<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wah! 100 Ribu Tentara Rusia Mulai Latihan Perang, NATO Was-Was</title><description>Rusia mulai menggelar latihan perang Zapad  2017 secara besar-besaran pada hari ini</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/14/18/1775711/wah-100-ribu-tentara-rusia-mulai-latihan-perang-nato-was-was</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/14/18/1775711/wah-100-ribu-tentara-rusia-mulai-latihan-perang-nato-was-was"/><item><title>Wah! 100 Ribu Tentara Rusia Mulai Latihan Perang, NATO Was-Was</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/14/18/1775711/wah-100-ribu-tentara-rusia-mulai-latihan-perang-nato-was-was</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/14/18/1775711/wah-100-ribu-tentara-rusia-mulai-latihan-perang-nato-was-was</guid><pubDate>Kamis 14 September 2017 11:52 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/14/18/1775711/wah-100-ribu-tentara-rusia-mulai-latihan-perang-nato-was-was-UwsniKXkwM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tentara Rusia. (Foto: VoA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/14/18/1775711/wah-100-ribu-tentara-rusia-mulai-latihan-perang-nato-was-was-UwsniKXkwM.jpg</image><title>Tentara Rusia. (Foto: VoA)</title></images><description>MOSKOW - Rusia mulai menggelar latihan perang Zapad  2017 secara besar-besaran pada hari ini, Kamis (14/9/2017) di dekat perbatasan  negara-negara NATO di Eropa timur. Aliansi militer yang dipimpin Amerika  Serikat (AS) tersebut mengaku kebingungan karena jumlah tentara jauh  lebih besar dari yang dipublikasikan Moskow.Moskow sebelumnya  menyatakan, latihan perang yang akan berlangsung hingga 20 September  2017 nanti melibatkan sekitar 13.000 tentara. Namun, versi pemantauan  NATO jumlahnya sekitar 100.000 tentara. Selain itu, manuver militer  besar-besaran Rusia ini juga melibatkan penembakan rudal balistik  bertenaga nuklir.Manuver militer akan berlangsung di beberapa lokasi, yakni di Belarus, Laut Baltik, Rusia barat dan di Kaliningrad. Menurut  para pejabat NATO Zapad atau &amp;ldquo;Barat&amp;rdquo; merupakan latihan simulasi konflik  dengan aliansi pimpinan AS. Tujuannya, untuk menunjukkan kemampuan  pasukan Rusia dalam jumlah besar dan dalam waktu singkat jika terjadi  konflik.
(Baca juga: Rusia Siapkan 100 Ribu Tentara, Jerman Gemetar Ketakutan)Kebingungan NATO disuarakan salah satu anggotanya,  Lithuania. Menteri Pertahanan Lithuania Raimundas Karoblis merasa  khawatir bahwa risiko latihan perang Moskow memicu konflik yang tidak  disengaja. Dia juga was was bila Moskow sengaja meninggalkan pasukannya  di negara tetangga Belarus tersebut.&amp;rdquo;Kami benar-benar tidak bisa tenang. Ada tentara asing yang besar berkumpul di sebelah wilayah Lithuania,&amp;rdquo; katanya kepada Reuters, Kamis (14/9/2017).Beberapa  pejabat Barat&amp;mdash;termasuk Kepala Angkatan Darat AS di Eropa, Jenderal Ben  Hodges&amp;mdash;telah mengemukakan kekhawatirannya bahwa Rusia dapat menggunakan  latihan tersebut sebagai &amp;rdquo;kuda Troya&amp;rdquo; untuk melakukan serangan ke  wilayah Baltik.Seorang pejabat keamanan senior Eropa mengatakan  Zapad akan menggabungkan manuver di empat distrik militer barat Rusia  dalam sebuah latihan multiguna agresif dan anti-NATO yang kompleks.&amp;rdquo;Semua  asap dan cermin,&amp;rdquo; kata pejabat tersebut yang menolak diidentifikasi.  Dia menambahkan bahwa latihan Zapad era Soviet yang pernah dihidupkan  kembali pada tahun 1999 telah memasukkan simulasi serangan nuklir di  Eropa.Sementara itu, Kremlin dengan tegas menolak anggapan  semacam itu. Rusia mengatakan sekitar 13.000 tentara dari Rusia dan  Belarus akan dilibatkan dalam latihan pada 14-20 September 2017. Jumlah  tentara tersebut masih di bawah ambang batas aturan internasional dalam  kategori latihan yang memerlukan sejumlah besar pemantau luar.Moskow  mengatakan bahwa Barat-lah yang mengancam stabilitas di Eropa timur  karena aliansi NATO yang dipimpin AS telah menempatkan kekuatan  multinasional sebesar 4.000 tentara di Baltik dan Polandia.</description><content:encoded>MOSKOW - Rusia mulai menggelar latihan perang Zapad  2017 secara besar-besaran pada hari ini, Kamis (14/9/2017) di dekat perbatasan  negara-negara NATO di Eropa timur. Aliansi militer yang dipimpin Amerika  Serikat (AS) tersebut mengaku kebingungan karena jumlah tentara jauh  lebih besar dari yang dipublikasikan Moskow.Moskow sebelumnya  menyatakan, latihan perang yang akan berlangsung hingga 20 September  2017 nanti melibatkan sekitar 13.000 tentara. Namun, versi pemantauan  NATO jumlahnya sekitar 100.000 tentara. Selain itu, manuver militer  besar-besaran Rusia ini juga melibatkan penembakan rudal balistik  bertenaga nuklir.Manuver militer akan berlangsung di beberapa lokasi, yakni di Belarus, Laut Baltik, Rusia barat dan di Kaliningrad. Menurut  para pejabat NATO Zapad atau &amp;ldquo;Barat&amp;rdquo; merupakan latihan simulasi konflik  dengan aliansi pimpinan AS. Tujuannya, untuk menunjukkan kemampuan  pasukan Rusia dalam jumlah besar dan dalam waktu singkat jika terjadi  konflik.
(Baca juga: Rusia Siapkan 100 Ribu Tentara, Jerman Gemetar Ketakutan)Kebingungan NATO disuarakan salah satu anggotanya,  Lithuania. Menteri Pertahanan Lithuania Raimundas Karoblis merasa  khawatir bahwa risiko latihan perang Moskow memicu konflik yang tidak  disengaja. Dia juga was was bila Moskow sengaja meninggalkan pasukannya  di negara tetangga Belarus tersebut.&amp;rdquo;Kami benar-benar tidak bisa tenang. Ada tentara asing yang besar berkumpul di sebelah wilayah Lithuania,&amp;rdquo; katanya kepada Reuters, Kamis (14/9/2017).Beberapa  pejabat Barat&amp;mdash;termasuk Kepala Angkatan Darat AS di Eropa, Jenderal Ben  Hodges&amp;mdash;telah mengemukakan kekhawatirannya bahwa Rusia dapat menggunakan  latihan tersebut sebagai &amp;rdquo;kuda Troya&amp;rdquo; untuk melakukan serangan ke  wilayah Baltik.Seorang pejabat keamanan senior Eropa mengatakan  Zapad akan menggabungkan manuver di empat distrik militer barat Rusia  dalam sebuah latihan multiguna agresif dan anti-NATO yang kompleks.&amp;rdquo;Semua  asap dan cermin,&amp;rdquo; kata pejabat tersebut yang menolak diidentifikasi.  Dia menambahkan bahwa latihan Zapad era Soviet yang pernah dihidupkan  kembali pada tahun 1999 telah memasukkan simulasi serangan nuklir di  Eropa.Sementara itu, Kremlin dengan tegas menolak anggapan  semacam itu. Rusia mengatakan sekitar 13.000 tentara dari Rusia dan  Belarus akan dilibatkan dalam latihan pada 14-20 September 2017. Jumlah  tentara tersebut masih di bawah ambang batas aturan internasional dalam  kategori latihan yang memerlukan sejumlah besar pemantau luar.Moskow  mengatakan bahwa Barat-lah yang mengancam stabilitas di Eropa timur  karena aliansi NATO yang dipimpin AS telah menempatkan kekuatan  multinasional sebesar 4.000 tentara di Baltik dan Polandia.</content:encoded></item></channel></rss>
