<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ya Ampun! Syamsi dan Istri Tinggal Bersama 5 Anaknya di Gubuk yang Nyaris Roboh  </title><description>Betapa tidak, ia terpaksa harus tinggal bersama lima anaknya di sebuah gubuk yang nyaris roboh.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/08/340/1771797/ya-ampun-syamsi-dan-istri-tinggal-bersama-5-anaknya-di-gubuk-yang-nyaris-roboh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/08/340/1771797/ya-ampun-syamsi-dan-istri-tinggal-bersama-5-anaknya-di-gubuk-yang-nyaris-roboh"/><item><title>Ya Ampun! Syamsi dan Istri Tinggal Bersama 5 Anaknya di Gubuk yang Nyaris Roboh  </title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/08/340/1771797/ya-ampun-syamsi-dan-istri-tinggal-bersama-5-anaknya-di-gubuk-yang-nyaris-roboh</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/08/340/1771797/ya-ampun-syamsi-dan-istri-tinggal-bersama-5-anaknya-di-gubuk-yang-nyaris-roboh</guid><pubDate>Jum'at 08 September 2017 11:16 WIB</pubDate><dc:creator>Rizka Diputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/08/340/1771797/ya-ampun-syamsi-dan-istri-tinggal-bersama-5-anaknya-di-gubuk-yang-nyaris-roboh-Wfi9zQj10z.JPG" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Facebook/@Yuni Rusmini)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/08/340/1771797/ya-ampun-syamsi-dan-istri-tinggal-bersama-5-anaknya-di-gubuk-yang-nyaris-roboh-Wfi9zQj10z.JPG</image><title>(Foto: Facebook/@Yuni Rusmini)</title></images><description>BANJAR - Sangat miris kehidupan yang dialami Syamsi (60) dan istrinya Amsah (40). Betapa tidak, ia terpaksa harus tinggal bersama lima anaknya di sebuah gubuk yang nyaris roboh. Gubuk yang berada di RT 5 Desa Kelampayan Ilin, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan itu memang terlihat sangat memprihatinkan.
Pengguna akun facebook @Yuni Rusmini dalam postingannya Kamis 7 September 2017 menuturkan, keberadaan Syamsi dan istrinya itu diketahui lewat kunjungan sejumlah pegiat kemanusiaan yang prihatin dengan kondisi Syamsi.
Bersama sejumlah jurnalis lokal, mereka menyambangi langsung untuk mengetahui kondisi terkini Syamsi beserta keluarganya. Disebutkan bahwa, program bedah rumah sebenarnya sudah diajukan sejak 2015 silam.

Namun ironisnya, hingga kini belum kunjung terealisasi. Pihaknya pun menggalang dana untuk memperbaiki atap rumah yang bocor serta membetulkan tiang-tiang yang sudah rapuh
Untuk diketahui juga bahwa, Syamsi telah tinggal lebih dari 30 tahun di dalam gubuk yang tak layak huni tersebut. Akibat, penyakit stroke yang diderita Syamsi, istrinya lah yang saat ini menjadi tulang punggung keluarga. Sesekali ia dibantu anaknya yang masih kecil bernama Rusdi.

Simak videonya berikut ini:
&amp;lt;iframe src=&quot;https://www.facebook.com/plugins/video.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fyuni.rusmini%2Fvideos%2F1839389686076743%2F&amp;amp;show_text=0&amp;amp;width=560&quot; width=&quot;560&quot; height=&quot;322&quot; style=&quot;border:none;overflow:hidden&quot; scrolling=&quot;no&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowTransparency=&quot;true&quot; allowFullScreen=&quot;true&quot;&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;</description><content:encoded>BANJAR - Sangat miris kehidupan yang dialami Syamsi (60) dan istrinya Amsah (40). Betapa tidak, ia terpaksa harus tinggal bersama lima anaknya di sebuah gubuk yang nyaris roboh. Gubuk yang berada di RT 5 Desa Kelampayan Ilin, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan itu memang terlihat sangat memprihatinkan.
Pengguna akun facebook @Yuni Rusmini dalam postingannya Kamis 7 September 2017 menuturkan, keberadaan Syamsi dan istrinya itu diketahui lewat kunjungan sejumlah pegiat kemanusiaan yang prihatin dengan kondisi Syamsi.
Bersama sejumlah jurnalis lokal, mereka menyambangi langsung untuk mengetahui kondisi terkini Syamsi beserta keluarganya. Disebutkan bahwa, program bedah rumah sebenarnya sudah diajukan sejak 2015 silam.

Namun ironisnya, hingga kini belum kunjung terealisasi. Pihaknya pun menggalang dana untuk memperbaiki atap rumah yang bocor serta membetulkan tiang-tiang yang sudah rapuh
Untuk diketahui juga bahwa, Syamsi telah tinggal lebih dari 30 tahun di dalam gubuk yang tak layak huni tersebut. Akibat, penyakit stroke yang diderita Syamsi, istrinya lah yang saat ini menjadi tulang punggung keluarga. Sesekali ia dibantu anaknya yang masih kecil bernama Rusdi.

Simak videonya berikut ini:
&amp;lt;iframe src=&quot;https://www.facebook.com/plugins/video.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fyuni.rusmini%2Fvideos%2F1839389686076743%2F&amp;amp;show_text=0&amp;amp;width=560&quot; width=&quot;560&quot; height=&quot;322&quot; style=&quot;border:none;overflow:hidden&quot; scrolling=&quot;no&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowTransparency=&quot;true&quot; allowFullScreen=&quot;true&quot;&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
