<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Beri Pesan kepada Aktivis HAM, Duterte: Kritik Aung San Suu Kyi, Bukan Saya</title><description>Presiden Filipina, Rodrigo Duterte menyampaikan pesan khusus kepada para  akktivis hak asasi manusia (HAM) yang kerap mengkritiknya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/10/18/1772946/beri-pesan-kepada-aktivis-ham-duterte-kritik-aung-san-suu-kyi-bukan-saya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/10/18/1772946/beri-pesan-kepada-aktivis-ham-duterte-kritik-aung-san-suu-kyi-bukan-saya"/><item><title>Beri Pesan kepada Aktivis HAM, Duterte: Kritik Aung San Suu Kyi, Bukan Saya</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/10/18/1772946/beri-pesan-kepada-aktivis-ham-duterte-kritik-aung-san-suu-kyi-bukan-saya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/10/18/1772946/beri-pesan-kepada-aktivis-ham-duterte-kritik-aung-san-suu-kyi-bukan-saya</guid><pubDate>Minggu 10 September 2017 11:10 WIB</pubDate><dc:creator>Rufki Ade Vinanda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/10/18/1772946/beri-pesan-kepada-aktivis-ham-duterte-kritik-aung-san-suu-kyi-bukan-saya-I0Fep94jM2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Filipina, Rodrigo Duterte dan Penasihat Negera Myanmar, Aung San Suu Kyi. (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/10/18/1772946/beri-pesan-kepada-aktivis-ham-duterte-kritik-aung-san-suu-kyi-bukan-saya-I0Fep94jM2.jpg</image><title>Presiden Filipina, Rodrigo Duterte dan Penasihat Negera Myanmar, Aung San Suu Kyi. (Foto: AFP)</title></images><description>MANILA - Presiden Filipina, Rodrigo Duterte menyampaikan pesan khusus kepada para akktivis hak asasi manusia (HAM) yang kerap mengkritiknya. Pesan Duterte tersebut mengesankan jika ia bukanlah orang yang tepat untuk menjadi target kritik.
Melansir Strait Times, Minggu (10/9/2017), dalam pesannya, Duterte meminta para aktivis untuk mengkritik pemimpin de facto sekaligus penasihat negara Myanmar, Aung San Suu Kyi. Menurut Duterte, Suu Kyi memiliki pengaruh besar atas tindak penganiayaan yang diterima Muslim Rohingya.
Duterte meminta aktivis untuk fokus ke Suu Kyi ketimbang mengkritik upaya anti-kejahatan yang tengah ia gencarkan hingga saat ini.
&quot;Suu Kyi adalah pemenang Hadiah Nobel. Tapi lihat sekarang orang Rohingya, mereka diperlakukan secara brutal dan tidak memiliki kewarganegaraan, terutama kalian aktivis HAM dengan segala keributannya,&quot; ujar Duterte.
Baca Juga: Dihujani Kritik soal Krisis Rohingya, Mengapa Suu Kyi Tak Merespons?
Presiden berusia 72 tahun tersebut menyampaikan pesannya itu dalam sebuah pidato di sebuah konferensi bisnis. Selain menyampaikan pesan kepada para aktivis, dalam kesempatan ini, Duterte juga memanfaatkannya untuk membela tindakannya dalam program perang terhadap obat-obatan terlarang.
Sebagaimana diketahui, kritik telah meluas dalam beberapa waktu terakhir menyusul perang narkoba Duterte telah mnyebabkan 3 remaja di bawah umur tewas.  Sejauh ini, Polisi Filipina telah membunuh lebih dari 3.800 orang sejak perang Narkoba Duterte dimulai pada Juni 2016.
Namun, berdasarkan keterangan kelompok HAM, korban perang narkoba Duterte jumlahnya mencapai 13 orang. Sebagian besar dari mereka yang terbunuh merupakan warga miskin yang tinggal di kawasan kumuh.
Baca Juga: Perang Terhadap Narkoba, Duterte: Polisi Bebas Bunuh Orang Idiot yang Menolak Ditangkap!
Duterte dikenal tak segan untuk menentang keras kritik yang diarahkan padanya. Sementara itu, Aung San Suu Kyi sendiri hingga saat ini memilih diam terhadap hujan kritik yang dilemparkan padanya. Suu Kyi masih  belum menunjukkan sikap dukungan terhadap kaum Muslim meski konflik telah menyebabkan ribuan Rohingya mengungsi ke Bangladesh.</description><content:encoded>MANILA - Presiden Filipina, Rodrigo Duterte menyampaikan pesan khusus kepada para akktivis hak asasi manusia (HAM) yang kerap mengkritiknya. Pesan Duterte tersebut mengesankan jika ia bukanlah orang yang tepat untuk menjadi target kritik.
Melansir Strait Times, Minggu (10/9/2017), dalam pesannya, Duterte meminta para aktivis untuk mengkritik pemimpin de facto sekaligus penasihat negara Myanmar, Aung San Suu Kyi. Menurut Duterte, Suu Kyi memiliki pengaruh besar atas tindak penganiayaan yang diterima Muslim Rohingya.
Duterte meminta aktivis untuk fokus ke Suu Kyi ketimbang mengkritik upaya anti-kejahatan yang tengah ia gencarkan hingga saat ini.
&quot;Suu Kyi adalah pemenang Hadiah Nobel. Tapi lihat sekarang orang Rohingya, mereka diperlakukan secara brutal dan tidak memiliki kewarganegaraan, terutama kalian aktivis HAM dengan segala keributannya,&quot; ujar Duterte.
Baca Juga: Dihujani Kritik soal Krisis Rohingya, Mengapa Suu Kyi Tak Merespons?
Presiden berusia 72 tahun tersebut menyampaikan pesannya itu dalam sebuah pidato di sebuah konferensi bisnis. Selain menyampaikan pesan kepada para aktivis, dalam kesempatan ini, Duterte juga memanfaatkannya untuk membela tindakannya dalam program perang terhadap obat-obatan terlarang.
Sebagaimana diketahui, kritik telah meluas dalam beberapa waktu terakhir menyusul perang narkoba Duterte telah mnyebabkan 3 remaja di bawah umur tewas.  Sejauh ini, Polisi Filipina telah membunuh lebih dari 3.800 orang sejak perang Narkoba Duterte dimulai pada Juni 2016.
Namun, berdasarkan keterangan kelompok HAM, korban perang narkoba Duterte jumlahnya mencapai 13 orang. Sebagian besar dari mereka yang terbunuh merupakan warga miskin yang tinggal di kawasan kumuh.
Baca Juga: Perang Terhadap Narkoba, Duterte: Polisi Bebas Bunuh Orang Idiot yang Menolak Ditangkap!
Duterte dikenal tak segan untuk menentang keras kritik yang diarahkan padanya. Sementara itu, Aung San Suu Kyi sendiri hingga saat ini memilih diam terhadap hujan kritik yang dilemparkan padanya. Suu Kyi masih  belum menunjukkan sikap dukungan terhadap kaum Muslim meski konflik telah menyebabkan ribuan Rohingya mengungsi ke Bangladesh.</content:encoded></item></channel></rss>
