<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Krisis Rohingya, Tokoh Lintas Agama Imbau Massa Tak Kepung Borobudur</title><description>Sejumlah tokoh lintas agama di Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat tak mengepung Candi Borobudur.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/09/512/1772420/krisis-rohingya-tokoh-lintas-agama-imbau-massa-tak-kepung-borobudur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/09/512/1772420/krisis-rohingya-tokoh-lintas-agama-imbau-massa-tak-kepung-borobudur"/><item><title>Krisis Rohingya, Tokoh Lintas Agama Imbau Massa Tak Kepung Borobudur</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/09/512/1772420/krisis-rohingya-tokoh-lintas-agama-imbau-massa-tak-kepung-borobudur</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/09/512/1772420/krisis-rohingya-tokoh-lintas-agama-imbau-massa-tak-kepung-borobudur</guid><pubDate>Sabtu 09 September 2017 00:53 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/09/512/1772420/krisis-rohingya-tokoh-lintas-agama-imbau-massa-tak-kepung-borobudur-uGV0wwSg7z.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/09/512/1772420/krisis-rohingya-tokoh-lintas-agama-imbau-massa-tak-kepung-borobudur-uGV0wwSg7z.jpg</image><title></title></images><description>JEMBER - Sejumlah tokoh lintas agama di Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk tidak mengepung Candi Borobudur dalam rangka aksi solidaritas terhadap aksi kekerasan yang menimpa kaum muslim Rohingya di Myanmar.
Imbauan itu disampaikan dalam dialog lintas agama di Jember, Jumat 8 September 2017 yang dihadiri antara lain Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jember Halim Subahar, Ketua PCNU Jember KH Abdullah Samsul Arifin, Ketua Muhammadiyah Jember Kusno, Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama Abdul Muis, Perwakilan Gereja Santo Yusup FAX Yiddi Purwa M, Ketua Persatuan Hindu Dharma Indonesia I Wayan Wesa Atmaja.
&quot;Rencana aksi mengepung Candi Borobudur sebagai bentuk protes atas tragedi kemanusiaan yang dialami umat Islam Rohingya di Myanmar merupakan aksi solidaritas yang tidak tepat,&quot; kata Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember, KH Abdullah Samsul Arifin.
Menurutnya, aksi keprihatinan tersebut dapat berpotensi menimbulkan tindakan anarkis yang dapat merusak cagar budaya yang dimiliki bangsa Indonesia yang sudah dijadikan salah satu keajaiban dunia itu.
&quot;Kekerasan yang dialami umat muslim di Myanmar oleh sekelompok penganut agama Buddha tidak bisa digeneralisasikan dengan membenci seluruh umat Buddha,&quot; tutur pria yang akrab disapa Gus Aab itu.
Selain itu, lanjut dia, konflik yang terjadi di Myanmar tidak bisa dilihat murni sebagai persoalan agama karena tidak menutup kemungkinan ada motif lain, misalnya motif ekonomi, kekuasaan, bahkan perebutan pengaruh.
&quot;Bentuk solidaritas dengan melakukan aksi kekerasan terhadap umat Buddha di Indonesia tidak tepat karena mereka tidak tahu menahu dan tidak harus bertanggung jawab dengan yang dilakukan umat Buddha di Myanmar,&quot; tutur dia.
Untuk itu, lanjutnya, umat Islam harus dapat bersikap lebih arif dan bijak dalam menyalurkan aksi solidaritasnya terhadap krisis kemanusiaan yang dialami etnis Rohingya, dan bukan sebaliknya dapat berpotensi memperluas masalah.
&quot;Upaya diplomasi, pemberian bantuan, dan rehabilitasi terhadap korban tragedi kemanusiaan di Myanmar oleh Pemerintah Indonesia sudah cukup sebagai saluran aspirasi solidaritas sesama umat,&quot; ujarnya.
Sementara Ketua Pengurus Cabang Majelis Agama Budha Terawadha Kabupaten Jember, Djaenal Aura Dhama menyampaikan apresiasinya terhadap upaya yang dilakukan pemerintah untuk menghindari gesekan antarumat agama dan kelompok dengan mempertemukan seluruh pimpinan umat beragama yang diinisiasi oleh Kapolres Jember, AKBP Kusworo Wibowo.
&quot;Kami berharap upaya imbauan untuk tidak melakukan pengepungan demonstrasi di Candi Borobudur juga dicontoh daerah lain untuk menjaga persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia,&quot; katanya.
Sebelumnya, ormas Front Pembela Islam (FPI) beberapa kali menyatakan akan menggelar aksi demo di Candi Borobodur, Magelang, Jawa Tengah, terkait krisis kemanusiaan di Rohingya sebagai bentuk protes terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas tragedi kemanusian yang dialami etnis Rohingya di Myanmar.</description><content:encoded>JEMBER - Sejumlah tokoh lintas agama di Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk tidak mengepung Candi Borobudur dalam rangka aksi solidaritas terhadap aksi kekerasan yang menimpa kaum muslim Rohingya di Myanmar.
Imbauan itu disampaikan dalam dialog lintas agama di Jember, Jumat 8 September 2017 yang dihadiri antara lain Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jember Halim Subahar, Ketua PCNU Jember KH Abdullah Samsul Arifin, Ketua Muhammadiyah Jember Kusno, Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama Abdul Muis, Perwakilan Gereja Santo Yusup FAX Yiddi Purwa M, Ketua Persatuan Hindu Dharma Indonesia I Wayan Wesa Atmaja.
&quot;Rencana aksi mengepung Candi Borobudur sebagai bentuk protes atas tragedi kemanusiaan yang dialami umat Islam Rohingya di Myanmar merupakan aksi solidaritas yang tidak tepat,&quot; kata Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember, KH Abdullah Samsul Arifin.
Menurutnya, aksi keprihatinan tersebut dapat berpotensi menimbulkan tindakan anarkis yang dapat merusak cagar budaya yang dimiliki bangsa Indonesia yang sudah dijadikan salah satu keajaiban dunia itu.
&quot;Kekerasan yang dialami umat muslim di Myanmar oleh sekelompok penganut agama Buddha tidak bisa digeneralisasikan dengan membenci seluruh umat Buddha,&quot; tutur pria yang akrab disapa Gus Aab itu.
Selain itu, lanjut dia, konflik yang terjadi di Myanmar tidak bisa dilihat murni sebagai persoalan agama karena tidak menutup kemungkinan ada motif lain, misalnya motif ekonomi, kekuasaan, bahkan perebutan pengaruh.
&quot;Bentuk solidaritas dengan melakukan aksi kekerasan terhadap umat Buddha di Indonesia tidak tepat karena mereka tidak tahu menahu dan tidak harus bertanggung jawab dengan yang dilakukan umat Buddha di Myanmar,&quot; tutur dia.
Untuk itu, lanjutnya, umat Islam harus dapat bersikap lebih arif dan bijak dalam menyalurkan aksi solidaritasnya terhadap krisis kemanusiaan yang dialami etnis Rohingya, dan bukan sebaliknya dapat berpotensi memperluas masalah.
&quot;Upaya diplomasi, pemberian bantuan, dan rehabilitasi terhadap korban tragedi kemanusiaan di Myanmar oleh Pemerintah Indonesia sudah cukup sebagai saluran aspirasi solidaritas sesama umat,&quot; ujarnya.
Sementara Ketua Pengurus Cabang Majelis Agama Budha Terawadha Kabupaten Jember, Djaenal Aura Dhama menyampaikan apresiasinya terhadap upaya yang dilakukan pemerintah untuk menghindari gesekan antarumat agama dan kelompok dengan mempertemukan seluruh pimpinan umat beragama yang diinisiasi oleh Kapolres Jember, AKBP Kusworo Wibowo.
&quot;Kami berharap upaya imbauan untuk tidak melakukan pengepungan demonstrasi di Candi Borobudur juga dicontoh daerah lain untuk menjaga persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia,&quot; katanya.
Sebelumnya, ormas Front Pembela Islam (FPI) beberapa kali menyatakan akan menggelar aksi demo di Candi Borobodur, Magelang, Jawa Tengah, terkait krisis kemanusiaan di Rohingya sebagai bentuk protes terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas tragedi kemanusian yang dialami etnis Rohingya di Myanmar.</content:encoded></item></channel></rss>
