<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Korut Kembali Berulah, Berapa Persen Warga AS yang Setuju Serangan Militer ke Pyongyang?</title><description>Hasil jajak pendapat yang diterbitkan pada hari  Jumat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/16/18/1777168/korut-kembali-berulah-berapa-persen-warga-as-yang-setuju-serangan-militer-ke-pyongyang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/16/18/1777168/korut-kembali-berulah-berapa-persen-warga-as-yang-setuju-serangan-militer-ke-pyongyang"/><item><title>Korut Kembali Berulah, Berapa Persen Warga AS yang Setuju Serangan Militer ke Pyongyang?</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/16/18/1777168/korut-kembali-berulah-berapa-persen-warga-as-yang-setuju-serangan-militer-ke-pyongyang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/16/18/1777168/korut-kembali-berulah-berapa-persen-warga-as-yang-setuju-serangan-militer-ke-pyongyang</guid><pubDate>Sabtu 16 September 2017 10:48 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/16/18/1777168/korut-kembali-berulah-berapa-persen-warga-as-yang-setuju-serangan-militer-ke-pyongyang-OSlJH0LDFN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Parade rudal Korut. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/16/18/1777168/korut-kembali-berulah-berapa-persen-warga-as-yang-setuju-serangan-militer-ke-pyongyang-OSlJH0LDFN.jpg</image><title>Parade rudal Korut. (Foto: Reuters)</title></images><description>WASHINGTON - Mayoritas rakyat Amerika Serikat (AS)  mendukung jika pemerintah Prsiden Donald Trump melakukan serangan  militer terhadap Korea Utara (Korut) untuk menggagalkan ambisi nuklir  Pyongyang. Sebuah jajak pendapat dari Gallup menunjukkan hampir 60  persen rakyat AS mendukung opsi militer.Dukungan diberikan jika  upaya diplomatik gagal. Hasil jajak pendapat yang diterbitkan pada hari  Jumat, juga menunjukkan perbedaan yang nyata antara pendukung  dua partai utama. Sebanyak 82 persen anggota Partai Republik mendukung  pengerahan angkatan bersenjata sedangkan dukungan dari anggota Partai  Demokrat hanya 37 persen.
(Baca juga: Waduh! Terbang Sejauh 3.700 Km di Langit Jepang, Rudal Korut Bisa Menghantam Guam)Uniknya, hanya 38 persen warga AS yang percaya bahwa Korut benar-benar akan melancarkan serangan ke AS.Jumlah  warga Amerika yang mendukung tindakan bersenjata meningkat secara  signifikan sejak survei terakhir dilakukan pada Tahun 2003. Pada tahun  itu, ketegangan berkobar antara Washington dan Pyongyang setelah  Presiden George W Bush menuduh Pyongyang mempersenjatai dirinya dengan  rudal dan senjata pemusnah massal, di saat rakyatnya kelaparan.
Bush dalam pidatonya kala itu juga memasukkan Korut dalam kelompok &amp;ldquo;axis of evil&amp;rdquo; bersama Irak dan Iran.Saat  itu, 70 persen orang Amerika yakin bahwa isu tersebut dapat  diselesaikan secara diplomatis dan hanya 47 persen yang mendukung  tindakan militer.Pada hari Jumat pagi, Pyongyang menembakkan  lagi rudal balistik jarak menengah Hwasong-12 yang terbang di atas pulau  Hokkaido utara, Jepang.
(Baca juga: Uji Coba Rudal, Jong-un: Korut akan Menyelesaikan Target Nuklir)Peluncuran  tersebut terjadi beberapa hari setelah Dewan Keamanan PBB&amp;mdash;termasuk di  dalamnya China dan Rusia&amp;mdash;menyetujui sebuah babak baru sanksi keras  terhadap Korut. Sanksi itu melarang Pyongyang mengekspor tekstil dan  impor minyaknya dibatasi ketat.Sementara itu, pemimpin Korut Kim  Jong-un pada hari ini (16/9/2017) bersumpah untuk mencapai tujuan  nuklir negaranya. Tujuannya adalah membuat kekuatan militer Korut imbang  dengan kekuatan militer Amerika Serikat (AS).&amp;rdquo;Kita harus secara  jelas menunjukkan kekuatan besar chauvinis bagaimana negara kita  mencapai tujuan penyelesaian kekuatan nuklirnya meskipun ada sanksi dan  blokade tanpa batas,&amp;rdquo; kata Kim seperti dikutip KCNA, Sabtu (16/9/2017).
&amp;ldquo;Tujuan (nuklir) Korea Utara adalah untuk membangun keseimbangan  kekuatan riil dengan AS dan membuat penguasa AS tidak berani  membicarakan opsi militer untuk DPRK (Korea Utara),&amp;rdquo; lanjut Kim.</description><content:encoded>WASHINGTON - Mayoritas rakyat Amerika Serikat (AS)  mendukung jika pemerintah Prsiden Donald Trump melakukan serangan  militer terhadap Korea Utara (Korut) untuk menggagalkan ambisi nuklir  Pyongyang. Sebuah jajak pendapat dari Gallup menunjukkan hampir 60  persen rakyat AS mendukung opsi militer.Dukungan diberikan jika  upaya diplomatik gagal. Hasil jajak pendapat yang diterbitkan pada hari  Jumat, juga menunjukkan perbedaan yang nyata antara pendukung  dua partai utama. Sebanyak 82 persen anggota Partai Republik mendukung  pengerahan angkatan bersenjata sedangkan dukungan dari anggota Partai  Demokrat hanya 37 persen.
(Baca juga: Waduh! Terbang Sejauh 3.700 Km di Langit Jepang, Rudal Korut Bisa Menghantam Guam)Uniknya, hanya 38 persen warga AS yang percaya bahwa Korut benar-benar akan melancarkan serangan ke AS.Jumlah  warga Amerika yang mendukung tindakan bersenjata meningkat secara  signifikan sejak survei terakhir dilakukan pada Tahun 2003. Pada tahun  itu, ketegangan berkobar antara Washington dan Pyongyang setelah  Presiden George W Bush menuduh Pyongyang mempersenjatai dirinya dengan  rudal dan senjata pemusnah massal, di saat rakyatnya kelaparan.
Bush dalam pidatonya kala itu juga memasukkan Korut dalam kelompok &amp;ldquo;axis of evil&amp;rdquo; bersama Irak dan Iran.Saat  itu, 70 persen orang Amerika yakin bahwa isu tersebut dapat  diselesaikan secara diplomatis dan hanya 47 persen yang mendukung  tindakan militer.Pada hari Jumat pagi, Pyongyang menembakkan  lagi rudal balistik jarak menengah Hwasong-12 yang terbang di atas pulau  Hokkaido utara, Jepang.
(Baca juga: Uji Coba Rudal, Jong-un: Korut akan Menyelesaikan Target Nuklir)Peluncuran  tersebut terjadi beberapa hari setelah Dewan Keamanan PBB&amp;mdash;termasuk di  dalamnya China dan Rusia&amp;mdash;menyetujui sebuah babak baru sanksi keras  terhadap Korut. Sanksi itu melarang Pyongyang mengekspor tekstil dan  impor minyaknya dibatasi ketat.Sementara itu, pemimpin Korut Kim  Jong-un pada hari ini (16/9/2017) bersumpah untuk mencapai tujuan  nuklir negaranya. Tujuannya adalah membuat kekuatan militer Korut imbang  dengan kekuatan militer Amerika Serikat (AS).&amp;rdquo;Kita harus secara  jelas menunjukkan kekuatan besar chauvinis bagaimana negara kita  mencapai tujuan penyelesaian kekuatan nuklirnya meskipun ada sanksi dan  blokade tanpa batas,&amp;rdquo; kata Kim seperti dikutip KCNA, Sabtu (16/9/2017).
&amp;ldquo;Tujuan (nuklir) Korea Utara adalah untuk membangun keseimbangan  kekuatan riil dengan AS dan membuat penguasa AS tidak berani  membicarakan opsi militer untuk DPRK (Korea Utara),&amp;rdquo; lanjut Kim.</content:encoded></item></channel></rss>
