<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wah! Akui Punya Kepentingan, Israel Dukung Kurdi Merdeka dari Irak</title><description>Israel menyatakan dukungannya kepada Kurdi  untuk merdeka setidaknya dari Irak.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/12/18/1774076/wah-akui-punya-kepentingan-israel-dukung-kurdi-merdeka-dari-irak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/12/18/1774076/wah-akui-punya-kepentingan-israel-dukung-kurdi-merdeka-dari-irak"/><item><title>Wah! Akui Punya Kepentingan, Israel Dukung Kurdi Merdeka dari Irak</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/12/18/1774076/wah-akui-punya-kepentingan-israel-dukung-kurdi-merdeka-dari-irak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/12/18/1774076/wah-akui-punya-kepentingan-israel-dukung-kurdi-merdeka-dari-irak</guid><pubDate>Selasa 12 September 2017 11:06 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/12/18/1774076/nah-lho-akui-punya-kepentingan-israel-dukung-kurdi-merdeka-dari-irak-MChTwv8C0g.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Kurdistan Regional Government, Masoud Barzani. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/12/18/1774076/nah-lho-akui-punya-kepentingan-israel-dukung-kurdi-merdeka-dari-irak-MChTwv8C0g.jpg</image><title>Presiden Kurdistan Regional Government, Masoud Barzani. (Foto: Reuters)</title></images><description>TEL AVIV - Israel menyatakan dukungannya kepada Kurdi  untuk merdeka setidaknya dari Irak. Tel Aviv mengakui mempunyai  kepentingan besar dalam pembentukan negara Kurdistan.Dukungan  itu disampaikan Menteri Kehakiman Israel Ayelet Shaked dalam sebuah  konferensi kontra-terorisme internasional pada hari Senin (11/9).Pemerintah  Daerah Kurdistan&amp;mdash;pemerintahan semi otonom di Irak utara&amp;mdash;bermaksud untuk  mengadakan referendum kemerdekaan pada tanggal 25 September 2017.  Negara-negara yang tergabung dalam Liga Arab telah meminta Kurdi untuk  membatalkan rencana referendum.Shaked dalam konferensi tersebut  menjadi pembicara utama di mana Sebastian Gorka, mantan penasihat Presiden Donald Trump, juga diundang sebagai pembicara. &amp;ldquo;Israel  dan negara-negara Barat memiliki kepentingan besar dalam pembentukan  negara Kurdistan,&amp;rdquo; kata Shaked, dalam naskah sambutannya, tanpa  menjelaskan kepentingan besar yang dimaksud. &amp;rdquo;Saya pikir sudah waktunya bagi AS untuk mendukung prosesnya,&amp;rdquo; lanjut Shaked, seperti dikutip dari Haaretz, Selasa (12/9/2017).
(Baca juga: Erdogan Minta Irak Cegah Referendum Kemerdekaan Suku Kurdi)Pemerintah  AS, bersama dengan Rusia, Turki, Iran, Irak dan Suriah, telah menentang  referendum kemerdekaan Kurdi. Alasannya, bisa mengguncang wilayah Timur  Tengah.Menteri Pertahanan AS James Norman Mattis ketika berada  di Ibu Kota Kurdi, Erbil, dua minggu yang lalu, mendesak Presiden KRG  (Kurdistan Regional Government) Masoud Barzani untuk menunda referendum  tersebut.Sebelum Shkaed, Perdana Menteri Israel Benjamin  Netanyahu juga telah menyatakan dukungannya untuk menciptakan negara  Kurdi. Berbicara kepada sebuah delegasi dari 33 anggota Kongres AS bulan  lalu, Netanyahu mengatakan bahwa dia memiliki sikap positif tentang  kemerdakan Kurdi di beberapa wilayah di Irak.Tiga tahun lalu, PM  Netanyahu juga menyatakan dukungannya untuk kemerdekaan Kurdi di Irak  utara. &quot;Kami perlu mendukung aspirasi Kurdi untuk kemerdekaan. Mereka  berhak mendapatkannya,&amp;rdquo; kata Netanyahu dalam sebuah pidato di Institut  Studi Keamanan Nasional Universitas Tel Aviv.Suku Kurdi, yang  tinggal di Suriah, Irak, Turki, Iran dan Yordania, adalah salah satu  etnis minoritas di Timur Tengah. Di Turki, kelompok Kurdi bahkan  dianggap sebagai kelompok teroris dan terus diperangi pasukan Ankara.</description><content:encoded>TEL AVIV - Israel menyatakan dukungannya kepada Kurdi  untuk merdeka setidaknya dari Irak. Tel Aviv mengakui mempunyai  kepentingan besar dalam pembentukan negara Kurdistan.Dukungan  itu disampaikan Menteri Kehakiman Israel Ayelet Shaked dalam sebuah  konferensi kontra-terorisme internasional pada hari Senin (11/9).Pemerintah  Daerah Kurdistan&amp;mdash;pemerintahan semi otonom di Irak utara&amp;mdash;bermaksud untuk  mengadakan referendum kemerdekaan pada tanggal 25 September 2017.  Negara-negara yang tergabung dalam Liga Arab telah meminta Kurdi untuk  membatalkan rencana referendum.Shaked dalam konferensi tersebut  menjadi pembicara utama di mana Sebastian Gorka, mantan penasihat Presiden Donald Trump, juga diundang sebagai pembicara. &amp;ldquo;Israel  dan negara-negara Barat memiliki kepentingan besar dalam pembentukan  negara Kurdistan,&amp;rdquo; kata Shaked, dalam naskah sambutannya, tanpa  menjelaskan kepentingan besar yang dimaksud. &amp;rdquo;Saya pikir sudah waktunya bagi AS untuk mendukung prosesnya,&amp;rdquo; lanjut Shaked, seperti dikutip dari Haaretz, Selasa (12/9/2017).
(Baca juga: Erdogan Minta Irak Cegah Referendum Kemerdekaan Suku Kurdi)Pemerintah  AS, bersama dengan Rusia, Turki, Iran, Irak dan Suriah, telah menentang  referendum kemerdekaan Kurdi. Alasannya, bisa mengguncang wilayah Timur  Tengah.Menteri Pertahanan AS James Norman Mattis ketika berada  di Ibu Kota Kurdi, Erbil, dua minggu yang lalu, mendesak Presiden KRG  (Kurdistan Regional Government) Masoud Barzani untuk menunda referendum  tersebut.Sebelum Shkaed, Perdana Menteri Israel Benjamin  Netanyahu juga telah menyatakan dukungannya untuk menciptakan negara  Kurdi. Berbicara kepada sebuah delegasi dari 33 anggota Kongres AS bulan  lalu, Netanyahu mengatakan bahwa dia memiliki sikap positif tentang  kemerdakan Kurdi di beberapa wilayah di Irak.Tiga tahun lalu, PM  Netanyahu juga menyatakan dukungannya untuk kemerdekaan Kurdi di Irak  utara. &quot;Kami perlu mendukung aspirasi Kurdi untuk kemerdekaan. Mereka  berhak mendapatkannya,&amp;rdquo; kata Netanyahu dalam sebuah pidato di Institut  Studi Keamanan Nasional Universitas Tel Aviv.Suku Kurdi, yang  tinggal di Suriah, Irak, Turki, Iran dan Yordania, adalah salah satu  etnis minoritas di Timur Tengah. Di Turki, kelompok Kurdi bahkan  dianggap sebagai kelompok teroris dan terus diperangi pasukan Ankara.</content:encoded></item></channel></rss>
