<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Cinta Terlarang Pedagang Mi Ayam, Ucapan Lemah Syahwat Berujung Pembunuhan</title><description>Jonny Setiawan, pelaku pembunuhan penjual mi bakso Vera  Yusita Sumarna (42), ditangkap saat bersembunyi di sebuah pondok pesantren.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/20/338/1779623/kisah-cinta-terlarang-pedagang-mi-ayam-ucapan-lemah-syahwat-berujung-pembunuhan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/09/20/338/1779623/kisah-cinta-terlarang-pedagang-mi-ayam-ucapan-lemah-syahwat-berujung-pembunuhan"/><item><title>Kisah Cinta Terlarang Pedagang Mi Ayam, Ucapan Lemah Syahwat Berujung Pembunuhan</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/09/20/338/1779623/kisah-cinta-terlarang-pedagang-mi-ayam-ucapan-lemah-syahwat-berujung-pembunuhan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/09/20/338/1779623/kisah-cinta-terlarang-pedagang-mi-ayam-ucapan-lemah-syahwat-berujung-pembunuhan</guid><pubDate>Rabu 20 September 2017 14:26 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/20/338/1779623/kisah-cinta-terlarang-penjual-mi-ayam-ucapan-lemah-syahwat-berujung-pembunuhan-pOcAh3vo7Z.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jonny Setiawan. (Foto: Koran SINDO)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/20/338/1779623/kisah-cinta-terlarang-penjual-mi-ayam-ucapan-lemah-syahwat-berujung-pembunuhan-pOcAh3vo7Z.jpg</image><title>Jonny Setiawan. (Foto: Koran SINDO)</title></images><description>TANGERANG - Jonny Setiawan, pelaku pembunuhan pedagang mi ayam Vera  Yusita Sumarna (42), ditangkap saat bersembunyi di sebuah Pondok  Pesantren Leuweung Gede kemarin. Motif asmara melatarbelakangi  pembunuhan tersebut.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Nico Afinta  mengatakan, Jonny membunuh korban karena sakit hati setelah dihina oleh  Vera. &amp;ldquo;Korban menghina pelaku usai mereka berhubungan intim,&amp;rdquo; ujarnya.
Nico menjelaskan, usai menutup kedai bakmie, Jonny yang merupakan  pegawai dan kekasih gelap Vera kemudian pulang ke rumah kontrakan Jonny  di Gang Kartini RT 4/8 Cipondoh, Kota Tangerang.   Meski pelaku dan korban sudah memiliki pasangan resmi, keduanya sering  pulang bareng. Bahkan, keduanya diketahui sudah setahun ini menjalin  asmara terlarang.
&amp;ldquo;Setibanya di kontrakan, keduanya melakukan hubungan  intim. Sekitar pukul 21.00 WIB, korban dan pelaku melanjutkan ngobrol.  Sekitar 20 menit kemudian, pelaku mengajak untuk melakukan hubungan  badan lagi, namun korban menolak,&amp;rdquo; paparnya.
(Baca juga: Pedagang Mi Ayam Ditemukan Tewas Terikat di Kontrakan Karyawannya)
Tidak hanya itu, Vera juga melontarkan kalimat yang menyinggung perasaan  pelaku sehingga keduanya terlibat percekcokan. Emosi pelaku semakin  memuncak saat Vera membandingkannya dengan kekasih lamanya. Jonny yang  emosi langsung mengambil pisau di dapur. &amp;ldquo;Pelaku langsung  mengayunkan pisaunya ke leher korban,&amp;rdquo; ungkap Nico.   Selanjutnya, Jonny pulang ke rumah untuk menemui istri dan anaknya.  Namun saat masuk ke kamar, Jonny mendapati istrinya tengah berselingkuh  dengan pria lain. Jonny yang emosi langsung mengambil golok dan membacok  istri serta selingkuhannya tersebut. &amp;ldquo;Tapi keduanya hanya luka saja,  dua-duanya dibacok, istri dan selingkuhannya,&amp;rdquo; ujarnya.Setelah membacok istri dan selingkuhannya, Jonny langsung melarikan  diri  ke pondok pesantren di daerah Tenjo. &amp;ldquo;Jadi, ada dua tempat  kejadian  perkara (TKP), sekarang masih kasus pembunuhannya,&amp;rdquo; tandasnya.
Kapolrestro  Tangerang Kota Kombes Pol Harry Kurniawan mengatakan,  pelaku ditangkap  pada Senin (18/9) sekitar pukul 22.30 WIB saat tengah  beristirahat di  salah satu kamar di pondok tersebut.
&amp;ldquo;Jonny merupakan karyawan  korban. Korban ini punya suami, tersangka juga  punya istri. Ada motif  percintaan,&amp;rdquo; ucapnya kemarin. Harry menjelaskan,  saat keduanya terlibat  pertengkaran, Vera sempat berusaha merebut pisau  dari tangan Jonny.
&amp;ldquo;Lalu korban terjatuh, dan pelaku kembali menusuk korban pada bagian   kiri leher untuk kedua kalinya. Kemudian membekap mulut korban   menggunakan tangan sampai tidak bergerak. Selanjutnya, muka korban   ditutup menggunakan bantal yang ada di kamar,&amp;rdquo; paparnya.</description><content:encoded>TANGERANG - Jonny Setiawan, pelaku pembunuhan pedagang mi ayam Vera  Yusita Sumarna (42), ditangkap saat bersembunyi di sebuah Pondok  Pesantren Leuweung Gede kemarin. Motif asmara melatarbelakangi  pembunuhan tersebut.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Nico Afinta  mengatakan, Jonny membunuh korban karena sakit hati setelah dihina oleh  Vera. &amp;ldquo;Korban menghina pelaku usai mereka berhubungan intim,&amp;rdquo; ujarnya.
Nico menjelaskan, usai menutup kedai bakmie, Jonny yang merupakan  pegawai dan kekasih gelap Vera kemudian pulang ke rumah kontrakan Jonny  di Gang Kartini RT 4/8 Cipondoh, Kota Tangerang.   Meski pelaku dan korban sudah memiliki pasangan resmi, keduanya sering  pulang bareng. Bahkan, keduanya diketahui sudah setahun ini menjalin  asmara terlarang.
&amp;ldquo;Setibanya di kontrakan, keduanya melakukan hubungan  intim. Sekitar pukul 21.00 WIB, korban dan pelaku melanjutkan ngobrol.  Sekitar 20 menit kemudian, pelaku mengajak untuk melakukan hubungan  badan lagi, namun korban menolak,&amp;rdquo; paparnya.
(Baca juga: Pedagang Mi Ayam Ditemukan Tewas Terikat di Kontrakan Karyawannya)
Tidak hanya itu, Vera juga melontarkan kalimat yang menyinggung perasaan  pelaku sehingga keduanya terlibat percekcokan. Emosi pelaku semakin  memuncak saat Vera membandingkannya dengan kekasih lamanya. Jonny yang  emosi langsung mengambil pisau di dapur. &amp;ldquo;Pelaku langsung  mengayunkan pisaunya ke leher korban,&amp;rdquo; ungkap Nico.   Selanjutnya, Jonny pulang ke rumah untuk menemui istri dan anaknya.  Namun saat masuk ke kamar, Jonny mendapati istrinya tengah berselingkuh  dengan pria lain. Jonny yang emosi langsung mengambil golok dan membacok  istri serta selingkuhannya tersebut. &amp;ldquo;Tapi keduanya hanya luka saja,  dua-duanya dibacok, istri dan selingkuhannya,&amp;rdquo; ujarnya.Setelah membacok istri dan selingkuhannya, Jonny langsung melarikan  diri  ke pondok pesantren di daerah Tenjo. &amp;ldquo;Jadi, ada dua tempat  kejadian  perkara (TKP), sekarang masih kasus pembunuhannya,&amp;rdquo; tandasnya.
Kapolrestro  Tangerang Kota Kombes Pol Harry Kurniawan mengatakan,  pelaku ditangkap  pada Senin (18/9) sekitar pukul 22.30 WIB saat tengah  beristirahat di  salah satu kamar di pondok tersebut.
&amp;ldquo;Jonny merupakan karyawan  korban. Korban ini punya suami, tersangka juga  punya istri. Ada motif  percintaan,&amp;rdquo; ucapnya kemarin. Harry menjelaskan,  saat keduanya terlibat  pertengkaran, Vera sempat berusaha merebut pisau  dari tangan Jonny.
&amp;ldquo;Lalu korban terjatuh, dan pelaku kembali menusuk korban pada bagian   kiri leher untuk kedua kalinya. Kemudian membekap mulut korban   menggunakan tangan sampai tidak bergerak. Selanjutnya, muka korban   ditutup menggunakan bantal yang ada di kamar,&amp;rdquo; paparnya.</content:encoded></item></channel></rss>
