<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dewan Rohingya Eropa Meradang, Anggap Suu Kyi Mendukung Genosida</title><description>Kelompok Rohingya yang bermarkas di Eropa  mengatakan bahwa Aung San Suu Kyi mendukung genosida Muslim Rohingya di  negaranya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/16/18/1777171/dewan-rohingya-eropa-meradang-anggap-suu-kyi-mendukung-genosida</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/16/18/1777171/dewan-rohingya-eropa-meradang-anggap-suu-kyi-mendukung-genosida"/><item><title>Dewan Rohingya Eropa Meradang, Anggap Suu Kyi Mendukung Genosida</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/16/18/1777171/dewan-rohingya-eropa-meradang-anggap-suu-kyi-mendukung-genosida</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/16/18/1777171/dewan-rohingya-eropa-meradang-anggap-suu-kyi-mendukung-genosida</guid><pubDate>Sabtu 16 September 2017 11:03 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/16/18/1777171/dewan-rohingya-eropa-meradang-anggap-suu-kyi-mendukung-genosida-dUjTAFbeQy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Suu Kyi. (Foto: Ilustrasi Sindonews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/16/18/1777171/dewan-rohingya-eropa-meradang-anggap-suu-kyi-mendukung-genosida-dUjTAFbeQy.jpg</image><title>Suu Kyi. (Foto: Ilustrasi Sindonews)</title></images><description>ANKARA - Kelompok Rohingya yang bermarkas di Eropa  mengatakan bahwa Aung San Suu Kyi mendukung genosida Muslim Rohingya di  negaranya. Kepala Dewan Rohingya Eropa, Hla Kyaw  mengatakan, Suu Kyi hanya duduk dan berjaga-jaga, karena tentara  terus membakar rumah dan desa di negara bagian Rakhine, Myanmar barat.
Kyaw menganggap pemimpin de facto Myanmar itu tidak hanya terlibat  dalam genosida, dia juga merupakan pasangan genosida.Kyaw  mengatakan, komunitas Rohingya telah mendukung Suu Kyi saat ditahan  di bawah tahanan rumah oleh junta militer Myanmar, pada periode yang  paling lama antara 1989 dan 2010. Hal ini yang membuatnya menjadi simbol  perdamaian dan perlawanan internasional.&quot;Kami melakukan protes  di kota-kota Eropa agar Suu Kyi dibebaskan, karena kami berharap dapat  bernapas dengan bebas di bawah kepemimpinannya, karena dia adalah putri  Jenderal Aung San, ayah dari kemerdekaan Myanmar,&quot; kata Kyaw.
(Baca juga: Nah Lho, Myanmar Akui 471 Desa Rohingya Jadi Target 'Operasi Pembersihan' Tentara)Pemimpin Dewan Rohingya Eropa itu pun menuduh bahwa Myanmar ingin menghapus Rohingya dari Rakhine. &quot;Mereka  telah merencanakan untuk menempatkan kami di kamp konsentrasi. Tujuan  utamanya adalah menghapus kami, lalu mengambil alih properti dan tanah  kami,&quot; ujarnya seperti dikutip dari Anadolu, Sabtu (16/9/2017).Dia  mengatakan bahwa pemerintah dan tentara telah mengetahui segala hal  tentang Arakan Rohingya Salavation Army (ARSA), sebuah kelompok militan.  Namun mereka memilih untuk tidak melakukan tindakan menentangnya.&quot;Mereka  membutuhkan ARSA sebagai alasan pembunuhan massal di Rakhine, atas nama  keamanan nasional dan memerangi terorisme. Mereka juga ingin  memobilisasi opini publik terhadap komunitas Rohingya,&quot; ungkap Kyaw.
(Baca juga: Nah Lho, Suu Kyi Dipastikan Absen di Sidang Umum PBB, Diduga karena Krisis Rohingya)Lebih  jauh Kyaw mengatakan pemerintah Myanmar memiliki dukungan kuat dari  India dan China. Dua negara tersebut memiliki kepentingan komersial di  wilayah tersebut.&quot;China memiliki proyek pipa minyak dan gas, sementara India memiliki proyek laut dalam di wilayah ini,&quot; ungkapnya.Kyaw  menolak jumlah korban tewas yang dikeluarkan oleh Myanmar mencapai 400  orang dalam kekerasan yang pecah sejak 25 Agustus lalu.&quot;Sekitar 4.500 sampai 5.000 orang tewas dalam kekerasan tersebut. Angka  ini bisa meningkat, karena banyak orang mati saat melintasi Sungai Naf.  Banyak orang tua meninggalkan anak-anak mereka saat mereka melarikan  diri,&quot; terangnya.Dia mengatakan bahwa lebih mudah bagi  orang-orang di kota Maungdaw untuk melarikan diri ke Bangladesh, karena  letaknya di dekat perbatasan.Di daerah lain seperti Buthidaung,  militer menghalangi mereka dari segala arah. Orang berjalan 10 sampai 15  hari di daerah pegunungan untuk mencapai perbatasan. Beberapa mencapai  sungai di perbatasan, hanya untuk mengetahui mereka tidak memiliki USD30  sampai USD60 yang dibutuhkan untuk melakukan perjalanan di atas kapal.  Yang lain harus melintasi daerah yang ditanami ranjau oleh militer.Dia  mendesak masyarakat internasional, termasuk PBB dan Uni Eropa, untuk  memberikan tekanan pada pemerintah Myanmar guna menghentikan genosida  ini.&quot;Mereka perlu mengambil tindakan bersama untuk menghentikan krisis internasional ini,&quot; tukas Kyaw.</description><content:encoded>ANKARA - Kelompok Rohingya yang bermarkas di Eropa  mengatakan bahwa Aung San Suu Kyi mendukung genosida Muslim Rohingya di  negaranya. Kepala Dewan Rohingya Eropa, Hla Kyaw  mengatakan, Suu Kyi hanya duduk dan berjaga-jaga, karena tentara  terus membakar rumah dan desa di negara bagian Rakhine, Myanmar barat.
Kyaw menganggap pemimpin de facto Myanmar itu tidak hanya terlibat  dalam genosida, dia juga merupakan pasangan genosida.Kyaw  mengatakan, komunitas Rohingya telah mendukung Suu Kyi saat ditahan  di bawah tahanan rumah oleh junta militer Myanmar, pada periode yang  paling lama antara 1989 dan 2010. Hal ini yang membuatnya menjadi simbol  perdamaian dan perlawanan internasional.&quot;Kami melakukan protes  di kota-kota Eropa agar Suu Kyi dibebaskan, karena kami berharap dapat  bernapas dengan bebas di bawah kepemimpinannya, karena dia adalah putri  Jenderal Aung San, ayah dari kemerdekaan Myanmar,&quot; kata Kyaw.
(Baca juga: Nah Lho, Myanmar Akui 471 Desa Rohingya Jadi Target 'Operasi Pembersihan' Tentara)Pemimpin Dewan Rohingya Eropa itu pun menuduh bahwa Myanmar ingin menghapus Rohingya dari Rakhine. &quot;Mereka  telah merencanakan untuk menempatkan kami di kamp konsentrasi. Tujuan  utamanya adalah menghapus kami, lalu mengambil alih properti dan tanah  kami,&quot; ujarnya seperti dikutip dari Anadolu, Sabtu (16/9/2017).Dia  mengatakan bahwa pemerintah dan tentara telah mengetahui segala hal  tentang Arakan Rohingya Salavation Army (ARSA), sebuah kelompok militan.  Namun mereka memilih untuk tidak melakukan tindakan menentangnya.&quot;Mereka  membutuhkan ARSA sebagai alasan pembunuhan massal di Rakhine, atas nama  keamanan nasional dan memerangi terorisme. Mereka juga ingin  memobilisasi opini publik terhadap komunitas Rohingya,&quot; ungkap Kyaw.
(Baca juga: Nah Lho, Suu Kyi Dipastikan Absen di Sidang Umum PBB, Diduga karena Krisis Rohingya)Lebih  jauh Kyaw mengatakan pemerintah Myanmar memiliki dukungan kuat dari  India dan China. Dua negara tersebut memiliki kepentingan komersial di  wilayah tersebut.&quot;China memiliki proyek pipa minyak dan gas, sementara India memiliki proyek laut dalam di wilayah ini,&quot; ungkapnya.Kyaw  menolak jumlah korban tewas yang dikeluarkan oleh Myanmar mencapai 400  orang dalam kekerasan yang pecah sejak 25 Agustus lalu.&quot;Sekitar 4.500 sampai 5.000 orang tewas dalam kekerasan tersebut. Angka  ini bisa meningkat, karena banyak orang mati saat melintasi Sungai Naf.  Banyak orang tua meninggalkan anak-anak mereka saat mereka melarikan  diri,&quot; terangnya.Dia mengatakan bahwa lebih mudah bagi  orang-orang di kota Maungdaw untuk melarikan diri ke Bangladesh, karena  letaknya di dekat perbatasan.Di daerah lain seperti Buthidaung,  militer menghalangi mereka dari segala arah. Orang berjalan 10 sampai 15  hari di daerah pegunungan untuk mencapai perbatasan. Beberapa mencapai  sungai di perbatasan, hanya untuk mengetahui mereka tidak memiliki USD30  sampai USD60 yang dibutuhkan untuk melakukan perjalanan di atas kapal.  Yang lain harus melintasi daerah yang ditanami ranjau oleh militer.Dia  mendesak masyarakat internasional, termasuk PBB dan Uni Eropa, untuk  memberikan tekanan pada pemerintah Myanmar guna menghentikan genosida  ini.&quot;Mereka perlu mengambil tindakan bersama untuk menghentikan krisis internasional ini,&quot; tukas Kyaw.</content:encoded></item></channel></rss>
