<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Misteri Santri Berusia 11 Tahun di Bogor Bergabung ke ISIS dan Disorot Dunia</title><description>Seorang bocah berusia 11 tahun dikabarkan bergabung ke ISIS.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/08/18/1772036/misteri-santri-berusia-11-tahun-di-bogor-bergabung-ke-isis-dan-disorot-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/08/18/1772036/misteri-santri-berusia-11-tahun-di-bogor-bergabung-ke-isis-dan-disorot-dunia"/><item><title>Misteri Santri Berusia 11 Tahun di Bogor Bergabung ke ISIS dan Disorot Dunia</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/08/18/1772036/misteri-santri-berusia-11-tahun-di-bogor-bergabung-ke-isis-dan-disorot-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/08/18/1772036/misteri-santri-berusia-11-tahun-di-bogor-bergabung-ke-isis-dan-disorot-dunia</guid><pubDate>Jum'at 08 September 2017 16:13 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/08/18/1772036/misteri-santri-berusia-11-tahun-di-bogor-bergabung-ke-isis-dan-disorot-dunia-s7SOgVkrix.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bocah yang diduga bergabung ke ISIS. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/08/18/1772036/misteri-santri-berusia-11-tahun-di-bogor-bergabung-ke-isis-dan-disorot-dunia-s7SOgVkrix.jpg</image><title>Bocah yang diduga bergabung ke ISIS. (Foto: Reuters)</title></images><description>SUKAJAYA - Hatf Saiful Rasul berusia 11 tahun saat dia  mengatakan kepada ayahnya, Syaiful Anam, seorang terpidana kasus  terorisme, bahwa dia ingin pergi ke Suriah untuk memperjuangkan ISIS.  Bocah itu sebelum pergi ke Suriah merupakan santri di pondok pesantren  Ibnu Mas&amp;rsquo;ud, di Sukajaya, Bogor, yang kini jadi sorotan media asing. Hatf  mengunjungi ayahnya di sebuah penjara dengan keamanan maksimum saat  libur dari aktivitas di pesantren. Syaiful menuliskan kisah anak dan  agamanya dalam esai 12.000 kata yang dipublikasikan secara online.&amp;rdquo;Awalnya,  saya tidak merespons dan menganggapnya hanya lelucon seorang anak,&amp;rdquo;  tulis Syaiful. &amp;rdquo;Tapi itu menjadi berbeda ketika Hatf menyatakan  kesediaannya berulang kali.&amp;rdquo;Hatf mengatakan kepada ayahnya bahwa  beberapa teman dan guru dari pesantren Ibnu Mas'ud telah pergi untuk  memperjuangkan kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). &amp;ldquo;Dan menjadi martir di sana,&amp;rdquo; lanjut tulisan Syaiful.
(Baca juga: Diduga Bergabung dengan ISIS, 18 WNI dari Suriah Dipulangkan ke Tanah Air)Syaiful  akhirnya setuju untuk membiarkan anaknya pergi ke Suriah. Dalam  esainya, pesantren tersebut dikelola oleh &amp;rdquo;kawan yang berbagi ideologi&amp;rdquo;  dengannya. Hatf pergi ke Suriah bersama sekelompok kerabat pada Tahun  2015, bergabung dengan sekelompok militan Prancis. Reuters  berbicara dengan tiga pejabat kontra-terorisme di Indonesia yang  mengonfirmasi bahwa anak laki-laki tersebut memang pergi ke Suriah.Dari dokumen pengadilan, data pendaftaran,&amp;nbsp; dan wawancara dengan petugas polisi anti-terorisme dan para mantan militan, Reuters melaporkan bahwa Hatf adalah satu dari sekitar 12 orang dari pesantren  Ibnu Mas'ud yang pergi ke Timur Tengah untuk memperjuangkan ISIS atau  setidaknya berusaha untuk pergi ke sana antara tahun 2013 hingga 2016.Pesantren Membantah Sedikitnya  18 orang lainnya yang terkait dengan lembaga pendidikan tersebut telah  dipidana atau telah ditangkap karena berencana dan terlibat serangan  militan di Indonesia. Menurut dokumen polisi dan sidang  kontra-terorisme, data itu termasuk tiga serangan paling mematikan di  Indonesia dalam 20 bulan terakhir.Namun, Jumadi, juru bicara pondok pesantren Ibnu Mas'ud, seperti dilaporkan Reuters, membantah lembaga tersebut mendukung ISIS atau kelompok militan  lainnya. Dia juga menyangkal bahwa pesantren mengajarkan interpretasi  ekstrem.Pondok pesantren Ibnu Masud yang telah berdiri selama satu dekade telah diawasi pihak berwenang Indonesia.Irfan  Idris, Kepala Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme  (BNPT) menyalahkan lemahnya undang-undang dan birokrasi karena tidak ada  tindakan terhadap lembaga pendidikan semacam itu.
Kamaruddin  Amin, Direktur Jenderal Pendidikan Islam di Kementerian Agama RI,  memberikan alasan mengapa pesantren di kaki Gunung Salak ini tidak  ditutup.&amp;rdquo;Ibnu Mas'ud tidak pernah terdaftar sebagai pesantren,&amp;rdquo; katanya.Pemerintah  daerah setempat, ujar Kamaruddin, telah meminta penjelasan mengenai  status pesantren itu, tapi tidak pernah mendapat tanggapan.Jumadi  menambahkan, Hatf belajar di pesantren Ibnu Mas'ud, tapi dia tidak tahu  tentang riwayat kepergiannya ke Suriah. Dia juga mengaku tidak  mengetahui adanya staf atau pun santri yang bepergian ke Suriah untuk  bergabung dengan ISIS, selain tiga guru dan satu santri yang ditahan di  Singapura pada tahun lalu.</description><content:encoded>SUKAJAYA - Hatf Saiful Rasul berusia 11 tahun saat dia  mengatakan kepada ayahnya, Syaiful Anam, seorang terpidana kasus  terorisme, bahwa dia ingin pergi ke Suriah untuk memperjuangkan ISIS.  Bocah itu sebelum pergi ke Suriah merupakan santri di pondok pesantren  Ibnu Mas&amp;rsquo;ud, di Sukajaya, Bogor, yang kini jadi sorotan media asing. Hatf  mengunjungi ayahnya di sebuah penjara dengan keamanan maksimum saat  libur dari aktivitas di pesantren. Syaiful menuliskan kisah anak dan  agamanya dalam esai 12.000 kata yang dipublikasikan secara online.&amp;rdquo;Awalnya,  saya tidak merespons dan menganggapnya hanya lelucon seorang anak,&amp;rdquo;  tulis Syaiful. &amp;rdquo;Tapi itu menjadi berbeda ketika Hatf menyatakan  kesediaannya berulang kali.&amp;rdquo;Hatf mengatakan kepada ayahnya bahwa  beberapa teman dan guru dari pesantren Ibnu Mas'ud telah pergi untuk  memperjuangkan kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). &amp;ldquo;Dan menjadi martir di sana,&amp;rdquo; lanjut tulisan Syaiful.
(Baca juga: Diduga Bergabung dengan ISIS, 18 WNI dari Suriah Dipulangkan ke Tanah Air)Syaiful  akhirnya setuju untuk membiarkan anaknya pergi ke Suriah. Dalam  esainya, pesantren tersebut dikelola oleh &amp;rdquo;kawan yang berbagi ideologi&amp;rdquo;  dengannya. Hatf pergi ke Suriah bersama sekelompok kerabat pada Tahun  2015, bergabung dengan sekelompok militan Prancis. Reuters  berbicara dengan tiga pejabat kontra-terorisme di Indonesia yang  mengonfirmasi bahwa anak laki-laki tersebut memang pergi ke Suriah.Dari dokumen pengadilan, data pendaftaran,&amp;nbsp; dan wawancara dengan petugas polisi anti-terorisme dan para mantan militan, Reuters melaporkan bahwa Hatf adalah satu dari sekitar 12 orang dari pesantren  Ibnu Mas'ud yang pergi ke Timur Tengah untuk memperjuangkan ISIS atau  setidaknya berusaha untuk pergi ke sana antara tahun 2013 hingga 2016.Pesantren Membantah Sedikitnya  18 orang lainnya yang terkait dengan lembaga pendidikan tersebut telah  dipidana atau telah ditangkap karena berencana dan terlibat serangan  militan di Indonesia. Menurut dokumen polisi dan sidang  kontra-terorisme, data itu termasuk tiga serangan paling mematikan di  Indonesia dalam 20 bulan terakhir.Namun, Jumadi, juru bicara pondok pesantren Ibnu Mas'ud, seperti dilaporkan Reuters, membantah lembaga tersebut mendukung ISIS atau kelompok militan  lainnya. Dia juga menyangkal bahwa pesantren mengajarkan interpretasi  ekstrem.Pondok pesantren Ibnu Masud yang telah berdiri selama satu dekade telah diawasi pihak berwenang Indonesia.Irfan  Idris, Kepala Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme  (BNPT) menyalahkan lemahnya undang-undang dan birokrasi karena tidak ada  tindakan terhadap lembaga pendidikan semacam itu.
Kamaruddin  Amin, Direktur Jenderal Pendidikan Islam di Kementerian Agama RI,  memberikan alasan mengapa pesantren di kaki Gunung Salak ini tidak  ditutup.&amp;rdquo;Ibnu Mas'ud tidak pernah terdaftar sebagai pesantren,&amp;rdquo; katanya.Pemerintah  daerah setempat, ujar Kamaruddin, telah meminta penjelasan mengenai  status pesantren itu, tapi tidak pernah mendapat tanggapan.Jumadi  menambahkan, Hatf belajar di pesantren Ibnu Mas'ud, tapi dia tidak tahu  tentang riwayat kepergiannya ke Suriah. Dia juga mengaku tidak  mengetahui adanya staf atau pun santri yang bepergian ke Suriah untuk  bergabung dengan ISIS, selain tiga guru dan satu santri yang ditahan di  Singapura pada tahun lalu.</content:encoded></item></channel></rss>
