<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Isu PKI Kembali Muncul, Tokoh NU Ini Nilai Sudah tak Relevan Lagi di Indonesia</title><description>Tembok Berlin sudah runtuh. Uni Soviet sudah bubar</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/20/337/1779042/isu-pki-kembali-muncul-tokoh-nu-ini-nilai-sudah-tak-relevan-lagi-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/20/337/1779042/isu-pki-kembali-muncul-tokoh-nu-ini-nilai-sudah-tak-relevan-lagi-di-indonesia"/><item><title>Isu PKI Kembali Muncul, Tokoh NU Ini Nilai Sudah tak Relevan Lagi di Indonesia</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/20/337/1779042/isu-pki-kembali-muncul-tokoh-nu-ini-nilai-sudah-tak-relevan-lagi-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/20/337/1779042/isu-pki-kembali-muncul-tokoh-nu-ini-nilai-sudah-tak-relevan-lagi-di-indonesia</guid><pubDate>Rabu 20 September 2017 07:32 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Sahroji</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/19/337/1779042/isu-pki-kembali-muncul-tokoh-nu-ini-nilai-sudah-tak-relevan-lagi-di-indonesia-oc1BMy2dJD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/19/337/1779042/isu-pki-kembali-muncul-tokoh-nu-ini-nilai-sudah-tak-relevan-lagi-di-indonesia-oc1BMy2dJD.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA -&amp;nbsp;Di dunia global dewasa ini, paham komunisme dianggap sudah kehilangan panggung. Oleh sebab itu aneh jika Partai Komunis Indonesia (PKI) dianggap masih hidup dan gentayangan di Indonesia.


Hal itu dikatakan Rais&amp;nbsp;Syuriah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI-NU) Australia, Nadirsyah Hosen. Menurutnya,&amp;nbsp;Era perang dingin antara Komunis Uni Soviet dengan Kapitalis Amerika telah berakhir. &quot;Tembok Berlin sudah runtuh. Uni Soviet sudah bubar,&quot; kata Nadirsyah di akun Twitternya @na_dirs.


Saat ini, lanjut Nadirsyah, kekuatan komunis direpresentasikan oleh Cina. Itu pun tidak se-ekstrem Korea Utara. Cina lebih pada ekspansi ekonomi, bukan militer.


&quot;Isu PKI mengarah kepada PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) yang merupakan anak kandung PNI (Partai Nasionalis Indonesia) Soekarno. Menangnya PDIP sama dengan bangkitnya PKI. Absurd, tapi ini yang di-hoax-kan,&quot; terangnya.


Menurutnya, saat ini kesederhanaan Presiden Joko Widodo adalah modal besar pemerintah untuk membentung isu yang tengah menggerogoti pemerintah.

&quot;Kekuatan Jokowi adalah karakternya yg sederhana dan ndeso. Gaya komunikasi ini cocok di hati rakyat dan juga para ulama. Tulus!&quot; terangnya.


Karena saat ini, lanjut Nadirsyah, pemerintahan Jokowi terus dibenturkan dengan serangkaian isu.


&quot;Pemerintah Jokowi diserang dengan tiga isu sekaligus: Anti Islam, anti demokrasi dan pendukung PKI. Ketiganya secara sistematis terus dimainkan,&quot; pungkasnya.(fin)</description><content:encoded>JAKARTA -&amp;nbsp;Di dunia global dewasa ini, paham komunisme dianggap sudah kehilangan panggung. Oleh sebab itu aneh jika Partai Komunis Indonesia (PKI) dianggap masih hidup dan gentayangan di Indonesia.


Hal itu dikatakan Rais&amp;nbsp;Syuriah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI-NU) Australia, Nadirsyah Hosen. Menurutnya,&amp;nbsp;Era perang dingin antara Komunis Uni Soviet dengan Kapitalis Amerika telah berakhir. &quot;Tembok Berlin sudah runtuh. Uni Soviet sudah bubar,&quot; kata Nadirsyah di akun Twitternya @na_dirs.


Saat ini, lanjut Nadirsyah, kekuatan komunis direpresentasikan oleh Cina. Itu pun tidak se-ekstrem Korea Utara. Cina lebih pada ekspansi ekonomi, bukan militer.


&quot;Isu PKI mengarah kepada PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) yang merupakan anak kandung PNI (Partai Nasionalis Indonesia) Soekarno. Menangnya PDIP sama dengan bangkitnya PKI. Absurd, tapi ini yang di-hoax-kan,&quot; terangnya.


Menurutnya, saat ini kesederhanaan Presiden Joko Widodo adalah modal besar pemerintah untuk membentung isu yang tengah menggerogoti pemerintah.

&quot;Kekuatan Jokowi adalah karakternya yg sederhana dan ndeso. Gaya komunikasi ini cocok di hati rakyat dan juga para ulama. Tulus!&quot; terangnya.


Karena saat ini, lanjut Nadirsyah, pemerintahan Jokowi terus dibenturkan dengan serangkaian isu.


&quot;Pemerintah Jokowi diserang dengan tiga isu sekaligus: Anti Islam, anti demokrasi dan pendukung PKI. Ketiganya secara sistematis terus dimainkan,&quot; pungkasnya.(fin)</content:encoded></item></channel></rss>
