<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Miris! Diduga Ditembak Polisi Myanmar, Jasad Bayi Rohingya Terdampar di Sungai</title><description>Sebanyak tiga jasad anak kecil etnis Muslim Rohingya,  termasuk bayi ditemukan terdampar di tepi Sungai Naf.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/16/18/1777213/miris-diduga-ditembak-polisi-myanmar-jasad-bayi-rohingya-terdampar-di-sungai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/16/18/1777213/miris-diduga-ditembak-polisi-myanmar-jasad-bayi-rohingya-terdampar-di-sungai"/><item><title>Miris! Diduga Ditembak Polisi Myanmar, Jasad Bayi Rohingya Terdampar di Sungai</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/16/18/1777213/miris-diduga-ditembak-polisi-myanmar-jasad-bayi-rohingya-terdampar-di-sungai</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/16/18/1777213/miris-diduga-ditembak-polisi-myanmar-jasad-bayi-rohingya-terdampar-di-sungai</guid><pubDate>Sabtu 16 September 2017 12:48 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/16/18/1777213/miris-diduga-ditembak-polisi-myanmar-jasad-bayi-rohingya-terdampar-di-sungai-vyuPNtg9Nd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pengungsi Rohingya. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/16/18/1777213/miris-diduga-ditembak-polisi-myanmar-jasad-bayi-rohingya-terdampar-di-sungai-vyuPNtg9Nd.jpg</image><title>Pengungsi Rohingya. (Foto: Reuters)</title></images><description>NAF - Sebanyak tiga jasad anak kecil etnis Muslim Rohingya,  termasuk bayi ditemukan terdampar di tepi Sungai Naf, sungai perbatasan  Myanmar dan Bangladesh. Ketiga jasad itu diduga korban penembakan aparat  polisi Myanmar saat para korban melarikan diri bersama keluarganya dari  Rakhine.Penemuan jasad anak-anak Rohingya itu direkam dan videonya telah dirilis media Australia, ABC.Dalam  video tersebut, beberapa anggota sebuah keluarga telah berhasil sampai  ke sisi Sungai Naf yang berada di Bangladesh. Namun, ada anggota  keluarga lainnya yang putus asa sedang menarik jasad anak-anak yang  tewas dari air sungai.Para pengungsi menyatakan, jasad-jasad itu  merupakan korban tindakan keras polisi Myanmar di wilayah perbatasan.  Namun, klaim dan video tersebut belum bisa diverifikasi karena polisi  Myanmar tindak memberikan konfirmasi.
(Baca juga: Dewan Rohingya Eropa Meradang, Anggap Suu Kyi Mendukung Genosida)Video itu juga diteima  pemimpin masyarakat Rohingya, Anwar Sha, yang kini tinggal di Australia.  Anwar telah kehilangan kontak dengan keluarganya sejak kekerasan  terbaru pecah di negara bagian Rakhine atau Arakan 25 Agustus 2017 lalu.&amp;rdquo;Saya  mendengar salah satu saudara perempuan saya telah menyeberang ke  Bangladesh, tapi dua saudara perempuan lainnya, saya belum pernah  mendengar tentang mereka,&amp;rdquo; kata Anwar.&amp;rdquo;Tidak ada kontak dengan  mereka dan saya tidak tahu di mana mereka berada,&amp;rdquo; ujarnya. Selama dua  minggu terakhir, dia telah menerima banyak video yang direkam oleh warga  sipil Rohingya dan sejumlah wartawan.
(Baca juga: Nah Lho, Myanmar Akui 471 Desa Rohingya Jadi Target 'Operasi Pembersihan' Tentara)Sebuah laporan dari para  aktivis mengatakan bahwa pelanggaran HAM secara sistematis terhadap  etnis Rohingya terjadi di Rakhine. Tindakan itu mendekati definisi  genosida.&amp;rdquo;Ada sekitar 30.000 orang yang terjebak di perbukitan  jauh dari Bangladesh,&amp;rdquo; kata Anwar. &amp;rdquo;Mereka tidak punya makanan, mereka  tidak memiliki tempat berlindung. Mereka sekarat di sana,&amp;rdquo; ujarnya.
(Baca juga: Nah Lho, Suu Kyi Dipastikan Absen di Sidang Umum PBB, Diduga karena Krisis Rohingya)&amp;rdquo;Begitu  mereka mencoba keluar dari sana, kelompok demi kelompok, militer dan  polisi menyerang mereka dan membantai mereka,&amp;rdquo; imbuh dia.Citra satelit menunjukkan ribuan rumah warga Rohingya telah dibakar sejak 25 Agustus.&amp;rdquo;Kami melihat desa-desa dibakar sampai rata dengan tanah dalam skala  yang belum pernah terlihat sebelumnya,&amp;rdquo; kata Kayleigh Long, seorang  jurnalis lepas yang meliput tragedi Rohingya, kepada Lateline.&amp;rdquo;Ada  laporan yang keluar dari orang-orang yang melarikan diri, tentara  menembaki tanpa pandang bulu, orang-orang hanya melarikan diri dengan  apapun yang mereka miliki dan dalam banyak kasus semuanya telah  terbakar,&amp;rdquo; ujarnya.Anwar menambahkan, sebuah video yang direkam  oleh stasiun televisi Myanmar menunjukkan bahwa desa masa kecilnya  terbakar. &amp;rdquo;Suatu hari saya pernah bermimpi untuk pergi ke desa saya,&amp;rdquo;  katanya. &amp;rdquo;Saya tidak punya harapan lagi.&amp;rdquo;Dalam video tersebut, beberapa keluarga yang tampak ketakutan berkumpul bersama di hutan.Pria yang direkam sedang berdoa agar mendapat bantuan.&amp;rdquo;Oh, ayah, cobalah untuk kami, selamatkan hidup kami,&amp;rdquo; katanya.</description><content:encoded>NAF - Sebanyak tiga jasad anak kecil etnis Muslim Rohingya,  termasuk bayi ditemukan terdampar di tepi Sungai Naf, sungai perbatasan  Myanmar dan Bangladesh. Ketiga jasad itu diduga korban penembakan aparat  polisi Myanmar saat para korban melarikan diri bersama keluarganya dari  Rakhine.Penemuan jasad anak-anak Rohingya itu direkam dan videonya telah dirilis media Australia, ABC.Dalam  video tersebut, beberapa anggota sebuah keluarga telah berhasil sampai  ke sisi Sungai Naf yang berada di Bangladesh. Namun, ada anggota  keluarga lainnya yang putus asa sedang menarik jasad anak-anak yang  tewas dari air sungai.Para pengungsi menyatakan, jasad-jasad itu  merupakan korban tindakan keras polisi Myanmar di wilayah perbatasan.  Namun, klaim dan video tersebut belum bisa diverifikasi karena polisi  Myanmar tindak memberikan konfirmasi.
(Baca juga: Dewan Rohingya Eropa Meradang, Anggap Suu Kyi Mendukung Genosida)Video itu juga diteima  pemimpin masyarakat Rohingya, Anwar Sha, yang kini tinggal di Australia.  Anwar telah kehilangan kontak dengan keluarganya sejak kekerasan  terbaru pecah di negara bagian Rakhine atau Arakan 25 Agustus 2017 lalu.&amp;rdquo;Saya  mendengar salah satu saudara perempuan saya telah menyeberang ke  Bangladesh, tapi dua saudara perempuan lainnya, saya belum pernah  mendengar tentang mereka,&amp;rdquo; kata Anwar.&amp;rdquo;Tidak ada kontak dengan  mereka dan saya tidak tahu di mana mereka berada,&amp;rdquo; ujarnya. Selama dua  minggu terakhir, dia telah menerima banyak video yang direkam oleh warga  sipil Rohingya dan sejumlah wartawan.
(Baca juga: Nah Lho, Myanmar Akui 471 Desa Rohingya Jadi Target 'Operasi Pembersihan' Tentara)Sebuah laporan dari para  aktivis mengatakan bahwa pelanggaran HAM secara sistematis terhadap  etnis Rohingya terjadi di Rakhine. Tindakan itu mendekati definisi  genosida.&amp;rdquo;Ada sekitar 30.000 orang yang terjebak di perbukitan  jauh dari Bangladesh,&amp;rdquo; kata Anwar. &amp;rdquo;Mereka tidak punya makanan, mereka  tidak memiliki tempat berlindung. Mereka sekarat di sana,&amp;rdquo; ujarnya.
(Baca juga: Nah Lho, Suu Kyi Dipastikan Absen di Sidang Umum PBB, Diduga karena Krisis Rohingya)&amp;rdquo;Begitu  mereka mencoba keluar dari sana, kelompok demi kelompok, militer dan  polisi menyerang mereka dan membantai mereka,&amp;rdquo; imbuh dia.Citra satelit menunjukkan ribuan rumah warga Rohingya telah dibakar sejak 25 Agustus.&amp;rdquo;Kami melihat desa-desa dibakar sampai rata dengan tanah dalam skala  yang belum pernah terlihat sebelumnya,&amp;rdquo; kata Kayleigh Long, seorang  jurnalis lepas yang meliput tragedi Rohingya, kepada Lateline.&amp;rdquo;Ada  laporan yang keluar dari orang-orang yang melarikan diri, tentara  menembaki tanpa pandang bulu, orang-orang hanya melarikan diri dengan  apapun yang mereka miliki dan dalam banyak kasus semuanya telah  terbakar,&amp;rdquo; ujarnya.Anwar menambahkan, sebuah video yang direkam  oleh stasiun televisi Myanmar menunjukkan bahwa desa masa kecilnya  terbakar. &amp;rdquo;Suatu hari saya pernah bermimpi untuk pergi ke desa saya,&amp;rdquo;  katanya. &amp;rdquo;Saya tidak punya harapan lagi.&amp;rdquo;Dalam video tersebut, beberapa keluarga yang tampak ketakutan berkumpul bersama di hutan.Pria yang direkam sedang berdoa agar mendapat bantuan.&amp;rdquo;Oh, ayah, cobalah untuk kami, selamatkan hidup kami,&amp;rdquo; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
