<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>London-Pyongyang Lebih Dekat, Menlu Inggris: Program Nuklir Korut Harus Dihentikan</title><description>Meski program nuklir Korut harus dihentikan, Menlu Inggris tetap tidak ingin mengambil jalan perang.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/10/18/1773175/london-pyongyang-lebih-dekat-menlu-inggris-program-nuklir-korut-harus-dihentikan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/10/18/1773175/london-pyongyang-lebih-dekat-menlu-inggris-program-nuklir-korut-harus-dihentikan"/><item><title>London-Pyongyang Lebih Dekat, Menlu Inggris: Program Nuklir Korut Harus Dihentikan</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/10/18/1773175/london-pyongyang-lebih-dekat-menlu-inggris-program-nuklir-korut-harus-dihentikan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/10/18/1773175/london-pyongyang-lebih-dekat-menlu-inggris-program-nuklir-korut-harus-dihentikan</guid><pubDate>Minggu 10 September 2017 23:03 WIB</pubDate><dc:creator>Wikanto Arungbudoyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/10/18/1773175/london-pyongyang-lebih-dekat-menlu-inggris-program-nuklir-korut-harus-dihentikan-RAkiWYw69o.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Luar Negeri Inggris Michael Falon (Foto: Sky News)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/10/18/1773175/london-pyongyang-lebih-dekat-menlu-inggris-program-nuklir-korut-harus-dihentikan-RAkiWYw69o.jpg</image><title>Menteri Luar Negeri Inggris Michael Falon (Foto: Sky News)</title></images><description>LONDON &amp;ndash; Ancaman program nuklir dan rudal balistik Korea Utara (Korut) semakin nyata usai uji coba bom hidrogen pekan lalu. Sejumlah negara langsung hiruk-pikuk melakukan antisipasi dengan menggelar latihan militer jika sewaktu-waktu Korut kembali melancarkan tindakan provokatifnya.
Inggris tidak mau ketinggalan dalam menyikapi ancaman tersebut. Meski tidak pernah secara eksplisit menyatakan akan menyerang Inggris, tidak ada yang menjamin bahwa rudal Korut tidak akan mendarat di Negeri Ratu Elizabeth. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Pertahanan Inggris Michael Falon.
Ia menyerukan agar program senjata nuklir Korut harus dihentikan sebelum ada rudal yang mendarat di tanah Inggris. Meski demikian, Falon tidak ingin ada perang yang terjadi dengan negara serba tertutup tersebut. Ia lebih menekankan untuk mengambil solusi diplomatik terkait isu tersebut.
&amp;ldquo;Inggris Raya bekerja secepatnya di PBB untuk mendapat resolusi yang lebih baik demi mempertegas sanksi yang sudah berlaku. Kami melihat sanksi di Uni Eropa, dan tentu saja kami mencoba meyakinkan China untuk selalu mengawasi tetangganya itu,&amp;rdquo; ujar Michael Falon, dilansir Sky News, Minggu (10/9/2017).
Ia menambahkan, Amerika Serikat (AS) berhak sepenuhnya untuk mempertahankan wilayah, pangkalan militer, dan warganya dari serangan Korut. Inggris tidak boleh lengah. Sebab, London jauh lebih dekat dengan Korut beserta rudal-rudalnya daripada wilayah AS.
London hanya berjarak 8.650 kilometer (km) dari Pyongyang. Ibu Kota Inggris itu lebih dekat 965 km daripada jarak Pyongyang ke Los Angeles yang mencapai 9.550 km. Akan tetapi, rudal jenis apapun yang menyasar Inggris Raya, harus melewati wilayah udara negara lainnya, termasuk Rusia yang juga memiliki persenjataan nuklir.
Falon yakin Korut belum mampu mengembangkan rudal dengan kemampuan untuk menyerang London. Akan tetapi, melihat percepatan pengembangan rudal, tentu saja tidak ada hal yang tidak mungkin.
&amp;ldquo;Jarak (terbang) semakin panjang dan kita harus menghentikan program ini karena bahaya salah perhitungan sangat hebat. Jadi, kita harus bekerja keras untuk mengatasi masalah ini dan membawa solusi diplomatik yang dapat menghentikan pengembangan program Korut,&amp;rdquo; tandas Michael Falon.</description><content:encoded>LONDON &amp;ndash; Ancaman program nuklir dan rudal balistik Korea Utara (Korut) semakin nyata usai uji coba bom hidrogen pekan lalu. Sejumlah negara langsung hiruk-pikuk melakukan antisipasi dengan menggelar latihan militer jika sewaktu-waktu Korut kembali melancarkan tindakan provokatifnya.
Inggris tidak mau ketinggalan dalam menyikapi ancaman tersebut. Meski tidak pernah secara eksplisit menyatakan akan menyerang Inggris, tidak ada yang menjamin bahwa rudal Korut tidak akan mendarat di Negeri Ratu Elizabeth. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Pertahanan Inggris Michael Falon.
Ia menyerukan agar program senjata nuklir Korut harus dihentikan sebelum ada rudal yang mendarat di tanah Inggris. Meski demikian, Falon tidak ingin ada perang yang terjadi dengan negara serba tertutup tersebut. Ia lebih menekankan untuk mengambil solusi diplomatik terkait isu tersebut.
&amp;ldquo;Inggris Raya bekerja secepatnya di PBB untuk mendapat resolusi yang lebih baik demi mempertegas sanksi yang sudah berlaku. Kami melihat sanksi di Uni Eropa, dan tentu saja kami mencoba meyakinkan China untuk selalu mengawasi tetangganya itu,&amp;rdquo; ujar Michael Falon, dilansir Sky News, Minggu (10/9/2017).
Ia menambahkan, Amerika Serikat (AS) berhak sepenuhnya untuk mempertahankan wilayah, pangkalan militer, dan warganya dari serangan Korut. Inggris tidak boleh lengah. Sebab, London jauh lebih dekat dengan Korut beserta rudal-rudalnya daripada wilayah AS.
London hanya berjarak 8.650 kilometer (km) dari Pyongyang. Ibu Kota Inggris itu lebih dekat 965 km daripada jarak Pyongyang ke Los Angeles yang mencapai 9.550 km. Akan tetapi, rudal jenis apapun yang menyasar Inggris Raya, harus melewati wilayah udara negara lainnya, termasuk Rusia yang juga memiliki persenjataan nuklir.
Falon yakin Korut belum mampu mengembangkan rudal dengan kemampuan untuk menyerang London. Akan tetapi, melihat percepatan pengembangan rudal, tentu saja tidak ada hal yang tidak mungkin.
&amp;ldquo;Jarak (terbang) semakin panjang dan kita harus menghentikan program ini karena bahaya salah perhitungan sangat hebat. Jadi, kita harus bekerja keras untuk mengatasi masalah ini dan membawa solusi diplomatik yang dapat menghentikan pengembangan program Korut,&amp;rdquo; tandas Michael Falon.</content:encoded></item></channel></rss>
