<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terungkap! Hasil Citra Satelit, Militer Myanmar Musnahkan 214 Desa Rohingya</title><description>Tampak kehancuran dari pembakaran yang jauh lebih besar daripada  yang sebelumnya diketahui.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/19/18/1778756/terungkap-hasil-citra-satelit-militer-myanmar-musnahkan-214-desa-rohingya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/19/18/1778756/terungkap-hasil-citra-satelit-militer-myanmar-musnahkan-214-desa-rohingya"/><item><title>Terungkap! Hasil Citra Satelit, Militer Myanmar Musnahkan 214 Desa Rohingya</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/19/18/1778756/terungkap-hasil-citra-satelit-militer-myanmar-musnahkan-214-desa-rohingya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/19/18/1778756/terungkap-hasil-citra-satelit-militer-myanmar-musnahkan-214-desa-rohingya</guid><pubDate>Selasa 19 September 2017 12:36 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/19/18/1778756/terungkap-hasil-citra-satelit-militer-myanmar-musnahkan-214-desa-rohingya-ciD1C9iGa2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Asap dari kebakaran di Myanmar terlihat dari Bangladesh. (Foto: Ist/Sindonews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/19/18/1778756/terungkap-hasil-citra-satelit-militer-myanmar-musnahkan-214-desa-rohingya-ciD1C9iGa2.jpg</image><title>Asap dari kebakaran di Myanmar terlihat dari Bangladesh. (Foto: Ist/Sindonews)</title></images><description>NEW YORK - Analisis citra satelit yang baru terhadap  negara bagian Rakhine di Myanmar menunjukkan bahwa setidaknya 214 desa  Muslim Rohingya telah dibakar dalam beberapa pekan terakhir. Lebih dari  400 ribu orang telah melarikan diri sebagai pengungsi ke Bangladesh.Human  Rights Watch (HRW) mengatakan citra satelit yang terperinci baru tersedia karena pembukaan awan Monsoon selama akhir pekan. Tampak kehancuran dari pembakaran yang jauh lebih besar daripada  yang sebelumnya diketahui.Gambar menunjukkan puluhan ribu rumah  hancur, dengan lebih dari 90 persen bangunan di 214 desa rusak. HRW  mengatakan bahwa gambar tersebut membenarkan laporan pembakaran,  penjarahan dan pembunuhan oleh tentara dan kelompok main hakim sendiri  dari wawancara dengan pengungsi Rohingya.HRW pun meminta Majelis  Umum PBB untuk mengadopsi sebuah resolusi yang mengecam &quot;pembersihan  etnis&quot; di Myanmar. HRW sebelumnya juga meminta Dewan Keamanan untuk  memberlakukan embargo senjata komprehensif terhadap negara tersebut.
(Baca juga: Nah! Pemerhati HAM Ingin Suu Kyi dan Pejabat Militer Myanmar Diberi Sanksi Terkait Rohingya)&quot;Gambar-gambar  ini memberikan bukti yang mengejutkan tentang penghancuran  besar-besaran dalam usaha nyata oleh pasukan keamanan Myanmar untuk  mencegah Rohingya kembali ke desa mereka,&quot; ujar wakil direktur HRW, Phil  Robertson, seperti dikutip dari Asean Correspondent, Selasa (19/9/2017).Pemerintah Myanmar membantah tuduhan tersebut dan mengklaim bahwa Rohingya membakar rumah mereka sendiri.&quot;Para  pemimpin dunia yang bertemu di PBB harus bertindak untuk mengakhiri  krisis yang meningkat ini dan menunjukkan pemimpin militer Myanmar bahwa  mereka akan membayar mahal untuk kekejaman semacam itu,&quot; tegas  Robertson.
(Baca juga: Angkat Bicara Soal Rohingya, Suu Kyi: Kami Juga Prihatin)Saat Sidang Majelis Umum PBB bertemu di New York  minggu ini, kekuatan barat telah menekan pemimpin de facto Myanmar Aung  San Suu Kyi untuk mendorong berakhirnya kekerasan terhadap Rohingya.  Secara luas dikritik karena bungkam atas isu tersebut, Suu Kyi  direncanakan akan menyampaikan pidato nasional.Sebelumnya,  Inggris, Prancis dan Australia mendesak Penasihat Negara itu untuk  mengambil tindakan. &quot;Kami harapkan dari Nyonya Aung Sang Suu Kyi besok  sebuah pernyataan kuat ke arah ini,&quot; Menteri Luar Negeri Prancis  Jean-Yves le Drian mengatakan kepada wartawan di New York.Sekretaris  Jenderal Antonio Guterres mengatakan bahwa ini adalah kesempatan  terakhir bagi Suu Kyi untuk membalikkan keadaan dan memastikan  pembantaian tersebut berhenti.</description><content:encoded>NEW YORK - Analisis citra satelit yang baru terhadap  negara bagian Rakhine di Myanmar menunjukkan bahwa setidaknya 214 desa  Muslim Rohingya telah dibakar dalam beberapa pekan terakhir. Lebih dari  400 ribu orang telah melarikan diri sebagai pengungsi ke Bangladesh.Human  Rights Watch (HRW) mengatakan citra satelit yang terperinci baru tersedia karena pembukaan awan Monsoon selama akhir pekan. Tampak kehancuran dari pembakaran yang jauh lebih besar daripada  yang sebelumnya diketahui.Gambar menunjukkan puluhan ribu rumah  hancur, dengan lebih dari 90 persen bangunan di 214 desa rusak. HRW  mengatakan bahwa gambar tersebut membenarkan laporan pembakaran,  penjarahan dan pembunuhan oleh tentara dan kelompok main hakim sendiri  dari wawancara dengan pengungsi Rohingya.HRW pun meminta Majelis  Umum PBB untuk mengadopsi sebuah resolusi yang mengecam &quot;pembersihan  etnis&quot; di Myanmar. HRW sebelumnya juga meminta Dewan Keamanan untuk  memberlakukan embargo senjata komprehensif terhadap negara tersebut.
(Baca juga: Nah! Pemerhati HAM Ingin Suu Kyi dan Pejabat Militer Myanmar Diberi Sanksi Terkait Rohingya)&quot;Gambar-gambar  ini memberikan bukti yang mengejutkan tentang penghancuran  besar-besaran dalam usaha nyata oleh pasukan keamanan Myanmar untuk  mencegah Rohingya kembali ke desa mereka,&quot; ujar wakil direktur HRW, Phil  Robertson, seperti dikutip dari Asean Correspondent, Selasa (19/9/2017).Pemerintah Myanmar membantah tuduhan tersebut dan mengklaim bahwa Rohingya membakar rumah mereka sendiri.&quot;Para  pemimpin dunia yang bertemu di PBB harus bertindak untuk mengakhiri  krisis yang meningkat ini dan menunjukkan pemimpin militer Myanmar bahwa  mereka akan membayar mahal untuk kekejaman semacam itu,&quot; tegas  Robertson.
(Baca juga: Angkat Bicara Soal Rohingya, Suu Kyi: Kami Juga Prihatin)Saat Sidang Majelis Umum PBB bertemu di New York  minggu ini, kekuatan barat telah menekan pemimpin de facto Myanmar Aung  San Suu Kyi untuk mendorong berakhirnya kekerasan terhadap Rohingya.  Secara luas dikritik karena bungkam atas isu tersebut, Suu Kyi  direncanakan akan menyampaikan pidato nasional.Sebelumnya,  Inggris, Prancis dan Australia mendesak Penasihat Negara itu untuk  mengambil tindakan. &quot;Kami harapkan dari Nyonya Aung Sang Suu Kyi besok  sebuah pernyataan kuat ke arah ini,&quot; Menteri Luar Negeri Prancis  Jean-Yves le Drian mengatakan kepada wartawan di New York.Sekretaris  Jenderal Antonio Guterres mengatakan bahwa ini adalah kesempatan  terakhir bagi Suu Kyi untuk membalikkan keadaan dan memastikan  pembantaian tersebut berhenti.</content:encoded></item></channel></rss>
