<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;Myanmar Berhentilah Berpura-pura Warga Rohingya Membakar Rumah Mereka Sendiri!&quot;</title><description>Ra'ad al-Hussein mengecam  penyangkalan Pemerintah Myanmar atas kebrutalan militernya yang membakar  desa-desa etnis Rohingya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/12/18/1774265/myanmar-berhentilah-berpura-pura-warga-rohingya-membakar-rumah-mereka-sendiri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/12/18/1774265/myanmar-berhentilah-berpura-pura-warga-rohingya-membakar-rumah-mereka-sendiri"/><item><title>&quot;Myanmar Berhentilah Berpura-pura Warga Rohingya Membakar Rumah Mereka Sendiri!&quot;</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/12/18/1774265/myanmar-berhentilah-berpura-pura-warga-rohingya-membakar-rumah-mereka-sendiri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/12/18/1774265/myanmar-berhentilah-berpura-pura-warga-rohingya-membakar-rumah-mereka-sendiri</guid><pubDate>Selasa 12 September 2017 15:06 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/12/18/1774265/myanmar-berhentilah-berpura-pura-warga-rohingya-membakar-rumah-mereka-sendiri-hNKCmbDGCG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sebuah desa di Rakhine dibakar. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/12/18/1774265/myanmar-berhentilah-berpura-pura-warga-rohingya-membakar-rumah-mereka-sendiri-hNKCmbDGCG.jpg</image><title>Sebuah desa di Rakhine dibakar. (Foto: Reuters)</title></images><description>UKHIYA - Kepala HAM PBB Zeid Ra'ad al-Hussein mengecam  penyangkalan Pemerintah Myanmar atas kebrutalan militernya yang membakar  desa-desa etnis Rohingya di Rakhine. Kelompok minoritas tersebut selama  ini dituduh pemerintah membakar rumah mereka sendiri.&amp;rdquo;Pemerintah  Myanmar harus berhenti berpura-pura bahwa Rohingya membakar rumah  mereka sendiri dan meletakkan sampah ke desa mereka sendiri,&amp;rdquo; kecam  al-Hussein di Jenewa, Senin (11/9).Pemerintah yang secara de facto dipimpin Aung San Suu Kyi tersebut, menurut al-Hussein, telah melakukan  penyangkalan atas kenyataan.Kepala HAM PBB juga menganggap apa  yang terjadi di negara bagian Rakhine atau Arakan sebagai pembersihan  etnis yang dilakukan otoritas militer Myanmar.&amp;rdquo;Tampaknya merupakan  contoh buku teks pembersihan etnis,&amp;rdquo; katanya.
(Baca juga: Nah! Komisi HAM PBB Meradang, Anggap Myanmar Lakukan Pembersihan Etnis Rohingya)Sementara itu,  Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina pada hari Selasa (12/9/2017)  mengunjungi sebuah kamp pengungsi Rohingnya. Dia mengatakan, kekerasan  di Rakhine telah membuatnya seperti terdiam.Dia menuntut Myanmar  untuk mengambil langkah guna membawa warga negaranya kembali. Dia  meyakinkan pemberian bantuan kepada pengungsi Rohingya sebelum dibawa  pulang oleh pemerintah Myanmar.
(Baca juga: Kisah Horor Rohingya: Militer Minta Warga Masuk ke Rumah, Lalu Dibom!)&amp;rdquo;Kami tidak akan mentoleransi  ketidakadilan,&amp;rdquo; katanya di kamp pengungsi Kutupalong, di dekat kota  perbatasan Ukhiya di Distrik Cox's Bazar, seperti dikutip Washington Post.Jumlah  pengungsi Rohingya yang membanjiri Bangladesh sejak kekerasan terbaru  pecah di Rakhine telah mencapai sekitar 313.000 jiwa. Kekerasan terbaru  dimulai sejak 25 Agustus 2017 ketika gerilyawan Rohingya menyerang  pos-pos polisi yang menewaskan 12 petugas. Serangan itu direspons  militer secara brutal yang menurut saksi dan para aktivis sebagai  pembantaian massal.</description><content:encoded>UKHIYA - Kepala HAM PBB Zeid Ra'ad al-Hussein mengecam  penyangkalan Pemerintah Myanmar atas kebrutalan militernya yang membakar  desa-desa etnis Rohingya di Rakhine. Kelompok minoritas tersebut selama  ini dituduh pemerintah membakar rumah mereka sendiri.&amp;rdquo;Pemerintah  Myanmar harus berhenti berpura-pura bahwa Rohingya membakar rumah  mereka sendiri dan meletakkan sampah ke desa mereka sendiri,&amp;rdquo; kecam  al-Hussein di Jenewa, Senin (11/9).Pemerintah yang secara de facto dipimpin Aung San Suu Kyi tersebut, menurut al-Hussein, telah melakukan  penyangkalan atas kenyataan.Kepala HAM PBB juga menganggap apa  yang terjadi di negara bagian Rakhine atau Arakan sebagai pembersihan  etnis yang dilakukan otoritas militer Myanmar.&amp;rdquo;Tampaknya merupakan  contoh buku teks pembersihan etnis,&amp;rdquo; katanya.
(Baca juga: Nah! Komisi HAM PBB Meradang, Anggap Myanmar Lakukan Pembersihan Etnis Rohingya)Sementara itu,  Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina pada hari Selasa (12/9/2017)  mengunjungi sebuah kamp pengungsi Rohingnya. Dia mengatakan, kekerasan  di Rakhine telah membuatnya seperti terdiam.Dia menuntut Myanmar  untuk mengambil langkah guna membawa warga negaranya kembali. Dia  meyakinkan pemberian bantuan kepada pengungsi Rohingya sebelum dibawa  pulang oleh pemerintah Myanmar.
(Baca juga: Kisah Horor Rohingya: Militer Minta Warga Masuk ke Rumah, Lalu Dibom!)&amp;rdquo;Kami tidak akan mentoleransi  ketidakadilan,&amp;rdquo; katanya di kamp pengungsi Kutupalong, di dekat kota  perbatasan Ukhiya di Distrik Cox's Bazar, seperti dikutip Washington Post.Jumlah  pengungsi Rohingya yang membanjiri Bangladesh sejak kekerasan terbaru  pecah di Rakhine telah mencapai sekitar 313.000 jiwa. Kekerasan terbaru  dimulai sejak 25 Agustus 2017 ketika gerilyawan Rohingya menyerang  pos-pos polisi yang menewaskan 12 petugas. Serangan itu direspons  militer secara brutal yang menurut saksi dan para aktivis sebagai  pembantaian massal.</content:encoded></item></channel></rss>
