<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waduh... Hadapi Demonstrasi Besar-besaran, Duterte Ancam Umumkan Darurat Militer</title><description>Duterte mengatakan, dapat mengumumkan darurat militer jika demonstrasi yang berlangsung pekan depan berlangsung rusuh.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/15/18/1776776/waduh-hadapi-demonstrasi-besar-besaran-duterte-ancam-umumkan-darurat-militer</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/15/18/1776776/waduh-hadapi-demonstrasi-besar-besaran-duterte-ancam-umumkan-darurat-militer"/><item><title>Waduh... Hadapi Demonstrasi Besar-besaran, Duterte Ancam Umumkan Darurat Militer</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/15/18/1776776/waduh-hadapi-demonstrasi-besar-besaran-duterte-ancam-umumkan-darurat-militer</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/15/18/1776776/waduh-hadapi-demonstrasi-besar-besaran-duterte-ancam-umumkan-darurat-militer</guid><pubDate>Jum'at 15 September 2017 18:01 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/15/18/1776776/waduh-hadapi-demonstrasi-besar-besaran-duterte-ancam-umumkan-darurat-militer-ugP0C76cqg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Filipina Rodrigo Duterte. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/15/18/1776776/waduh-hadapi-demonstrasi-besar-besaran-duterte-ancam-umumkan-darurat-militer-ugP0C76cqg.jpg</image><title>Presiden Filipina Rodrigo Duterte. (Foto: Reuters)</title></images><description>MANILA &amp;ndash; Presiden Filipina, Rodrigo Duterte mengatakan akan mengumumkan keadaan darurat militer di Filipina pekan depan jika ancaman demonstrasi besar-besaran yang diserukan kaum sayap kiri dan komunis terhadap pemerintahannya berakhir rusuh dan menyebabkan gangguan terhadap negara. Meski begitu, Menteri Pertahanan Filipina, Delfin Lorenzana menilai peluang Duterte untuk darurat militer tidak terlalu besar.
BACA JUGA: Beri Pesan kepada Aktivis HAM, Duterte: Kritik Aung San Suu Kyi, Bukan Saya
&amp;ldquo;Duterte mengatakan, jika pihak kiri akan mencoba melakukan demonstrasi besar-besaran, memulai kebakaran di jalanan, mereka akan mengganggu negara, maka saya mungkin menyatakan darurat militer,&amp;rdquo; kata Delfin, sebagaimana dikutip dari Straits Times, Jumat (15/9/2017).
Dia menekankan bahwa peluang Duterte mengumumkan keadaan darurat militer tergolong kecil. Pasalnya, protes yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis pekan depan itu, diperkirakan tidak akan sebesar yang direncanakan oleh pihak penyelenggara.
&quot;Tapi presiden memang sangat prihatin karena mungkin bisa lepas kendali. Jadi dia mengatakan, &amp;lsquo;Saya mungkin mengumumkan darurat militer&amp;rsquo;,&quot; tambahnya.
Sebuah kelompok koalisi yang menamakan diri mereka &amp;lsquo;Gerakan Melawan Tirani&amp;rsquo; telah mengumumkan rencana demonstrasi yang akan dilakukan pada 21 September. Demonstrasi ini digelar bertepatan dengan peringatan 45 tahun dimulainya pemerintahan militer diktator Ferdinand Marcos.
Demonstrasi yang direncanakan akan digelar di sebuah taman di Ibu Kota Manila, akan menyuarakan perlawanan terhadap kebijakan perang melawan narkoba Duterte yang telah menewaskan ribuan nyawa dan menyerukan protes terkait serangan yang dilakukan Duterte terhadap institusi demokratis.
BACA JUGA: Dituduh Terlibat Pengiriman Narkotika asal China, Putra Presiden Filipina: Itu Kabar Angin
Ini bukan pertama kalinya Duterte mengancam akan menerapkan keadaan darurat militer di Filipina. Pria yang dijuluki &amp;lsquo;Digong&amp;rsquo; itu sebelumnya telah menerapkan keadaan darurat militer di selatan Filipina menyusul serangan kelompok militan ekstremis yang menguasai Kota Marawi pada Mei.</description><content:encoded>MANILA &amp;ndash; Presiden Filipina, Rodrigo Duterte mengatakan akan mengumumkan keadaan darurat militer di Filipina pekan depan jika ancaman demonstrasi besar-besaran yang diserukan kaum sayap kiri dan komunis terhadap pemerintahannya berakhir rusuh dan menyebabkan gangguan terhadap negara. Meski begitu, Menteri Pertahanan Filipina, Delfin Lorenzana menilai peluang Duterte untuk darurat militer tidak terlalu besar.
BACA JUGA: Beri Pesan kepada Aktivis HAM, Duterte: Kritik Aung San Suu Kyi, Bukan Saya
&amp;ldquo;Duterte mengatakan, jika pihak kiri akan mencoba melakukan demonstrasi besar-besaran, memulai kebakaran di jalanan, mereka akan mengganggu negara, maka saya mungkin menyatakan darurat militer,&amp;rdquo; kata Delfin, sebagaimana dikutip dari Straits Times, Jumat (15/9/2017).
Dia menekankan bahwa peluang Duterte mengumumkan keadaan darurat militer tergolong kecil. Pasalnya, protes yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis pekan depan itu, diperkirakan tidak akan sebesar yang direncanakan oleh pihak penyelenggara.
&quot;Tapi presiden memang sangat prihatin karena mungkin bisa lepas kendali. Jadi dia mengatakan, &amp;lsquo;Saya mungkin mengumumkan darurat militer&amp;rsquo;,&quot; tambahnya.
Sebuah kelompok koalisi yang menamakan diri mereka &amp;lsquo;Gerakan Melawan Tirani&amp;rsquo; telah mengumumkan rencana demonstrasi yang akan dilakukan pada 21 September. Demonstrasi ini digelar bertepatan dengan peringatan 45 tahun dimulainya pemerintahan militer diktator Ferdinand Marcos.
Demonstrasi yang direncanakan akan digelar di sebuah taman di Ibu Kota Manila, akan menyuarakan perlawanan terhadap kebijakan perang melawan narkoba Duterte yang telah menewaskan ribuan nyawa dan menyerukan protes terkait serangan yang dilakukan Duterte terhadap institusi demokratis.
BACA JUGA: Dituduh Terlibat Pengiriman Narkotika asal China, Putra Presiden Filipina: Itu Kabar Angin
Ini bukan pertama kalinya Duterte mengancam akan menerapkan keadaan darurat militer di Filipina. Pria yang dijuluki &amp;lsquo;Digong&amp;rsquo; itu sebelumnya telah menerapkan keadaan darurat militer di selatan Filipina menyusul serangan kelompok militan ekstremis yang menguasai Kota Marawi pada Mei.</content:encoded></item></channel></rss>
