<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sesalkan Tragedi Bayi Debora, Menkes: Kami Akan Mengambil Tindakan Tegas</title><description>&quot;Kami sangat menyesalkan adanya penolakan pasien dari rumah sakit yang dicairkan dengan permintaan uang muka,&quot;</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/11/337/1773661/sesalkan-tragedi-bayi-debora-menkes-kami-akan-mengambil-tindakan-tegas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/11/337/1773661/sesalkan-tragedi-bayi-debora-menkes-kami-akan-mengambil-tindakan-tegas"/><item><title>Sesalkan Tragedi Bayi Debora, Menkes: Kami Akan Mengambil Tindakan Tegas</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/11/337/1773661/sesalkan-tragedi-bayi-debora-menkes-kami-akan-mengambil-tindakan-tegas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/11/337/1773661/sesalkan-tragedi-bayi-debora-menkes-kami-akan-mengambil-tindakan-tegas</guid><pubDate>Senin 11 September 2017 17:13 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/11/337/1773661/sesalkan-tragedi-bayi-debora-menkes-kami-akan-mengambil-tindakan-tegas-8uKtTS7xnj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menkes di DPR. (Fahreza R/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/11/337/1773661/sesalkan-tragedi-bayi-debora-menkes-kami-akan-mengambil-tindakan-tegas-8uKtTS7xnj.jpg</image><title>Menkes di DPR. (Fahreza R/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Kesehatan RI Nila F Moeloek mengeluarkan pernyataan resminya mewakili pemerintah, terkait kematian bayi Debora yang diduga akibat ditelantarkan Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres.

Dalam pernyataan resminya, Kemenkes merasa sangat prihatin dengan adanya kejadian ini. Selain itu, Kemenkes, mewakili pemerintah juga turut berduka cita atas musibah yang menimpa korban.

&quot;Kami sangat menyesalkan adanya penolakan pasien dari rumah sakit yang dicairkan dengan permintaan uang muka,&quot; kata Nila di Gedung DPR, Jakarta, Senin (11/9/2017).

Nila mengatakan, dalam waktu 2x24 jam pihaknya akan mengambil sikap untuk memerintahkan tim investigasi yang dibuatnya agar menyerahkan laporan investigasi perihal pelayanan RS Mitra Keluarga yang diduga lalai hingga menyebabkan kematian bayi berusia empat bulan itu.

&quot;Kemenkes akan mengambil tindakan tegas sesuai peraturan perundang-undangan kepada rumah sakit jika terbukti terjadi melalaikan pelayanan dan mendahulukan permintaan uang muka dalam kasus kegawat daruratan,&quot; tegas Nila.

Selain itu, sambung Nila, Kemenkes juga akan memanggil pihak manajemen rumah sakit, baik rumah sakit negeri ataupun swasta, BPJS Kesehatan, serta Dinas Kesehatan, untuk melakukan rapat dengar pendapat dan membentuk panitia kerja agar kejadian serupa tidak terulang.

Seperti diketahui Komisi IX DPR RI melakukan rapat kerja dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI). Adapun agenda rapat ini yakni pembahasan rencana kerja dan anggaran yang ada di kementerian pimpinan Nila F Moeloek tersebut.
[Baca Juga: Tegas! Berencana Panggil Dirut RS Mitra Keluarga, Menkes: Bila Terbukti, Akan Kami Pidana dan Cabut Izinnya]
Namun pada saat sidang dibuka, rencana pembahasan anggaran itu &amp;lrm;ditunda dan forum menyepakati untuk membahas kasus kematian bayi Debora yang diduga ditelantarkan Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres.

Pada saat rapat berlangsung, Menkes Nila dicecar sejumlah pernyataan dan pertanyaan oleh anggota Komisi IX DPR yang geram dengan kasus bayi Debora tersebut. Salah satunya datang dari anggota Komisi IX DPR, Irma Suryani Chaniago.

&quot;Saya mau tanya Ibu Menkes memberikan punishment (untuk rumah sakit) yang selalu menolak pasien? Saya minta datanya (sudah berapa banyak). Ini merupakan kerja Kemenkes,&quot; kata Irma di ruang sidang Gedung DPR, Jakarta, Senin (11/9/2017). (sym)
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Kesehatan RI Nila F Moeloek mengeluarkan pernyataan resminya mewakili pemerintah, terkait kematian bayi Debora yang diduga akibat ditelantarkan Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres.

Dalam pernyataan resminya, Kemenkes merasa sangat prihatin dengan adanya kejadian ini. Selain itu, Kemenkes, mewakili pemerintah juga turut berduka cita atas musibah yang menimpa korban.

&quot;Kami sangat menyesalkan adanya penolakan pasien dari rumah sakit yang dicairkan dengan permintaan uang muka,&quot; kata Nila di Gedung DPR, Jakarta, Senin (11/9/2017).

Nila mengatakan, dalam waktu 2x24 jam pihaknya akan mengambil sikap untuk memerintahkan tim investigasi yang dibuatnya agar menyerahkan laporan investigasi perihal pelayanan RS Mitra Keluarga yang diduga lalai hingga menyebabkan kematian bayi berusia empat bulan itu.

&quot;Kemenkes akan mengambil tindakan tegas sesuai peraturan perundang-undangan kepada rumah sakit jika terbukti terjadi melalaikan pelayanan dan mendahulukan permintaan uang muka dalam kasus kegawat daruratan,&quot; tegas Nila.

Selain itu, sambung Nila, Kemenkes juga akan memanggil pihak manajemen rumah sakit, baik rumah sakit negeri ataupun swasta, BPJS Kesehatan, serta Dinas Kesehatan, untuk melakukan rapat dengar pendapat dan membentuk panitia kerja agar kejadian serupa tidak terulang.

Seperti diketahui Komisi IX DPR RI melakukan rapat kerja dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI). Adapun agenda rapat ini yakni pembahasan rencana kerja dan anggaran yang ada di kementerian pimpinan Nila F Moeloek tersebut.
[Baca Juga: Tegas! Berencana Panggil Dirut RS Mitra Keluarga, Menkes: Bila Terbukti, Akan Kami Pidana dan Cabut Izinnya]
Namun pada saat sidang dibuka, rencana pembahasan anggaran itu &amp;lrm;ditunda dan forum menyepakati untuk membahas kasus kematian bayi Debora yang diduga ditelantarkan Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres.

Pada saat rapat berlangsung, Menkes Nila dicecar sejumlah pernyataan dan pertanyaan oleh anggota Komisi IX DPR yang geram dengan kasus bayi Debora tersebut. Salah satunya datang dari anggota Komisi IX DPR, Irma Suryani Chaniago.

&quot;Saya mau tanya Ibu Menkes memberikan punishment (untuk rumah sakit) yang selalu menolak pasien? Saya minta datanya (sudah berapa banyak). Ini merupakan kerja Kemenkes,&quot; kata Irma di ruang sidang Gedung DPR, Jakarta, Senin (11/9/2017). (sym)
</content:encoded></item></channel></rss>
