<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>OKEZONE STORY: Menikah 75 Tahun, Harvey dan Irma Takjub dengan Badai yang Memakai Nama Mereka</title><description>Dua badai ganas pada 2017 memakai nama Harvey dan Irma. Di Washington, ada pasutri dengan kedua nama itu telah menikah selama 75 tahun.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/09/18/1772597/okezone-story-menikah-75-tahun-harvey-dan-irma-takjub-dengan-badai-yang-memakai-nama-mereka</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/09/18/1772597/okezone-story-menikah-75-tahun-harvey-dan-irma-takjub-dengan-badai-yang-memakai-nama-mereka"/><item><title>OKEZONE STORY: Menikah 75 Tahun, Harvey dan Irma Takjub dengan Badai yang Memakai Nama Mereka</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/09/18/1772597/okezone-story-menikah-75-tahun-harvey-dan-irma-takjub-dengan-badai-yang-memakai-nama-mereka</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/09/18/1772597/okezone-story-menikah-75-tahun-harvey-dan-irma-takjub-dengan-badai-yang-memakai-nama-mereka</guid><pubDate>Sabtu 09 September 2017 14:40 WIB</pubDate><dc:creator>Rifa Nadia Nurfuadah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/09/18/1772597/okezone-story-menikah-75-tahun-harvey-dan-irma-takjub-dengan-badai-yang-memakai-nama-mereka-IMuaeih3U7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harvey dan Irma Schluter. (Foto: The Spokesman-Review)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/09/18/1772597/okezone-story-menikah-75-tahun-harvey-dan-irma-takjub-dengan-badai-yang-memakai-nama-mereka-IMuaeih3U7.jpg</image><title>Harvey dan Irma Schluter. (Foto: The Spokesman-Review)</title></images><description>HARVEY dan Irma Schluter telah menikah selama 75 tahun. Harvey berusia 104 tahun pada Juli, sedangkan Irma akan mencapai usia 93 tahun pada November.
Mereka masih ingat dengan jelas berbagai peristiwa besar sepanjang abad 20; mulai dari pertama kali melihat pesawat terbang,  era Depresi Besar, hingga misteri tentang Neil Armstrong sebagai manusia pertama yang berjalan di bulan. Dalam pembicaraan telefon terbaru dengan New York Post, Irma bahkan masih ingat bagaimana cuaca di sekitar rumahnya di Spokane, Washington, pada hari saat Presiden John F. Kennedy dibunuh.
BACA JUGA: Warga AS Siaga 1, Badai Irma Akan Hantam Florida Hari Ini
Meski menjadi saksi hidup ratusan peristiwa bersejarah, Harvey dan Irma belum pernah menyaksikan dua badai besar yang memakai nama mereka mengancam Amerika Serikat (AS).
&quot;Saya tidak tahu bagaimana mereka melakukan itu, untuk menamai badai dengan Harvey dan Irma. Saya tidak tahu bagaimana cara kerjanya,&quot; ujar Irma, seperti dinukil dari New York Times, Sabtu (9/9/2017).
BACA JUGA: Astaga! Bergerak ke Florida, Badai Irma Renggut 21 Korban Jiwa di Karibia
Penjelasannya amat sederhana. Sejak  1979, World Meteorological Organization (WMO) menggunakan nama laki-laki dan perempuan untuk menamai serangkaian badai yang menerjang Samudera Atlantik.
Enam daftar besar disimpan dan dipakai bergiliran. Jadi, nama badai kecil sepanjang 2017 hanya akan kembali dipakai pada 2023. Hanya nama badai-badai yang amat merusak dan mematikan  yang akan dipensiunkan alias tidak dipakai lagi.
 
BACA JUGA: Evakuasi Besar-besaran, 5,6 Juta Orang Ngungsi dari Florida Jelang Hantaman Badai Irma
Pertama kali nama Harvey dipakai untuk menyebut badai pada 1981, kemudian 6 badai lain memakai nama tersebut. Badai lain yang mengikuti Harvey setiap 6 tahun dinamai Irene. Namun pada 2011, nama Irene dipensiunkan karena terjangannya amat dahsyat di Kepulauan Karibia dan kota lain di pesisir timur.
Melihat keganasan Badai Harvey dan Irma pada 2017, bisa jadi ini adalah kali pertama dan terakhir kedua nama itu dipakai secara berpasangan.Sebaliknya, Harvey dan Irma Schluter, telah berpasangan sejak 1940-an. Kala itu, Harvey sedang mengunjungi saudara laki-lakinya di sebuah apartemen di Spokane dan bertemu Irma. Semasa SMA, Irma tinggal bersama saudara perempuannya di unit apartemen di bawah saudara laki-laki Harvey.
Harvey amat gigih mendekati Irma. Namun, Irma masih ragu.
&quot;Saya belum menyelesaikan masa sekolah. Saya ingin menunggu hingga lulus. Tetapi Harvey mengajak saya menikah sebelum itu,&quot; ujar Irma.
 
BACA JUGA: Hadapi Badai Irma, Taman Bermain di Florida Ditutup karena Kurangnya Pasokan Listrik
Keduanya lalu menikah pada 1942. Dan setelah masa tinggal yang singkat di Fort Meade, Maryland, serta Harvey masih mengabdi sebagai tentara, pengantin baru ini kembali ke Washington.
Saat Harvey bekerja sebagai tukang cukur, Irma sendirian dan kesepian di rumah. Keduanya tumbuh di kalangan keluarga besar, sehingga nampaknya wajar untuk merawat sekelompok anak asuh. Sebagian dari anak-anak itu mengalami keterbatasan fisik dan mental.
 
BACA JUGA: Duuh! Badai Harvey Terus Picu Kerusakan, Presiden Trump Umumkan Keadaan Darurat di Louisiana
Pada sebuah cerita yang menandai hari jadi mereka Maret lalu, juru bicara harian lokal Spokane, The Spokesman-Review, melaporkan bahwa Harvey dan Irma telah mengasuh 120 anak selama puluhan tahun. Angka itu dibenarkan Irma.Harvey lalu membuka usahanya sendiri di Hillyard, daerah pinggiran kota Spokane. Pada toko yang ia namai Harvey&amp;rsquo;s Shop itu, Harvey bekerja sebagai tukang cukur selama 45 tahun. Pada 2013 ia menyatakan kepada The Spokesman-Review bahwa pencapaian paling mengagumkan dalam hidupnya adalah menjadi orangtua asuh, dan bermain banjo.
Spokane, wilayah di timur Washington, tentu saja tidak pernah menyaksikan badai. Dan dalam kehidupan panjang yang dijalani Harvey dan Irma, pasangan ini juga berhasil menghindari dua badai besar yang keganasannya bisa membuat kedua nama itu pensiun dari daftar WMO. Di antara nama badai yang dipensiunkan adalah Hazel (1950-an); Carla, Hilda dan Inez (1960-an); Agnes dan David (1970-an); Allen, Gilbert dan Hugo (1980-an); Andrew dan Mitch (1990-an); Serta Isabel, Ivan, Katrina dan Felix (2000-an).
 
BACA JUGA: Diperkirakan Capai USD15 Miliar, Kerugian akibat Badai Harvey Setara Badai Katrina
Irma mengaku tidak terlalu merasakan dampak peristiwa cuaca lainnya, termasuk badai salju dan gempa, yang kerap terjadi di Washington. Irma menyebut, dalam beberapa hari terakhir ia hanya tinggal di rumah bersama Harvey karena adanya asap dari kebakaran hutan di barat laut Pasifik.
 
BACA JUGA: Kompak! 5 Mantan Presiden AS Galang Dana untuk Bantu Korban Badai Harvey
Ketika Harvey dan Irma lahir, yaitu pada awal abad ke-20, radio adalah penemuan baru, bahkan masih puluhan tahun diperlukan sebelum penemuan TV kabel. Kini, di abad yang baru, setelah 75 tahun menikah, keduanya dapat melihat nama mereka berseliweran di semua laporan terkait dua badai kategori 5 diiring kabar kematian, kerusakan dan evakuasi.
&quot;Amat sedih. Saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan, saya tidak pernah menghadapi situasi tersebut. Saya akan mencoba menolong orang. Anda hanya harus melakukan apa yang bisa Anda lakukan. Jika dapat menolong seseorang, maka tolonglah,&quot; tutur Irma.</description><content:encoded>HARVEY dan Irma Schluter telah menikah selama 75 tahun. Harvey berusia 104 tahun pada Juli, sedangkan Irma akan mencapai usia 93 tahun pada November.
Mereka masih ingat dengan jelas berbagai peristiwa besar sepanjang abad 20; mulai dari pertama kali melihat pesawat terbang,  era Depresi Besar, hingga misteri tentang Neil Armstrong sebagai manusia pertama yang berjalan di bulan. Dalam pembicaraan telefon terbaru dengan New York Post, Irma bahkan masih ingat bagaimana cuaca di sekitar rumahnya di Spokane, Washington, pada hari saat Presiden John F. Kennedy dibunuh.
BACA JUGA: Warga AS Siaga 1, Badai Irma Akan Hantam Florida Hari Ini
Meski menjadi saksi hidup ratusan peristiwa bersejarah, Harvey dan Irma belum pernah menyaksikan dua badai besar yang memakai nama mereka mengancam Amerika Serikat (AS).
&quot;Saya tidak tahu bagaimana mereka melakukan itu, untuk menamai badai dengan Harvey dan Irma. Saya tidak tahu bagaimana cara kerjanya,&quot; ujar Irma, seperti dinukil dari New York Times, Sabtu (9/9/2017).
BACA JUGA: Astaga! Bergerak ke Florida, Badai Irma Renggut 21 Korban Jiwa di Karibia
Penjelasannya amat sederhana. Sejak  1979, World Meteorological Organization (WMO) menggunakan nama laki-laki dan perempuan untuk menamai serangkaian badai yang menerjang Samudera Atlantik.
Enam daftar besar disimpan dan dipakai bergiliran. Jadi, nama badai kecil sepanjang 2017 hanya akan kembali dipakai pada 2023. Hanya nama badai-badai yang amat merusak dan mematikan  yang akan dipensiunkan alias tidak dipakai lagi.
 
BACA JUGA: Evakuasi Besar-besaran, 5,6 Juta Orang Ngungsi dari Florida Jelang Hantaman Badai Irma
Pertama kali nama Harvey dipakai untuk menyebut badai pada 1981, kemudian 6 badai lain memakai nama tersebut. Badai lain yang mengikuti Harvey setiap 6 tahun dinamai Irene. Namun pada 2011, nama Irene dipensiunkan karena terjangannya amat dahsyat di Kepulauan Karibia dan kota lain di pesisir timur.
Melihat keganasan Badai Harvey dan Irma pada 2017, bisa jadi ini adalah kali pertama dan terakhir kedua nama itu dipakai secara berpasangan.Sebaliknya, Harvey dan Irma Schluter, telah berpasangan sejak 1940-an. Kala itu, Harvey sedang mengunjungi saudara laki-lakinya di sebuah apartemen di Spokane dan bertemu Irma. Semasa SMA, Irma tinggal bersama saudara perempuannya di unit apartemen di bawah saudara laki-laki Harvey.
Harvey amat gigih mendekati Irma. Namun, Irma masih ragu.
&quot;Saya belum menyelesaikan masa sekolah. Saya ingin menunggu hingga lulus. Tetapi Harvey mengajak saya menikah sebelum itu,&quot; ujar Irma.
 
BACA JUGA: Hadapi Badai Irma, Taman Bermain di Florida Ditutup karena Kurangnya Pasokan Listrik
Keduanya lalu menikah pada 1942. Dan setelah masa tinggal yang singkat di Fort Meade, Maryland, serta Harvey masih mengabdi sebagai tentara, pengantin baru ini kembali ke Washington.
Saat Harvey bekerja sebagai tukang cukur, Irma sendirian dan kesepian di rumah. Keduanya tumbuh di kalangan keluarga besar, sehingga nampaknya wajar untuk merawat sekelompok anak asuh. Sebagian dari anak-anak itu mengalami keterbatasan fisik dan mental.
 
BACA JUGA: Duuh! Badai Harvey Terus Picu Kerusakan, Presiden Trump Umumkan Keadaan Darurat di Louisiana
Pada sebuah cerita yang menandai hari jadi mereka Maret lalu, juru bicara harian lokal Spokane, The Spokesman-Review, melaporkan bahwa Harvey dan Irma telah mengasuh 120 anak selama puluhan tahun. Angka itu dibenarkan Irma.Harvey lalu membuka usahanya sendiri di Hillyard, daerah pinggiran kota Spokane. Pada toko yang ia namai Harvey&amp;rsquo;s Shop itu, Harvey bekerja sebagai tukang cukur selama 45 tahun. Pada 2013 ia menyatakan kepada The Spokesman-Review bahwa pencapaian paling mengagumkan dalam hidupnya adalah menjadi orangtua asuh, dan bermain banjo.
Spokane, wilayah di timur Washington, tentu saja tidak pernah menyaksikan badai. Dan dalam kehidupan panjang yang dijalani Harvey dan Irma, pasangan ini juga berhasil menghindari dua badai besar yang keganasannya bisa membuat kedua nama itu pensiun dari daftar WMO. Di antara nama badai yang dipensiunkan adalah Hazel (1950-an); Carla, Hilda dan Inez (1960-an); Agnes dan David (1970-an); Allen, Gilbert dan Hugo (1980-an); Andrew dan Mitch (1990-an); Serta Isabel, Ivan, Katrina dan Felix (2000-an).
 
BACA JUGA: Diperkirakan Capai USD15 Miliar, Kerugian akibat Badai Harvey Setara Badai Katrina
Irma mengaku tidak terlalu merasakan dampak peristiwa cuaca lainnya, termasuk badai salju dan gempa, yang kerap terjadi di Washington. Irma menyebut, dalam beberapa hari terakhir ia hanya tinggal di rumah bersama Harvey karena adanya asap dari kebakaran hutan di barat laut Pasifik.
 
BACA JUGA: Kompak! 5 Mantan Presiden AS Galang Dana untuk Bantu Korban Badai Harvey
Ketika Harvey dan Irma lahir, yaitu pada awal abad ke-20, radio adalah penemuan baru, bahkan masih puluhan tahun diperlukan sebelum penemuan TV kabel. Kini, di abad yang baru, setelah 75 tahun menikah, keduanya dapat melihat nama mereka berseliweran di semua laporan terkait dua badai kategori 5 diiring kabar kematian, kerusakan dan evakuasi.
&quot;Amat sedih. Saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan, saya tidak pernah menghadapi situasi tersebut. Saya akan mencoba menolong orang. Anda hanya harus melakukan apa yang bisa Anda lakukan. Jika dapat menolong seseorang, maka tolonglah,&quot; tutur Irma.</content:encoded></item></channel></rss>
