<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PM Bangladesh: Myanmar Harus Menerima Kembali Warga Rohingya!</title><description>Sheikh Hasina mendesak Myanmar agar menerima kembali warga Rohingya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/12/18/1774279/pm-bangladesh-myanmar-harus-menerima-kembali-warga-rohingya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/12/18/1774279/pm-bangladesh-myanmar-harus-menerima-kembali-warga-rohingya"/><item><title>PM Bangladesh: Myanmar Harus Menerima Kembali Warga Rohingya!</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/12/18/1774279/pm-bangladesh-myanmar-harus-menerima-kembali-warga-rohingya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/12/18/1774279/pm-bangladesh-myanmar-harus-menerima-kembali-warga-rohingya</guid><pubDate>Selasa 12 September 2017 15:17 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/12/18/1774279/pm-bangladesh-myanmar-harus-menerima-kembali-warga-rohingya-r3mzDYvP0l.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pengungsi Rohingya. (Foto: Bernat Armangue/AP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/12/18/1774279/pm-bangladesh-myanmar-harus-menerima-kembali-warga-rohingya-r3mzDYvP0l.jpg</image><title>Pengungsi Rohingya. (Foto: Bernat Armangue/AP)</title></images><description>BANGLADESH - Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina mengecam keras Myanmar  karena kekejian yang membuat ratusan ribu Muslim Rohingya mengungsi ke  Bangladesh dalam beberapa pekan terakhir.
Sheikh Hasina mendesak Myanmar agar menerima kembali warga Rohingya,  sementara parlemen Bangladesh Senin malam menyetujui mosi mendesak PBB  dan negara-negara lain agar menekan Myanmar untuk memberikan keselamatan  dan kewarganegaraan kepada Muslim Rohingya.
&amp;ldquo;Myanmar harus menerima kembali setiap warga Rohingya yang sudah  masuk dan sedang berdatangan ke Bangladesh,&amp;rdquo; kata Sheikh Hasina kepada  para legislator Senin (11/9) petang. &amp;ldquo;Kita dapat bekerja sama untuk  merehabilitasi mereka di Myanmar,&quot; tambahnya.
(Baca juga: &quot;Myanmar Berhentilah Berpura-pura Warga Rohingya Membakar Rumah Mereka Sendiri!&quot;)
Amerika mengatakan sangat prihatin terkait krisis di Myanmar. Juru  bicara Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders mengatakan, pemerintah  Amerika terus mengutuk kekerasan antara Muslim Rohingya dan pasukan keamanan Myanmar.
PBB hari Senin melaporkan bahwa 133 ribu Muslim Rohingya telah  mengungsi ke Bangladesh, pengungsian terbesar Rohingya dalam satu  generasi.
(Baca juga: Nah! Komisi HAM PBB Meradang, Anggap Myanmar Lakukan Pembersihan Etnis Rohingya)
Sebelumnya, Kepala HAM PBB Zeid Ra'ad al-Hussein mengecam  penyangkalan Pemerintah  Myanmar atas kebrutalan militernya yang membakar  desa-desa etnis  Rohingya di Rakhine. Kelompok minoritas tersebut selama  ini dituduh  pemerintah membakar rumah mereka sendiri.&amp;rdquo;Pemerintah  Myanmar  harus berhenti berpura-pura bahwa Rohingya membakar rumah  mereka  sendiri dan meletakkan sampah ke desa mereka sendiri,&amp;rdquo; kecam  al-Hussein  di Jenewa, Senin (11/9).
(Baca juga: Kisah Horor Rohingya: Militer Minta Warga Masuk ke Rumah, Lalu Dibom!)Pemerintah yang secara de facto dipimpin Aung San Suu Kyi tersebut, menurut al-Hussein, telah melakukan  penyangkalan atas kenyataan.Kepala  HAM PBB juga menganggap apa  yang terjadi di negara bagian Rakhine atau  Arakan sebagai pembersihan  etnis yang dilakukan otoritas militer  Myanmar.&amp;rdquo;Tampaknya merupakan  contoh buku teks pembersihan etnis,&amp;rdquo;  katanya.</description><content:encoded>BANGLADESH - Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina mengecam keras Myanmar  karena kekejian yang membuat ratusan ribu Muslim Rohingya mengungsi ke  Bangladesh dalam beberapa pekan terakhir.
Sheikh Hasina mendesak Myanmar agar menerima kembali warga Rohingya,  sementara parlemen Bangladesh Senin malam menyetujui mosi mendesak PBB  dan negara-negara lain agar menekan Myanmar untuk memberikan keselamatan  dan kewarganegaraan kepada Muslim Rohingya.
&amp;ldquo;Myanmar harus menerima kembali setiap warga Rohingya yang sudah  masuk dan sedang berdatangan ke Bangladesh,&amp;rdquo; kata Sheikh Hasina kepada  para legislator Senin (11/9) petang. &amp;ldquo;Kita dapat bekerja sama untuk  merehabilitasi mereka di Myanmar,&quot; tambahnya.
(Baca juga: &quot;Myanmar Berhentilah Berpura-pura Warga Rohingya Membakar Rumah Mereka Sendiri!&quot;)
Amerika mengatakan sangat prihatin terkait krisis di Myanmar. Juru  bicara Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders mengatakan, pemerintah  Amerika terus mengutuk kekerasan antara Muslim Rohingya dan pasukan keamanan Myanmar.
PBB hari Senin melaporkan bahwa 133 ribu Muslim Rohingya telah  mengungsi ke Bangladesh, pengungsian terbesar Rohingya dalam satu  generasi.
(Baca juga: Nah! Komisi HAM PBB Meradang, Anggap Myanmar Lakukan Pembersihan Etnis Rohingya)
Sebelumnya, Kepala HAM PBB Zeid Ra'ad al-Hussein mengecam  penyangkalan Pemerintah  Myanmar atas kebrutalan militernya yang membakar  desa-desa etnis  Rohingya di Rakhine. Kelompok minoritas tersebut selama  ini dituduh  pemerintah membakar rumah mereka sendiri.&amp;rdquo;Pemerintah  Myanmar  harus berhenti berpura-pura bahwa Rohingya membakar rumah  mereka  sendiri dan meletakkan sampah ke desa mereka sendiri,&amp;rdquo; kecam  al-Hussein  di Jenewa, Senin (11/9).
(Baca juga: Kisah Horor Rohingya: Militer Minta Warga Masuk ke Rumah, Lalu Dibom!)Pemerintah yang secara de facto dipimpin Aung San Suu Kyi tersebut, menurut al-Hussein, telah melakukan  penyangkalan atas kenyataan.Kepala  HAM PBB juga menganggap apa  yang terjadi di negara bagian Rakhine atau  Arakan sebagai pembersihan  etnis yang dilakukan otoritas militer  Myanmar.&amp;rdquo;Tampaknya merupakan  contoh buku teks pembersihan etnis,&amp;rdquo;  katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
