<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Bayi Debora Mencuat, RS Mitra Keluarga Perketat Pengamanan dan Usir Wartawan</title><description>Sejak kasus bayi Debora mencuat tiga hari  terakhir, pihak RS Mitra  Keluarga Kalideres, Jakarta Barat, terkesan  semakin tertutup.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/11/338/1773535/kasus-bayi-debora-mencuat-rs-mitra-keluarga-perketat-pengamanan-dan-usir-wartawan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/11/338/1773535/kasus-bayi-debora-mencuat-rs-mitra-keluarga-perketat-pengamanan-dan-usir-wartawan"/><item><title>Kasus Bayi Debora Mencuat, RS Mitra Keluarga Perketat Pengamanan dan Usir Wartawan</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/11/338/1773535/kasus-bayi-debora-mencuat-rs-mitra-keluarga-perketat-pengamanan-dan-usir-wartawan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/11/338/1773535/kasus-bayi-debora-mencuat-rs-mitra-keluarga-perketat-pengamanan-dan-usir-wartawan</guid><pubDate>Senin 11 September 2017 14:46 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/11/338/1773535/kasus-bayi-debora-mencuat-rs-mitra-keluarga-perketat-pengamanan-dan-usir-wartawan-wMkyEoGcOB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RS Mitra Keluarga. (Foto: Sindonews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/11/338/1773535/kasus-bayi-debora-mencuat-rs-mitra-keluarga-perketat-pengamanan-dan-usir-wartawan-wMkyEoGcOB.jpg</image><title>RS Mitra Keluarga. (Foto: Sindonews)</title></images><description>JAKARTA - Sejak kasus bayi Debora mencuat tiga hari  terakhir, pihak RS Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat, terkesan  semakin tertutup. Saat ini sejumlah petugas keamanan melarang pengunjung  membawa tas untuk memasuki areal rumah sakit. Intrograsi dan  pemeriksaan tas dilakukan mulai dari depan hingga dalam rumah sakit,  termasuk ruang IGD. Hal ini dilakukan pihak keamanan rumah sakit  sebagai bentuk antisipasi adanya wartawan yang melakukan peliputan.  Jadi begitu ada benda mencurigakan, seperti ID Card media, camcorder perekam, hingga kamera, maka petugas keamanan langsung melakukan pengusiran. Petugas  keamanan melakukan pengusiran terhadap wartawan karena dianggap  mengganggu kegiatan rumah sakit. Sebelum mengusir, petugas keamanan  lebih dahulu meminta untuk melihatkan isi tas wartawan. &quot;Ini  perintah dari pimpinan. Wartawan dilarang masuk, semua yang pakai tas  diperiksa,&quot; ujar petugas dengan nametag Asep SR Mulyana, kepada wartawan  yang mendatangi RS Mitra Keluarga Kalideres, Senin siang (11/9/2017).
(Baca juga: Nah! Dugaan Pelanggaran Pidana di Kasus Bayi Debora Sedang Diselidiki)Asep  menegaskan bahwa staf Hubungan Masyarakat (Humas) Mitra Keluarga  Kalideres sedang tidak berada di tempat. Ia pun tidak bisa mengarahkan  pihak awak media untuk bertemu dengan pimpinan rumah sakit.Saat  ditelisik lebih jauh ke dalam RS, dari informasi memang tidak ada  satupun pimpinan yang berada di sana, mulai dari direktur hingga manajer  pelayanan. Pantauan, kondisi rumah sakit tampak sepi. Apabila biasanya  perawat sibuk lalu lalang mengurusi pasien, namun paska ramainya  pemberitaan bayi Debora, aktivitas rumah sakit berkurang.&amp;nbsp; &quot;Yah, kita  bisa santai-santai,&quot; tutur salah satu perawat. Diketahui, bayi  dari pasangan Henny Silalahi dan Rudianto Simanjorang itu meninggal di  RS Mitra Keluarga Kalideres lantaran tidak mendapatkan perawatan yang  semestinya. Debora meninggal setelah pihak rumah sakit menolak  merawatnya di ruang PICU, karena orang tua bayi itu tidak sanggup  membayar uang muka sebesar Rp19,8juta.</description><content:encoded>JAKARTA - Sejak kasus bayi Debora mencuat tiga hari  terakhir, pihak RS Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat, terkesan  semakin tertutup. Saat ini sejumlah petugas keamanan melarang pengunjung  membawa tas untuk memasuki areal rumah sakit. Intrograsi dan  pemeriksaan tas dilakukan mulai dari depan hingga dalam rumah sakit,  termasuk ruang IGD. Hal ini dilakukan pihak keamanan rumah sakit  sebagai bentuk antisipasi adanya wartawan yang melakukan peliputan.  Jadi begitu ada benda mencurigakan, seperti ID Card media, camcorder perekam, hingga kamera, maka petugas keamanan langsung melakukan pengusiran. Petugas  keamanan melakukan pengusiran terhadap wartawan karena dianggap  mengganggu kegiatan rumah sakit. Sebelum mengusir, petugas keamanan  lebih dahulu meminta untuk melihatkan isi tas wartawan. &quot;Ini  perintah dari pimpinan. Wartawan dilarang masuk, semua yang pakai tas  diperiksa,&quot; ujar petugas dengan nametag Asep SR Mulyana, kepada wartawan  yang mendatangi RS Mitra Keluarga Kalideres, Senin siang (11/9/2017).
(Baca juga: Nah! Dugaan Pelanggaran Pidana di Kasus Bayi Debora Sedang Diselidiki)Asep  menegaskan bahwa staf Hubungan Masyarakat (Humas) Mitra Keluarga  Kalideres sedang tidak berada di tempat. Ia pun tidak bisa mengarahkan  pihak awak media untuk bertemu dengan pimpinan rumah sakit.Saat  ditelisik lebih jauh ke dalam RS, dari informasi memang tidak ada  satupun pimpinan yang berada di sana, mulai dari direktur hingga manajer  pelayanan. Pantauan, kondisi rumah sakit tampak sepi. Apabila biasanya  perawat sibuk lalu lalang mengurusi pasien, namun paska ramainya  pemberitaan bayi Debora, aktivitas rumah sakit berkurang.&amp;nbsp; &quot;Yah, kita  bisa santai-santai,&quot; tutur salah satu perawat. Diketahui, bayi  dari pasangan Henny Silalahi dan Rudianto Simanjorang itu meninggal di  RS Mitra Keluarga Kalideres lantaran tidak mendapatkan perawatan yang  semestinya. Debora meninggal setelah pihak rumah sakit menolak  merawatnya di ruang PICU, karena orang tua bayi itu tidak sanggup  membayar uang muka sebesar Rp19,8juta.</content:encoded></item></channel></rss>
