<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penyerangan dan Pengepungan Kantor YLBHI, Prabowo: Prinsipnya Semua Harus Damai</title><description>Paham radikal muncul karena ada ketidakadilan, kemiskinan serta penderitaan terhadap orang yang berada di lapisan paling bawah.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/19/337/1778364/penyerangan-dan-pengepungan-kantor-ylbhi-prabowo-prinsipnya-semua-harus-damai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/19/337/1778364/penyerangan-dan-pengepungan-kantor-ylbhi-prabowo-prinsipnya-semua-harus-damai"/><item><title>Penyerangan dan Pengepungan Kantor YLBHI, Prabowo: Prinsipnya Semua Harus Damai</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/19/337/1778364/penyerangan-dan-pengepungan-kantor-ylbhi-prabowo-prinsipnya-semua-harus-damai</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/19/337/1778364/penyerangan-dan-pengepungan-kantor-ylbhi-prabowo-prinsipnya-semua-harus-damai</guid><pubDate>Selasa 19 September 2017 05:28 WIB</pubDate><dc:creator>Febrianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/18/337/1778364/penyerangan-dan-pengepungan-kantor-ylbhi-prabowo-prinsipnya-semua-harus-damai-ov6A3tJwfL.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/18/337/1778364/penyerangan-dan-pengepungan-kantor-ylbhi-prabowo-prinsipnya-semua-harus-damai-ov6A3tJwfL.jpg</image><title></title></images><description>
Penyerangan dan Pengepungan Kantor YLBHI, Prabowo: Prinsipnya Semua Harus Damai
JAKARTA - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menanggapi peristiwa penyerangan kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta diduga kelompok massa tertentu karena dituding menggelar kegiatan seminar tentang sejarah pembantaian PKI.
&amp;ldquo;Saya belum baca peristiwa itu. Prinsipnya semua harus damai, jangan seruduk-seruduk. Masalah semua bisa dibahas dengan baik dan sejuk. Berbeda pendapat itu baik dan biasa menurut saya,&amp;rdquo; kata Prabowo di Depok, Senin (18/9/2017).
Menurutnya, paham radikal muncul karena ada ketidakadilan, kemiskinan serta penderitaan terhadap orang yang berada di lapisan paling bawah.&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kita perlu memperkuat bangsa kita. Kalau ekonomi kuat, masyarakat kuat, rakyat sejahtera, maka perebedaan pendapat jadi biasa. Kita jangan mau diadu domba,&amp;rdquo; ucapnya.
Mantan Danjen Kopassus ini juga tidak mempermasalahkan pemutaran kembali film Gerakan 30 September (G30S) PKI. Pemutaran film yang popular di masa orde baru itu rencananya digelar serentak pada HUT TNI 5 Oktober 2017.
&amp;ldquo;Ini negara demokrasi. Kalau ada yang mau nonton silakan, enggak mau nonton silahkan,&amp;rdquo; ujarnya. (feb)

JAKARTA - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menanggapi peristiwa penyerangan kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta diduga kelompok massa tertentu karena dituding menggelar kegiatan seminar tentang sejarah pembantaian PKI.
&amp;ldquo;Saya belum baca peristiwa itu. Prinsipnya semua harus damai, jangan seruduk-seruduk. Masalah semua bisa dibahas dengan baik dan sejuk. Berbeda pendapat itu baik dan biasa menurut saya,&amp;rdquo; kata Prabowo di Depok, Senin (18/9/2017).
Menurutnya, paham radikal muncul karena ada ketidakadilan, kemiskinan serta penderitaan terhadap orang yang berada di lapisan paling bawah.&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kita perlu memperkuat bangsa kita. Kalau ekonomi kuat, masyarakat kuat, rakyat sejahtera, maka perebedaan pendapat jadi biasa. Kita jangan mau diadu domba,&amp;rdquo; ucapnya.
Mantan Danjen Kopassus ini juga tidak mempermasalahkan pemutaran kembali film Gerakan 30 September (G30S) PKI. Pemutaran film yang popular di masa orde baru itu rencananya digelar serentak pada HUT TNI 5 Oktober 2017.
&amp;ldquo;Ini negara demokrasi. Kalau ada yang mau nonton silakan, enggak mau nonton silahkan,&amp;rdquo; ujarnya. (feb)</description><content:encoded>
Penyerangan dan Pengepungan Kantor YLBHI, Prabowo: Prinsipnya Semua Harus Damai
JAKARTA - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menanggapi peristiwa penyerangan kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta diduga kelompok massa tertentu karena dituding menggelar kegiatan seminar tentang sejarah pembantaian PKI.
&amp;ldquo;Saya belum baca peristiwa itu. Prinsipnya semua harus damai, jangan seruduk-seruduk. Masalah semua bisa dibahas dengan baik dan sejuk. Berbeda pendapat itu baik dan biasa menurut saya,&amp;rdquo; kata Prabowo di Depok, Senin (18/9/2017).
Menurutnya, paham radikal muncul karena ada ketidakadilan, kemiskinan serta penderitaan terhadap orang yang berada di lapisan paling bawah.&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kita perlu memperkuat bangsa kita. Kalau ekonomi kuat, masyarakat kuat, rakyat sejahtera, maka perebedaan pendapat jadi biasa. Kita jangan mau diadu domba,&amp;rdquo; ucapnya.
Mantan Danjen Kopassus ini juga tidak mempermasalahkan pemutaran kembali film Gerakan 30 September (G30S) PKI. Pemutaran film yang popular di masa orde baru itu rencananya digelar serentak pada HUT TNI 5 Oktober 2017.
&amp;ldquo;Ini negara demokrasi. Kalau ada yang mau nonton silakan, enggak mau nonton silahkan,&amp;rdquo; ujarnya. (feb)

JAKARTA - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menanggapi peristiwa penyerangan kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta diduga kelompok massa tertentu karena dituding menggelar kegiatan seminar tentang sejarah pembantaian PKI.
&amp;ldquo;Saya belum baca peristiwa itu. Prinsipnya semua harus damai, jangan seruduk-seruduk. Masalah semua bisa dibahas dengan baik dan sejuk. Berbeda pendapat itu baik dan biasa menurut saya,&amp;rdquo; kata Prabowo di Depok, Senin (18/9/2017).
Menurutnya, paham radikal muncul karena ada ketidakadilan, kemiskinan serta penderitaan terhadap orang yang berada di lapisan paling bawah.&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kita perlu memperkuat bangsa kita. Kalau ekonomi kuat, masyarakat kuat, rakyat sejahtera, maka perebedaan pendapat jadi biasa. Kita jangan mau diadu domba,&amp;rdquo; ucapnya.
Mantan Danjen Kopassus ini juga tidak mempermasalahkan pemutaran kembali film Gerakan 30 September (G30S) PKI. Pemutaran film yang popular di masa orde baru itu rencananya digelar serentak pada HUT TNI 5 Oktober 2017.
&amp;ldquo;Ini negara demokrasi. Kalau ada yang mau nonton silakan, enggak mau nonton silahkan,&amp;rdquo; ujarnya. (feb)</content:encoded></item></channel></rss>
