<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengenal Halimah Yacob, Presiden Muslimah Berdarah Melayu Pertama Singapura</title><description>Mantan Ketua Parlemen Singapura Halimah  Yacob dipastikan menjadi presiden muslimah pertama di negara itu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/12/18/1774203/mengenal-halimah-yacob-presiden-muslimah-berdarah-melayu-pertama-singapura</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/12/18/1774203/mengenal-halimah-yacob-presiden-muslimah-berdarah-melayu-pertama-singapura"/><item><title>Mengenal Halimah Yacob, Presiden Muslimah Berdarah Melayu Pertama Singapura</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/12/18/1774203/mengenal-halimah-yacob-presiden-muslimah-berdarah-melayu-pertama-singapura</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/12/18/1774203/mengenal-halimah-yacob-presiden-muslimah-berdarah-melayu-pertama-singapura</guid><pubDate>Selasa 12 September 2017 14:20 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/12/18/1774203/mengenal-halimah-yacob-presiden-muslimah-berdarah-melayu-pertama-singapura-SFIzN7Xpfg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Halimah Yacob. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/12/18/1774203/mengenal-halimah-yacob-presiden-muslimah-berdarah-melayu-pertama-singapura-SFIzN7Xpfg.jpg</image><title>Halimah Yacob. (Foto: Reuters)</title></images><description>SINGAPURA - Mantan Ketua Parlemen Singapura Halimah  Yacob dipastikan menjadi presiden muslimah pertama di negara itu setelah  menjadi satu-satunya kandidat yang memenuhi syarat pemilu presiden  2017. Pemilu presiden Singapura sedianya digelar pekan kedua  September 2017. Namun, lantaran Halimah menjadi kandidat tunggal, dia  dipastikan jadi presiden tanpa pemungutan suara. Dua kandidat rival  Halimah, Mohamed Salleh Marican dan Farid Khan gagal memenuhi syarat  meski nominasi presiden resmi ditutup Rabu (13/9/2017) siang besok.Halimah  jadi sorotan dunia, karena dia dari etnis Melayu yang selama ini langka  jadi pemimpin Negeri Merlion. Politisi Melayu muslim ini lahir 23  Agustus 1954. Dia pernah menjadi anggota&amp;nbsp; People's Action Party (PAP)  atau Partai Aksi Rakyat yang kemudian menjadi Ketua Parlemen dari  Januari 2013 sampai Agustus 2017. Pada tanggal 7 Agustus 2017,  dia mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua Parlemen dan anggota  PAP karena menjadi kandidat untuk pemilihan presiden Singapura 2017.
(Baca juga: Selamat! Singapura akan Miliki Presiden Perempuan Etnis Melayu Pertama)Halimah  dididik di Singapore Chinese Girls&amp;rsquo; School dan Tanjong Katong Girls&amp;rsquo;  School, sebelum melanjutkan ke University of Singapore di mana dia  menyelesaikan gelar LLB (Bachelor Legum Of Law) pada tahun 1978. Pada  tahun 2001, dia menyelesaikan gelar LLM (The Master of Laws) di National  University of Singapore, dan mendapat gelar Doktor Kehormatan dari  National University of Singapore pada tanggal 7 Juli 2016.Perempuan  ini pernah bekerja sebagai praktisi hukum di Kongres Serikat  Perdagangan Nasional pada tahun 1992. Dia ditunjuk sebagai direktur  Institut Studi Ketenagakerjaan Singapura (sekarang dikenal sebagai  Institut Studi Ketenagakerjaan Ong Teng Cheong) pada tahun 1999.Halimah  memasuki politik pada Tahun 2001 saat dia terpilih sebagai anggota  parlemen untuk Konstituensi Perwakilan Jurong Group (GRC). Pada pemilu  2015, Halimah adalah satu-satunya calon minoritas untuk PAP.Perempuan ini dikenal aktif berkampanye melawan kelompok Islam radikal. Dia kerap mengecam kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).&amp;rdquo;Saya  berjanji untuk melakukan yang terbaik yang bisa saya lakukan untuk  melayani masyarakat Singapura dan itu tidak berubah, apakah ada pemilu&amp;nbsp;  atau tidak ada pemilu,&amp;rdquo; katanya, kemarin.&amp;rdquo;Semangat dan komitmen  saya untuk melayani rakyat Singapura tetap sama. Saya tetap berkomitmen  penuh untuk melayani Singapura,&amp;rdquo; ujarnya.Halimah akan menggantikan posisi Tony Tan, yang telah 6 tahun menjabat  sebagai presiden negara tersebut. Selain menjadi wanita pertama yang  menjabat sebagai presiden, Halimah juga akan menjadi warga keturunan  Melayu pertama yang menyandang jabatan presiden dalam kurun 47 tahun  terakhir.Hingga kini, sudah 7 figur yang pernah menjabat sebagai  Presiden Singapura. Mereka adalah Yusof Ishak (1965-1970), Benjamin  Sheares (1971-1981), C. V. Devan Nair (1981-1985), Wee Kim Wee  (1985-1993), Ong Teng Cheong (1993-1999), Sellapan Ramanathan  (1999-2011), dan Tony Tan Keng Yam (2011-2017).</description><content:encoded>SINGAPURA - Mantan Ketua Parlemen Singapura Halimah  Yacob dipastikan menjadi presiden muslimah pertama di negara itu setelah  menjadi satu-satunya kandidat yang memenuhi syarat pemilu presiden  2017. Pemilu presiden Singapura sedianya digelar pekan kedua  September 2017. Namun, lantaran Halimah menjadi kandidat tunggal, dia  dipastikan jadi presiden tanpa pemungutan suara. Dua kandidat rival  Halimah, Mohamed Salleh Marican dan Farid Khan gagal memenuhi syarat  meski nominasi presiden resmi ditutup Rabu (13/9/2017) siang besok.Halimah  jadi sorotan dunia, karena dia dari etnis Melayu yang selama ini langka  jadi pemimpin Negeri Merlion. Politisi Melayu muslim ini lahir 23  Agustus 1954. Dia pernah menjadi anggota&amp;nbsp; People's Action Party (PAP)  atau Partai Aksi Rakyat yang kemudian menjadi Ketua Parlemen dari  Januari 2013 sampai Agustus 2017. Pada tanggal 7 Agustus 2017,  dia mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua Parlemen dan anggota  PAP karena menjadi kandidat untuk pemilihan presiden Singapura 2017.
(Baca juga: Selamat! Singapura akan Miliki Presiden Perempuan Etnis Melayu Pertama)Halimah  dididik di Singapore Chinese Girls&amp;rsquo; School dan Tanjong Katong Girls&amp;rsquo;  School, sebelum melanjutkan ke University of Singapore di mana dia  menyelesaikan gelar LLB (Bachelor Legum Of Law) pada tahun 1978. Pada  tahun 2001, dia menyelesaikan gelar LLM (The Master of Laws) di National  University of Singapore, dan mendapat gelar Doktor Kehormatan dari  National University of Singapore pada tanggal 7 Juli 2016.Perempuan  ini pernah bekerja sebagai praktisi hukum di Kongres Serikat  Perdagangan Nasional pada tahun 1992. Dia ditunjuk sebagai direktur  Institut Studi Ketenagakerjaan Singapura (sekarang dikenal sebagai  Institut Studi Ketenagakerjaan Ong Teng Cheong) pada tahun 1999.Halimah  memasuki politik pada Tahun 2001 saat dia terpilih sebagai anggota  parlemen untuk Konstituensi Perwakilan Jurong Group (GRC). Pada pemilu  2015, Halimah adalah satu-satunya calon minoritas untuk PAP.Perempuan ini dikenal aktif berkampanye melawan kelompok Islam radikal. Dia kerap mengecam kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).&amp;rdquo;Saya  berjanji untuk melakukan yang terbaik yang bisa saya lakukan untuk  melayani masyarakat Singapura dan itu tidak berubah, apakah ada pemilu&amp;nbsp;  atau tidak ada pemilu,&amp;rdquo; katanya, kemarin.&amp;rdquo;Semangat dan komitmen  saya untuk melayani rakyat Singapura tetap sama. Saya tetap berkomitmen  penuh untuk melayani Singapura,&amp;rdquo; ujarnya.Halimah akan menggantikan posisi Tony Tan, yang telah 6 tahun menjabat  sebagai presiden negara tersebut. Selain menjadi wanita pertama yang  menjabat sebagai presiden, Halimah juga akan menjadi warga keturunan  Melayu pertama yang menyandang jabatan presiden dalam kurun 47 tahun  terakhir.Hingga kini, sudah 7 figur yang pernah menjabat sebagai  Presiden Singapura. Mereka adalah Yusof Ishak (1965-1970), Benjamin  Sheares (1971-1981), C. V. Devan Nair (1981-1985), Wee Kim Wee  (1985-1993), Ong Teng Cheong (1993-1999), Sellapan Ramanathan  (1999-2011), dan Tony Tan Keng Yam (2011-2017).</content:encoded></item></channel></rss>
