<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hmm... Krisis Rohingya, China Ambil Sikap Mendukung Myanmar di PBB</title><description>China mendukung upaya Myanmar untuk  melindungi keamanan nasionalnya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/19/18/1778810/hmm-krisis-rohingya-china-ambil-sikap-mendukung-myanmar-di-pbb</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/19/18/1778810/hmm-krisis-rohingya-china-ambil-sikap-mendukung-myanmar-di-pbb"/><item><title>Hmm... Krisis Rohingya, China Ambil Sikap Mendukung Myanmar di PBB</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/19/18/1778810/hmm-krisis-rohingya-china-ambil-sikap-mendukung-myanmar-di-pbb</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/19/18/1778810/hmm-krisis-rohingya-china-ambil-sikap-mendukung-myanmar-di-pbb</guid><pubDate>Selasa 19 September 2017 13:49 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/19/18/1778810/hmm-krisis-rohingya-china-ambil-sikap-mendukung-myanmar-di-pbb-6IbHvDGdRy.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Pengungsi Rohingya. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/19/18/1778810/hmm-krisis-rohingya-china-ambil-sikap-mendukung-myanmar-di-pbb-6IbHvDGdRy.JPG</image><title>Pengungsi Rohingya. (Foto: Reuters)</title></images><description>BEIJING - China mendukung upaya Myanmar untuk  melindungi keamanan nasionalnya dan menentang serangan dengan kekerasan  baru-baru ini di negara bagian Rakhine. Demikian yang dikatakan Menteri  Luar Negeri China Wang Yi kepada Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB  Antonio Guterres.Tanggapan militer terhadap serangan gerilyawan  di wilayah barat Myanmar bulan lalu telah mengirim lebih dari 410 ribu  Muslim Rohingya melarikan diri ke negara tetangga Bangladesh. Mereka  melarikan diri dari apa yang telah dicap sebagai pembersihan etnis oleh  Perserikatan Bangsa-Bangsa.Pemerintah Myanmar mengatakan sekitar 400 orang tewas dalam pertempuran tersebut.&quot;Wang  mengatakan kepada Guterres dalam sebuah pertemuan di PBB bahwa China  memahami dan mendukung upaya Myanmar untuk melindungi keamanan di Rakhine  dan berharap perang dapat segera padam,&quot; kata Kementerian Luar Negeri  China dalam sebuah pernyataan seperti dilansir dari Reuters, Selasa  (19/9/2017).
(Baca juga: Terungkap! Hasil Citra Satelit, Militer Myanmar Musnahkan 214 Desa Rohingya)Wang mengatakan China mengungkapkan simpati dengan  mereka yang telah melarikan diri ke Bangladesh dan akan mengirim bantuan  kemanusiaan ke Bangladesh.&quot;China menganjurkan Myanmar dan  Bangladesh menyelesaikan masalah tersebut melalui dialog dan  konsultasi,&quot; Kementerian Luar Negeri mengutip perkataan Wang.&quot;China  bersedia untuk terus mempromosikan pembicaraan damai dengan caranya  sendiri, dan berharap masyarakat internasional dapat memainkan peran  yang konstruktif untuk meredakan situasi dan mengedepankan dialog,&quot;  katanya lagi.
(Baca juga: Nah! Pemerhati HAM Ingin Suu Kyi dan Pejabat Militer Myanmar Diberi Sanksi Terkait Rohingya)China dan Myanmar memiliki hubungan ekonomi dan  diplomatik yang erat. China telah menentang harapan bahwa demokratisasi  di bekas negara bernama Birma itu dapat menyebabkan hubungan yang lebih  lemah antara kedua negara.Sekitar satu juta etnis Rohingya  tinggal di Negara Bagian Rakhine sampai kekerasan baru-baru ini terjadi.  Sebagian besar menghadapi pembatasan perjalanan yang kejam dan ditolak  kewarganegaraannya di negara di mana banyak umat Buddha menganggap  mereka sebagai imigran ilegal dari Bangladesh.</description><content:encoded>BEIJING - China mendukung upaya Myanmar untuk  melindungi keamanan nasionalnya dan menentang serangan dengan kekerasan  baru-baru ini di negara bagian Rakhine. Demikian yang dikatakan Menteri  Luar Negeri China Wang Yi kepada Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB  Antonio Guterres.Tanggapan militer terhadap serangan gerilyawan  di wilayah barat Myanmar bulan lalu telah mengirim lebih dari 410 ribu  Muslim Rohingya melarikan diri ke negara tetangga Bangladesh. Mereka  melarikan diri dari apa yang telah dicap sebagai pembersihan etnis oleh  Perserikatan Bangsa-Bangsa.Pemerintah Myanmar mengatakan sekitar 400 orang tewas dalam pertempuran tersebut.&quot;Wang  mengatakan kepada Guterres dalam sebuah pertemuan di PBB bahwa China  memahami dan mendukung upaya Myanmar untuk melindungi keamanan di Rakhine  dan berharap perang dapat segera padam,&quot; kata Kementerian Luar Negeri  China dalam sebuah pernyataan seperti dilansir dari Reuters, Selasa  (19/9/2017).
(Baca juga: Terungkap! Hasil Citra Satelit, Militer Myanmar Musnahkan 214 Desa Rohingya)Wang mengatakan China mengungkapkan simpati dengan  mereka yang telah melarikan diri ke Bangladesh dan akan mengirim bantuan  kemanusiaan ke Bangladesh.&quot;China menganjurkan Myanmar dan  Bangladesh menyelesaikan masalah tersebut melalui dialog dan  konsultasi,&quot; Kementerian Luar Negeri mengutip perkataan Wang.&quot;China  bersedia untuk terus mempromosikan pembicaraan damai dengan caranya  sendiri, dan berharap masyarakat internasional dapat memainkan peran  yang konstruktif untuk meredakan situasi dan mengedepankan dialog,&quot;  katanya lagi.
(Baca juga: Nah! Pemerhati HAM Ingin Suu Kyi dan Pejabat Militer Myanmar Diberi Sanksi Terkait Rohingya)China dan Myanmar memiliki hubungan ekonomi dan  diplomatik yang erat. China telah menentang harapan bahwa demokratisasi  di bekas negara bernama Birma itu dapat menyebabkan hubungan yang lebih  lemah antara kedua negara.Sekitar satu juta etnis Rohingya  tinggal di Negara Bagian Rakhine sampai kekerasan baru-baru ini terjadi.  Sebagian besar menghadapi pembatasan perjalanan yang kejam dan ditolak  kewarganegaraannya di negara di mana banyak umat Buddha menganggap  mereka sebagai imigran ilegal dari Bangladesh.</content:encoded></item></channel></rss>
