<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengungsi Rohingya: Suu Kyi adalah Pengkhianat, Kami Tak Bisa Mengandalkan Kata-katanya!</title><description>Para pengungsi Rohingya di Bangladesh  tidak percaya dengan janji pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu  Kyi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/20/18/1779497/pengungsi-rohingya-suu-kyi-adalah-pengkhianat-kami-tak-bisa-mengandalkan-kata-katanya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/20/18/1779497/pengungsi-rohingya-suu-kyi-adalah-pengkhianat-kami-tak-bisa-mengandalkan-kata-katanya"/><item><title>Pengungsi Rohingya: Suu Kyi adalah Pengkhianat, Kami Tak Bisa Mengandalkan Kata-katanya!</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/20/18/1779497/pengungsi-rohingya-suu-kyi-adalah-pengkhianat-kami-tak-bisa-mengandalkan-kata-katanya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/20/18/1779497/pengungsi-rohingya-suu-kyi-adalah-pengkhianat-kami-tak-bisa-mengandalkan-kata-katanya</guid><pubDate>Rabu 20 September 2017 11:34 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/20/18/1779497/pengungsi-rohingya-suu-kyi-adalah-pengkhianat-kami-tak-bisa-mengandalkan-kata-katanya-xsIvW7jMYK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Suu Kyi. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/20/18/1779497/pengungsi-rohingya-suu-kyi-adalah-pengkhianat-kami-tak-bisa-mengandalkan-kata-katanya-xsIvW7jMYK.jpg</image><title>Suu Kyi. (Foto: Reuters)</title></images><description>COX'S BAZAR - Para pengungsi Rohingya di Bangladesh  tidak percaya dengan janji pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu  Kyi yang akan menegakkan HAM dan mengizinkan para pengungsi pulang.  Alih-alih menyambut janji Suu Kyi, mereka justru menyebut peraih Nobel  Perdamaian itu sebagai seorang pengkhianat.
Suu Kyi telah  mengakhiri &amp;ldquo;masa diam&amp;rdquo;-nya atas kekerasan di negara bagian Rakhine atau  Arakan yang dialami warga etnis muslim Rohingya. Dalam pidatonya  kemarin, Suu Kyi mengecam semua pelanggaran HAM di Rakhine.Dalam  pidato yang dia sampaikan dari Ibu Kota, Myanmar, Naypyitaw, Suu Kyi  memperingatkan bahwa setiap orang yang bertanggung jawab atas  pelanggaran di Rakhine akan menghadapi konsekwensinya.
(Baca juga: 6 Poin Pidato Suu Kyi Soal Rohingya, Cek Mana yang Benar)Sekitar 420.000  warga Rohingya telah eksodus ke Bangladesh untuk menyelamatkan diri dari  tindakan keras militer Myanmar. Junta militer negara itu melakukan  operasi besar-besaran sebagai respons atas serangan gerilyawan Rohingya  terhadap puluhan pos polisi dan markas tentara yang menewaskan 12  petugas pada 25 Agustus lalu.Dalam praktiknya, militer Myanmar  dianggap bertindak brutal terhadap warga sipil Rohingya. Menurut para  pengungsi dan aktivis, militer telah melakukan pembantaian dan  pembakaran terhadap ratusan desa yang dihuni warga Rohingya.Suu  Kyi mengatakan, pemerintahnya siap untuk memulai proses verifikasi  setiap saat untuk memulangkan pengungsi Rohingya yang telah melarikan  diri dari kekerasan di Rakhine.&amp;ldquo;Saya ingin pulang jika saya  mendapat kepastian atas hak-hak dasar saya. Tapi sulit bagi saya untuk  percaya bahwa Suu Kyi akan bertindak berdasarkan kata-katanya,&amp;rdquo; kata,  Khairul Amin (40), pengungsi di kamp Balukhali, kepada Al Jazeera, Rabu (20/9/2017).
(Baca juga: Angkat Bicara Soal Rohingya, Suu Kyi: Kami Juga Prihatin)&amp;ldquo;Suu  Kyi adalah pengkhianat. Mayoritas Rohingya memilih partainya, Liga  Nasional untuk Demokrasi (NLD), dengan janji bahwa dia akan memberi kami  kartu identifikasi nasional,&amp;rdquo; lanjut dia.&amp;ldquo;Tapi begitu dia menang, dia bergabung dengan partai yang didukung tentara (USDP) dan melupakan kami.&amp;rdquo;Sultan Ahmed (80), pengungsi di kamp Balukhali merasa tidak ada artinya lagi meski diizinkan pulang ke Rakhine.&amp;ldquo;Saya  kehilangan segalanya. Apa artinya pulang?,&amp;rdquo; ujarnya. &amp;ldquo;Suu Kyi adalah  pengkhianat, kami tidak bisa mengandalkan kata-katanya,&amp;rdquo; lanjut dia.</description><content:encoded>COX'S BAZAR - Para pengungsi Rohingya di Bangladesh  tidak percaya dengan janji pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu  Kyi yang akan menegakkan HAM dan mengizinkan para pengungsi pulang.  Alih-alih menyambut janji Suu Kyi, mereka justru menyebut peraih Nobel  Perdamaian itu sebagai seorang pengkhianat.
Suu Kyi telah  mengakhiri &amp;ldquo;masa diam&amp;rdquo;-nya atas kekerasan di negara bagian Rakhine atau  Arakan yang dialami warga etnis muslim Rohingya. Dalam pidatonya  kemarin, Suu Kyi mengecam semua pelanggaran HAM di Rakhine.Dalam  pidato yang dia sampaikan dari Ibu Kota, Myanmar, Naypyitaw, Suu Kyi  memperingatkan bahwa setiap orang yang bertanggung jawab atas  pelanggaran di Rakhine akan menghadapi konsekwensinya.
(Baca juga: 6 Poin Pidato Suu Kyi Soal Rohingya, Cek Mana yang Benar)Sekitar 420.000  warga Rohingya telah eksodus ke Bangladesh untuk menyelamatkan diri dari  tindakan keras militer Myanmar. Junta militer negara itu melakukan  operasi besar-besaran sebagai respons atas serangan gerilyawan Rohingya  terhadap puluhan pos polisi dan markas tentara yang menewaskan 12  petugas pada 25 Agustus lalu.Dalam praktiknya, militer Myanmar  dianggap bertindak brutal terhadap warga sipil Rohingya. Menurut para  pengungsi dan aktivis, militer telah melakukan pembantaian dan  pembakaran terhadap ratusan desa yang dihuni warga Rohingya.Suu  Kyi mengatakan, pemerintahnya siap untuk memulai proses verifikasi  setiap saat untuk memulangkan pengungsi Rohingya yang telah melarikan  diri dari kekerasan di Rakhine.&amp;ldquo;Saya ingin pulang jika saya  mendapat kepastian atas hak-hak dasar saya. Tapi sulit bagi saya untuk  percaya bahwa Suu Kyi akan bertindak berdasarkan kata-katanya,&amp;rdquo; kata,  Khairul Amin (40), pengungsi di kamp Balukhali, kepada Al Jazeera, Rabu (20/9/2017).
(Baca juga: Angkat Bicara Soal Rohingya, Suu Kyi: Kami Juga Prihatin)&amp;ldquo;Suu  Kyi adalah pengkhianat. Mayoritas Rohingya memilih partainya, Liga  Nasional untuk Demokrasi (NLD), dengan janji bahwa dia akan memberi kami  kartu identifikasi nasional,&amp;rdquo; lanjut dia.&amp;ldquo;Tapi begitu dia menang, dia bergabung dengan partai yang didukung tentara (USDP) dan melupakan kami.&amp;rdquo;Sultan Ahmed (80), pengungsi di kamp Balukhali merasa tidak ada artinya lagi meski diizinkan pulang ke Rakhine.&amp;ldquo;Saya  kehilangan segalanya. Apa artinya pulang?,&amp;rdquo; ujarnya. &amp;ldquo;Suu Kyi adalah  pengkhianat, kami tidak bisa mengandalkan kata-katanya,&amp;rdquo; lanjut dia.</content:encoded></item></channel></rss>
