<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Oalah! China Dukung Tindakan Keras Militer Myanmar terhadap Etnis Rohingya</title><description>China mendukung serangan tentara militer  Myanmar terhadap komunitas Rohingya dengan dalih memerangi gerilyawan di  Rakhine.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/14/18/1775898/oalah-china-dukung-tindakan-keras-militer-myanmar-terhadap-etnis-rohingya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/14/18/1775898/oalah-china-dukung-tindakan-keras-militer-myanmar-terhadap-etnis-rohingya"/><item><title>Oalah! China Dukung Tindakan Keras Militer Myanmar terhadap Etnis Rohingya</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/14/18/1775898/oalah-china-dukung-tindakan-keras-militer-myanmar-terhadap-etnis-rohingya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/14/18/1775898/oalah-china-dukung-tindakan-keras-militer-myanmar-terhadap-etnis-rohingya</guid><pubDate>Kamis 14 September 2017 15:43 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/14/18/1775898/oalah-china-dukung-tindakan-keras-militer-myanmar-terhadap-etnis-rohingya-Ng062RrXZb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pengungsi Rohingya. (Foto: STR/AFP/Getty Images)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/14/18/1775898/oalah-china-dukung-tindakan-keras-militer-myanmar-terhadap-etnis-rohingya-Ng062RrXZb.jpg</image><title>Pengungsi Rohingya. (Foto: STR/AFP/Getty Images)</title></images><description>YANGON - China mendukung serangan tentara militer  Myanmar terhadap komunitas Rohingya dengan dalih memerangi gerilyawan di  Rakhine. Dukungan itu muncul saat Sekretaris Jenderal PBB Antonio  Guterres memperingatkan bahwa tindakan militer tersebut bisa menjadi  operasi pembersihan etnis.Dukungan Beijing itu diungkap surat kabar pemerintah Global New Light of Myanmar pada  hari Kamis (14/9/2017) mengutip Duta Besar China, Hong Liang. Diplomat  Beijing itu mengatakan dukungannya kepada pejabat tinggi pemerintah  Myanmar.Serangan militer di negara bagian Rakhine dipicu oleh serangan gerilyawan Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) terhadap pos-pos polisi dan kamp militer pada 25 Agustus 2017 yang menewaskan 12 petugas.&amp;rdquo;Sikap  China mengenai serangan teroris di Rakhine sudah jelas, ini hanya  masalah internal,&amp;rdquo; tulis surat kabar pemerintah Myanmar mengutip dubes  Hong Liang.
(Baca juga: Nah Lho, Myanmar Akui 471 Desa Rohingya Jadi Target 'Operasi Pembersihan' Tentara)&amp;rdquo;Serangan balik pasukan keamanan Myanmar melawan  teroris ekstremis dan usaha pemerintah untuk memberikan bantuan kepada  masyarakat sangat disambut baik,&amp;rdquo; lanjut diplomat Beijing tersebut.China  sejatinya sedang bersaing dengan Amerika Serikat untuk mendapatkan  pengaruh di Myanmar. Persaingan itu terlihat jelas pada tahun 2011  setelah puluhan tahun junta militer di negara itu terkena embargo.Sekretaris  Jenderal PBB Antonio Guterres dan Dewan Keamanan PBB pada hari Rabu  mendesak Myanmar untuk mengakhiri kekerasan di Rakhine yang digambarkan  sebagai upaya pembersihan etnis.&amp;rdquo;Ketika sepertiga penduduk  Rohingya harus melarikan diri dari negara ini, bisakah Anda menemukan  kata yang lebih baik untuk menggambarkannya?,&amp;rdquo; kata Guterres dalam  konferensi pers di New York.
(Baca juga: Nah Lho, Suu Kyi Dipastikan Absen di Sidang Umum PBB, Diduga karena Krisis Rohingya)Sementara itu, pemerintah yang  secara de facto dipimpin Daw Aung San Suu Kyi tersebut mengatakan bahwa  pihaknya menargetkan &quot;teroris&quot;. Namun, para pengungsi Rohingya  mengatakan bahwa serangan tersebut bertujuan untuk mendorong mereka  keluar dari Myanmar yang mayoritas penduduknya beragama Buddha.Sejumlah  desa Rohingya di utara Rakhine telah dibakar, tapi pihak berwenang  membantah bahwa aparat keamanan maupun kelompok garis keras Buddha  sebagai pelakunya. Mereka menyalahkan gerilyawan Rohingya atas apa yang  terjadi di Rakhine.Kendati demikian, juru bicara pemerintah Zaw  Htay akhirnya mengakui bahwa 471 desa di utara Rakhine menjadi target  militer. Dari jumlah itu, 176 di antaranya benar-benar kosong.</description><content:encoded>YANGON - China mendukung serangan tentara militer  Myanmar terhadap komunitas Rohingya dengan dalih memerangi gerilyawan di  Rakhine. Dukungan itu muncul saat Sekretaris Jenderal PBB Antonio  Guterres memperingatkan bahwa tindakan militer tersebut bisa menjadi  operasi pembersihan etnis.Dukungan Beijing itu diungkap surat kabar pemerintah Global New Light of Myanmar pada  hari Kamis (14/9/2017) mengutip Duta Besar China, Hong Liang. Diplomat  Beijing itu mengatakan dukungannya kepada pejabat tinggi pemerintah  Myanmar.Serangan militer di negara bagian Rakhine dipicu oleh serangan gerilyawan Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) terhadap pos-pos polisi dan kamp militer pada 25 Agustus 2017 yang menewaskan 12 petugas.&amp;rdquo;Sikap  China mengenai serangan teroris di Rakhine sudah jelas, ini hanya  masalah internal,&amp;rdquo; tulis surat kabar pemerintah Myanmar mengutip dubes  Hong Liang.
(Baca juga: Nah Lho, Myanmar Akui 471 Desa Rohingya Jadi Target 'Operasi Pembersihan' Tentara)&amp;rdquo;Serangan balik pasukan keamanan Myanmar melawan  teroris ekstremis dan usaha pemerintah untuk memberikan bantuan kepada  masyarakat sangat disambut baik,&amp;rdquo; lanjut diplomat Beijing tersebut.China  sejatinya sedang bersaing dengan Amerika Serikat untuk mendapatkan  pengaruh di Myanmar. Persaingan itu terlihat jelas pada tahun 2011  setelah puluhan tahun junta militer di negara itu terkena embargo.Sekretaris  Jenderal PBB Antonio Guterres dan Dewan Keamanan PBB pada hari Rabu  mendesak Myanmar untuk mengakhiri kekerasan di Rakhine yang digambarkan  sebagai upaya pembersihan etnis.&amp;rdquo;Ketika sepertiga penduduk  Rohingya harus melarikan diri dari negara ini, bisakah Anda menemukan  kata yang lebih baik untuk menggambarkannya?,&amp;rdquo; kata Guterres dalam  konferensi pers di New York.
(Baca juga: Nah Lho, Suu Kyi Dipastikan Absen di Sidang Umum PBB, Diduga karena Krisis Rohingya)Sementara itu, pemerintah yang  secara de facto dipimpin Daw Aung San Suu Kyi tersebut mengatakan bahwa  pihaknya menargetkan &quot;teroris&quot;. Namun, para pengungsi Rohingya  mengatakan bahwa serangan tersebut bertujuan untuk mendorong mereka  keluar dari Myanmar yang mayoritas penduduknya beragama Buddha.Sejumlah  desa Rohingya di utara Rakhine telah dibakar, tapi pihak berwenang  membantah bahwa aparat keamanan maupun kelompok garis keras Buddha  sebagai pelakunya. Mereka menyalahkan gerilyawan Rohingya atas apa yang  terjadi di Rakhine.Kendati demikian, juru bicara pemerintah Zaw  Htay akhirnya mengakui bahwa 471 desa di utara Rakhine menjadi target  militer. Dari jumlah itu, 176 di antaranya benar-benar kosong.</content:encoded></item></channel></rss>
