: Wow! Korsel Kembangkan 'Frankenmissile', Rudal Balistik Berhulu Ledak 2 Ton)Korut  mengatakan bahwa pihaknya perlu mengembangkan senjata untuk melindungi  dirinya dari agresi Amerika Serikat (AS). Negara ini terus mengejar  program nuklir dan misilnya untuk menentang kecaman internasional. Rezim  Pyongyang pun telah mengancam melakukan aksi yang lebih banyak sebagai  tanggapan atas sanksi PBB yang baru dan tekanan AS.Meskipun  Korut menunjukkan retorika berapi-api, warga korsel umumnya bersikap  tenang, menjalani hidup mereka tanpa tanda-tanda kepanikan.
(Baca juga: Semenanjung Korea Memanas! Korsel Pertimbangkan Opsi Militer Hadapi Nuklir Korut)&quot;Hasil  survei menunjukkan warga Korea Selatan mungkin sudah terbiasa dengan  ancaman provokasi berulang setelah lebih dari 60 tahun berada dalam  keadaan gencatan senjata,&quot; kata Gallup Korea dalam sebuah pernyataan.Korsel  dan AS secara teknis masih berperang dengan Korut setelah konflik Korea  1950-53 berakhir dengan sebuah gencatan senjata, bukan sebuah  perjanjian damai.Jajak pendapat tersebut juga menemukan bahwa 60  persen dari mereka yang disurvei percaya bahwa Korsel harus  mempersenjatai diri dengan senjata nuklir sementara 35 persen tidak  setuju.</content:encoded></item></channel></rss>
