<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waduh! Badai Irma Terjang AS, Kerugian Mencapai Rp526 Triliun</title><description>Kerugian akibat Badai Irma diperkirakan  mencapai USD40 miliar (Rp526 triliun).</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/13/18/1774918/waduh-badai-irma-terjang-as-kerugian-mencapai-rp526-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/13/18/1774918/waduh-badai-irma-terjang-as-kerugian-mencapai-rp526-triliun"/><item><title>Waduh! Badai Irma Terjang AS, Kerugian Mencapai Rp526 Triliun</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/13/18/1774918/waduh-badai-irma-terjang-as-kerugian-mencapai-rp526-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/13/18/1774918/waduh-badai-irma-terjang-as-kerugian-mencapai-rp526-triliun</guid><pubDate>Rabu 13 September 2017 12:42 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/13/18/1774918/waduh-badai-irma-terjang-as-kerugian-mencapai-rp526-triliun-EwHT3yf1G3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Badai Irma. (Foto: Ist/Sindonews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/13/18/1774918/waduh-badai-irma-terjang-as-kerugian-mencapai-rp526-triliun-EwHT3yf1G3.jpg</image><title>Ilustrasi Badai Irma. (Foto: Ist/Sindonews)</title></images><description>MIAMI - Sebagian wilayah Negara Bagian Florida mulai berangsur normal  selepas diterjang Badai Irma. Kerugian akibat Badai Irma diperkirakan  mencapai USD40 miliar (Rp526 triliun).   Pusat Badai Nasional (NHC) kemarin menyatakan, Badai Irma telah melemah  dan menjadi siklon pascatropis. Siklon itu membawa angin dengan  kecepatan 24 km per jam dan bergerak di sekitar Birmingham, Alabama.  Banyak warga yang telah kembali ke rumah mereka untuk menyurvei  kerusakan akibat bencana tersebut. Pemerintah lokal menyatakan sekitar  90.000 penduduk Miami Beach dan sebagian warga Florida Keys  diperbolehkan kembali ke rumah.   Namun, mereka juga memperingatkan kalau situasi masih berbahaya. Akses  jalan menuju wilayah Monroe kemarin dibuka untuk penduduk dan pemilik  bisnis. Namun, tidak ada jadwal kapan wilayah lainnya akan dibuka secara  keseluruhan. &amp;rdquo;Penduduk yang kembali ke rumah harus mempertimbangkan  pelayanan yang terbatas.
(Baca juga: Aneh! Laut di Bahama Nyaris Kering 'Diisap' Badai Irma)  Sebagian wilayah belum mendapatkan aliran listrik dan air. Layanan  telekomunikasi juga belum kembali normal. Seluruh stasiun pengisian gas  juga masih ditutup,&amp;rdquo; demikian saran Komisioner Dewan Wilayah Monroe,  Florida, dilansir Reuters.
Salah satu warga yang kembali ke rumahnya,  Melida Hernandez (67), menemukan rumahnya tertimpa pohon besar di Little  Haiti, Miami.&amp;nbsp; &amp;rdquo;Saya ingin menangis. Tapi ini adalah kehidupan,&amp;rdquo; ujarnya.
Beberapa  bandara besar di Florida, termasuk Bandara Internasional Miami mulai  beroperasi normal. Saat Badai Irma menerjang Florida, ribuan penerbangan  dibatalkan dan banyak bandara ditutup. Kendati demikian, aktivitas  perkantoran dan bisnis belum normal. Sebagian besar pusat penampungan  pengungsi kemarin juga sudah ditinggalkan warga, termasuk di Estero,  selatan Fort Myers.
(Baca juga: Badai Irma Terjang Florida, Sebagian WNI Pilih Tak Mengungsi)  Hanya beberapa pengungsi yang sakit masih bertahan, termasuk Don  Sciarretta (73), dan kekasihnya, Elsie Johnston (90), yang mengidap  penyakit Alzheimer. &amp;rdquo;Untuk badai berikutnya, saya memilih tinggal di  hotel atau rumah teman saja. Saya tidak ingin menginap di kamp  pengungsian lagi,&amp;rdquo; ujar Sciarretta.   Badai Irma menerjang Florida sekitar dua pekan setelah Badai Harvey yang  menewaskan 60 orang dan menyebabkan kerugian properti mencapai USD180  miliar (Rp2.368 triliun) di Texas. Menurut firma AIR Worldwide, kerugian  properti akibat Badai Irma diperkirakan mencapai antara USD20 miliar  (Rp263 triliun) hingga USD40 miliar (Rp526 triliun).   Sebenarnya prediksi itu lebih rendah dari sebelumnya, di mana  kerugiannya mencapai lebih dari USD50 miliar (Rp567 miliar). Para  pialang saham di Wall Street memperkirakan proses pemulihan akibat badai  itu akan menurunkan pertumbuhan ekonomi AS. Sementara itu, Gubernur  Florida Rick Scott mengungkapkan bahwa banyak kerusakan di wilayahnya.   &amp;rdquo;Saya berharap semua orang bisa selamat,&amp;rdquo; ujarnya. Selain itu, banyak  hal mengerikan dan menakutkan yang terjadi pascabadai. &amp;rdquo;Khususnya di  wilayah Keys, itu membutuhkan jalan panjang untuk proses pemulihan yang  panjang,&amp;rdquo; katanya, dilansir BBC. Lebih lanjut Scott mengungkapkan, dia  tidak melihat terlalu banyak kerusakan akibat badai.&amp;rdquo;Badai Irma tidak seburuk dengan apa yang kita pikirkan,&amp;rdquo; ujarnya.   Tantangan terbesar proses pemulihan pascabadai adalah mengembalikan   aliran listrik, air, pasokan bahan bakar, dan layanan medis. Sebanyak   7,4 juta rumah di Florida dan negara bagian sekitarnya belum mendapatkan   pasokan listrik. Dibutuhkan waktu beberapa pekan untuk memulihkan   layanan listrik.   &amp;rdquo;65% wilayah Florida belum mendapatkan  pasokan listrik,&amp;rdquo; kata Scott.  Selain itu, tantangan paling nyata adalah  banjir yang masih terjadi di  sebagian wilayah Florida. Luapan banjir  masih terjadi di Sungai St Johns  dan Cedar. Pemerintah Florida menekan  untuk bergerak cepat dalam proses  pemulihan pascabadai.   Sekitar 2.000&amp;ndash;3.000 pekerja perawatan fasilitas umum mulai menginspeksi   jaringan listrik sejak Senin (11/9). Para petugas yang diterjunkan  bukan  hanya Florida, tetapi dari negara bagian lainnya. &amp;rdquo;Kita  menggunakan jas  hujan dan jalanan hanya bisa ditempuh dengan jalan  kaki,&amp;rdquo; ungkap  petugas pelayanan fasilitas umum, Gus Beyersdorf, 40.   Wali Kota Miami Carlos Gimenez menilai kerusakan akibat badai tidak   terlalu parah. &amp;rdquo;Kita bersyukur kalau wilayah kita tidak terlalu parah   dibandingkan dengan kawasan di Florida lainnya. Terima kasih Tuhan,&amp;rdquo;   ucapnya. Kemudian, Kapal Induk Amerika Serikat (AS) Abraham Lincoln dan   dua kapal amfibi tiba di perairan timur Florida.   Militer  mulai mendistribusikan makanan dan mengevakuasi lebih dari  10.000  penduduk di Florida Keys yang tidak mengungsi sebelum badai.  Dampak  kerusakan di Florida dan negara tetangganya tidak lebih parah   dibandingkan negara-negara Karibia.   Badai Irma telah  menewaskan sedikitnya 40 orang, termasuk 10 warga di  Kuba. Saat  menerjang Florida, yang mana korban tewas enam orang,  kemudian tiga  orang di Georgia, dan satu orang di South California.</description><content:encoded>MIAMI - Sebagian wilayah Negara Bagian Florida mulai berangsur normal  selepas diterjang Badai Irma. Kerugian akibat Badai Irma diperkirakan  mencapai USD40 miliar (Rp526 triliun).   Pusat Badai Nasional (NHC) kemarin menyatakan, Badai Irma telah melemah  dan menjadi siklon pascatropis. Siklon itu membawa angin dengan  kecepatan 24 km per jam dan bergerak di sekitar Birmingham, Alabama.  Banyak warga yang telah kembali ke rumah mereka untuk menyurvei  kerusakan akibat bencana tersebut. Pemerintah lokal menyatakan sekitar  90.000 penduduk Miami Beach dan sebagian warga Florida Keys  diperbolehkan kembali ke rumah.   Namun, mereka juga memperingatkan kalau situasi masih berbahaya. Akses  jalan menuju wilayah Monroe kemarin dibuka untuk penduduk dan pemilik  bisnis. Namun, tidak ada jadwal kapan wilayah lainnya akan dibuka secara  keseluruhan. &amp;rdquo;Penduduk yang kembali ke rumah harus mempertimbangkan  pelayanan yang terbatas.
(Baca juga: Aneh! Laut di Bahama Nyaris Kering 'Diisap' Badai Irma)  Sebagian wilayah belum mendapatkan aliran listrik dan air. Layanan  telekomunikasi juga belum kembali normal. Seluruh stasiun pengisian gas  juga masih ditutup,&amp;rdquo; demikian saran Komisioner Dewan Wilayah Monroe,  Florida, dilansir Reuters.
Salah satu warga yang kembali ke rumahnya,  Melida Hernandez (67), menemukan rumahnya tertimpa pohon besar di Little  Haiti, Miami.&amp;nbsp; &amp;rdquo;Saya ingin menangis. Tapi ini adalah kehidupan,&amp;rdquo; ujarnya.
Beberapa  bandara besar di Florida, termasuk Bandara Internasional Miami mulai  beroperasi normal. Saat Badai Irma menerjang Florida, ribuan penerbangan  dibatalkan dan banyak bandara ditutup. Kendati demikian, aktivitas  perkantoran dan bisnis belum normal. Sebagian besar pusat penampungan  pengungsi kemarin juga sudah ditinggalkan warga, termasuk di Estero,  selatan Fort Myers.
(Baca juga: Badai Irma Terjang Florida, Sebagian WNI Pilih Tak Mengungsi)  Hanya beberapa pengungsi yang sakit masih bertahan, termasuk Don  Sciarretta (73), dan kekasihnya, Elsie Johnston (90), yang mengidap  penyakit Alzheimer. &amp;rdquo;Untuk badai berikutnya, saya memilih tinggal di  hotel atau rumah teman saja. Saya tidak ingin menginap di kamp  pengungsian lagi,&amp;rdquo; ujar Sciarretta.   Badai Irma menerjang Florida sekitar dua pekan setelah Badai Harvey yang  menewaskan 60 orang dan menyebabkan kerugian properti mencapai USD180  miliar (Rp2.368 triliun) di Texas. Menurut firma AIR Worldwide, kerugian  properti akibat Badai Irma diperkirakan mencapai antara USD20 miliar  (Rp263 triliun) hingga USD40 miliar (Rp526 triliun).   Sebenarnya prediksi itu lebih rendah dari sebelumnya, di mana  kerugiannya mencapai lebih dari USD50 miliar (Rp567 miliar). Para  pialang saham di Wall Street memperkirakan proses pemulihan akibat badai  itu akan menurunkan pertumbuhan ekonomi AS. Sementara itu, Gubernur  Florida Rick Scott mengungkapkan bahwa banyak kerusakan di wilayahnya.   &amp;rdquo;Saya berharap semua orang bisa selamat,&amp;rdquo; ujarnya. Selain itu, banyak  hal mengerikan dan menakutkan yang terjadi pascabadai. &amp;rdquo;Khususnya di  wilayah Keys, itu membutuhkan jalan panjang untuk proses pemulihan yang  panjang,&amp;rdquo; katanya, dilansir BBC. Lebih lanjut Scott mengungkapkan, dia  tidak melihat terlalu banyak kerusakan akibat badai.&amp;rdquo;Badai Irma tidak seburuk dengan apa yang kita pikirkan,&amp;rdquo; ujarnya.   Tantangan terbesar proses pemulihan pascabadai adalah mengembalikan   aliran listrik, air, pasokan bahan bakar, dan layanan medis. Sebanyak   7,4 juta rumah di Florida dan negara bagian sekitarnya belum mendapatkan   pasokan listrik. Dibutuhkan waktu beberapa pekan untuk memulihkan   layanan listrik.   &amp;rdquo;65% wilayah Florida belum mendapatkan  pasokan listrik,&amp;rdquo; kata Scott.  Selain itu, tantangan paling nyata adalah  banjir yang masih terjadi di  sebagian wilayah Florida. Luapan banjir  masih terjadi di Sungai St Johns  dan Cedar. Pemerintah Florida menekan  untuk bergerak cepat dalam proses  pemulihan pascabadai.   Sekitar 2.000&amp;ndash;3.000 pekerja perawatan fasilitas umum mulai menginspeksi   jaringan listrik sejak Senin (11/9). Para petugas yang diterjunkan  bukan  hanya Florida, tetapi dari negara bagian lainnya. &amp;rdquo;Kita  menggunakan jas  hujan dan jalanan hanya bisa ditempuh dengan jalan  kaki,&amp;rdquo; ungkap  petugas pelayanan fasilitas umum, Gus Beyersdorf, 40.   Wali Kota Miami Carlos Gimenez menilai kerusakan akibat badai tidak   terlalu parah. &amp;rdquo;Kita bersyukur kalau wilayah kita tidak terlalu parah   dibandingkan dengan kawasan di Florida lainnya. Terima kasih Tuhan,&amp;rdquo;   ucapnya. Kemudian, Kapal Induk Amerika Serikat (AS) Abraham Lincoln dan   dua kapal amfibi tiba di perairan timur Florida.   Militer  mulai mendistribusikan makanan dan mengevakuasi lebih dari  10.000  penduduk di Florida Keys yang tidak mengungsi sebelum badai.  Dampak  kerusakan di Florida dan negara tetangganya tidak lebih parah   dibandingkan negara-negara Karibia.   Badai Irma telah  menewaskan sedikitnya 40 orang, termasuk 10 warga di  Kuba. Saat  menerjang Florida, yang mana korban tewas enam orang,  kemudian tiga  orang di Georgia, dan satu orang di South California.</content:encoded></item></channel></rss>
